
Di dalam kamar.
Begitu Candra masuk kedalam kamar, Candra yang sedang bir.ahi langsung menyerang Nina dengan ciuman dan sentuhan-sentuhan yang brutal. Dengan senang hati Nina membalas serangan Candra.
Tok... Tok... Tok...
Saat pemanasan sedang panas-panasnya, tiba-tiba saja pintu kamar terketuk.
Candra yang sedang menyusu sambil jari tengahnya sedang mengobrak-abrik goa lembab Nina pun berhenti sejenak.
"Kamu pesan makanan dari room service?" tanya Candra.
"Gak kok Mas." jawab Nina.
Candra pun mengeluarkan jarinya dari goa lembab Nina lalu beranjak dari atas tubuh Nina.
"Sana lihat dulu siapa yang datang." perintah Candra.
"Kok Nina sih Mas? Mas Candra aja ah." tolak Nina.
"Kamu aja, orang ini lagi tegang, masa mau bukain pintu, malu lah." jawab Candra sambil menunjukkan wortelnya.
Mau tidak mau Nina pun bangun dari tempat tidur lalu mengambil bathrobe yang dia pakai saat Candra datang. Saat Candra datang tadi, Nina baru selesai mandi dan baru selesai mengeringkan rambutnya.
Setelah memakai bathrobe, Nina pun berjalan mendekati pintu. Kamar hotel yang mereka tempati bukan lah kamar hotel tipe suite room melainkan tipe standart room, tidak ada ruang tamu begitu keluar dari ruang tidur, jadi jarak dari ruang tidur ke pintu tidak lah jauh.
Saat Nina berjalan menuju pintu, Candra pun menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang polos lalu berbaring ditempat tidur sambil mengelus-ngelus wortelnya yang masih dalam keadaan tegangan tinggi.
__ADS_1
Sebelum membuka pintu Nina mengintip terlebih dulu dari lubang kecil di pintu. Melihat ada petugas hotel di depan kamar, Nina tak menaruh curiga apa-apa, dia langsung membuka pintu.
Dan betapa kagetnya Nina begitu membuka pintu, Harum muncul dari sebelah si petugas hotel.
"M-m-mbak-"
Braaak. Harum langsung mendorong pintu agar terbuka lebar lalu masuk kedalam kamar dan berjalan dengan tatapan membunuh, rahang mengeras dan tangan yang mengepal.
Bukan hanya Nina, Candra juga kaget bukan main melihat Harum masuk di ruang tidur.
"Harum." kaget Candra sambil menegakkan punggungnya. Mau menyibak selimutnya tapi Candra sadar kalau sekarang dirinya sedang tidak memakai apa-apa.
Harum melihat penampilan Candra yang sudah tidak memakai baju, Harum yakin kalau di balik selimut yang Candra pakai, wortel Candra juga tidak di tutupi apa-apa karena pakaian Candra sudah berserakan di lantai.
Setelah melihat Candra, Harum menoleh kearah Nina. Penampilan Nina tak kalah berantakannya dengan Candra.
"Mbak... dengerin penjelasan Nina, Mbak, ini-"
Candra menggulung selimut untuk menutupi bagian bawahnya lalu turun dari tempat tidur untuk mendekati Harum.
"Jangan mendekat! Jangan sentuh aku dengan tangan kotor kamu, Mas!" teriak Harum saat Candra mau mendekatinya.
"Rum, denger penjelasan aku dulu. Ini semua salah paham Rum." ucap Candra.
"Apa kamu bilang Mas? Salah paham? Kalian berdua ada dalam satu kamar hotel dengan penampilan yang udah gak karuan dan pakaian yang berserak di lantai terus kamu bilang aku salah paham? Kamu pikir aku idiot, hah!!!" bentak Harum.
"Aku siapin kamu baju yang paling bagus Mas, biar orang-orang tau kalau kamu di urus sama istri kamu, tapi sampai di kota dengan mudahnya kamu buang baju yang udah aku pilihin buat kamu demi telan.jang di depan wanita lain. Yang salah aku, atau baju yang aku pilihin buat kamu, Mas?" tanya Harum sambil menangis.
__ADS_1
"Kalau memang kamu gak suka baju yang aku bawain untuk kamu, kamu bisa bilang Mas sama aku, bukan malah kamu buka baju kamu didepan perempuan lain, di depan sepupu aku sendiri lagi!!" kata Harum lagi berteriak diakhir kalimat.
"Rum, tolong kasih aku kesempatan untuk menjelaskan. Aku-"
"Gak ada yang perlu di jelaskan Mas. Kamu sudah memutuskan untuk melepas baju yang aku pilihkan dan mempertontonkan tubuhmu di depan wanita lain, jadi sekarang aku ambil baju yang aku pilihkan untuk mu dan pergi membawa baju itu. Dan jangan pernah mengharapkan baju itu kembali karena aku sudah membuangnya!" potong Harum.
"Rum..." Candra mendekati Harum, tapi dengan cepat Harum mengangkat tangannya sebagai tanda meminta Candra berhenti di tempatnya.
Kini Harum menoleh kearah Nina.
Lalu mengambil anting Nina yang tertinggal di warung dari dalam tasnya.
"Ini anting mu kan, Nin?" tanya Harum sambil menunjukkan anting itu.
Mata Nina dan Candra membulat lebar.
"Ini, aku kembalikan padamu!" ucap Harum sambil melempar anting itu ke arah Nina.
"Mbak kasih saran sama kamu Nin. Kalau mau jadi pelakor, harus punya standart, jangan mau di ajak bercinta di tempat yang murahan apalagi gratisan kayak warung Mbak! Biar apa? Biar jatuhnya tuh gak murahan banget! Jadi lah l0n.te yang parlente, mengerti kamu!" ucap Harum pada Nina.
"Mbak..." lirih Nina sambil menangis.
Setelah mengatakan itu Harum pun keluar dari dalam kamar.
Candra pun cepat-cepat memakai pakaiannya lalu cepat-cepat mengejar Harum.
Sedangkan Nina hanya bisa menangis sesunggukkan di samping tempat tidur.
__ADS_1
💋💋💋
Bersambung...