
...Hallo semua nyašlama yahhh nunggu othor up? maaf yahh Minggu" ini lgi full sibuk soalnyašYuuu lanjut lagi cerita nya,Othor kan udah janji mau bikin part pernikahan Deva sama lisya....
"Apakah pantas Bu?" tanya lisya kepada ibu nya sambil menatap diri nya di pantulan kaca,ia sudah rapih dengan gaun pernikahan dan make up yang natural namun ia sangat cantik dan elegan.
"Cantik,putri ibu sangat cantik" jawab ibu lisya
"Wahhh ka lisya sangat cantik,aku sampai tidak mengenali ka lisya" ucap Rina,adik lisya
"kamu bisa saja" lisya terkekeh mendengar pujian dari adik nya.
"Lisya,ayo nak kamu keluar,Deva sudah menunggu di sana" ajak Aira
"ah iya Bu sebentar" jawab lisya.
ia mengamati diri nya di depan kaca
'Bismillah semoga ini jalan yang benar' batin lisya,ia masih tidak menyangka akan menjadi seorang nyonya Deva Sanjaya
ia menuruni tangga dengan anggun,semua mata tertuju pada nya,termasuk Deva.
'Apa ini?! kenapa gadis itu sangat cantik' batin Deva.
'****!! bahkan vio kalah oleh nya' batin Deva lagi.
Lisya lalu duduk di samping Deva.
"Baik apakah acara nya sudah bisa di mulai?" tanya pak penghulu dan Deva mengangguk
"Jabat tangan saya pa" titah pak penghulu lalu Deva menjabat tangan nya.
"Bismillahirrahmanirrahim,Saya nikahkan dan saya kawinkan anda dengan lisya ananta binti Alm.Agus Setiawan dengan mas kawin Uang sebesar 50 juta US Dollar,50 persen saham perusahaan Sanjaya group,Dan berlian seberat 50 gram di bayar tunaaai"
__ADS_1
"Saya terima nikah dan kawin nya lisya ananta binti alm.agus Setiawan dengan mas kawin tersebut di bayar tunaaai" ucap Deva dengan sekali tarikan nafas.
"bagaimana para saksi? sahh?" tanya penghulu
"SAHHHH"
"Akhir nya Kaka nikah juga" ucap Lia senang
"Selamat menempuh hidup baru tuan" gumam leo.
"baik kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri,Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah"
"Kenapa mahar nya banyak sekali?" bisik lisya
"mama yang sudah menyiapkan nya" Jawa Deva dingin.
Ijab qobul pun telah terlaksana,skrng tinggal resepsi pernikahan nya.
"Mohon tuan untung menggandeng pinggang nyonya" ucap seorang fotografer saat akan memotret lisya dan juga Deva.
"Kenapa harus seperti itu?" tanya Deva mengangkat alis nya.
"Ini agar foto nya maksimal tuan" jawab fotografer
dengan ragu" Deva menggandeng pinggang lisya dan lisya meletakkan tangan nya di bahu Deva
"senyum sedikit tuan" ucap fotografer karena Deva tanpa ekspresi
lalu kedua nya senyum dan mendapat hasil foto yang maksimal
"ingat pernikahan kita hanya di atas kertas,jadi kau tidak usah memenuhi kewajiban mu sebagai istri" ucap Deva saat setelah selesai di foto
__ADS_1
"aku mengerti" jawab lisya.
"baguslah"
'vio aku minta maaf,Aku mengkhianati mu,Aku terpaksa menikahi nya' batin Deva menatap kosong arah depan.
"Apakah kau tidak akan mencintai ku?" tanya lisya dan Deva menggeleng
"cinta ku hanya untuk vio" jawab Deva.
"Baik lah,jika kau tidak akan mencintai ku,maka aku yang akan membuat mu mencintai ku" ucap lisya dengan senyum manis.
"Tidak akan bisa" ucap Deva datar.
"Baiklah kita jalani saja dulu,dan yang mencintai pasangan nya pertama kali,Dia kalah" ucap lisya
"kalah bagaimana? apa maksud nya?" tanya Deva tak mengerti
"kita taruhan,jika yang mencintai pertama kali,dia kalah dan hukuman nya adalah Dia harus mencintai pasangan nya se umur hidup nya" ucap lisya.
"Tentu,Pasti kau yang akan kalah,dan kau akan mencintai ku seumur hidup mu,tapi aku tidak akan mencintai mu seumur hidup ku,karena di hati ku hanya ada vio" jawab Deva percaya diri.
'Baiklah tuan,aku akan membuat mu kalah' batin lisya.
"Akhir nya Deva menikah dengan pilihan ku ya mas" ucap Aira kepada Andra.
"Iya,aku sangat bahagia memiliki menantu seperti lisya,dan yahhh aku tidak sabar ingin menimang cucu dari mereka" jawab Andra sambil merangkul Aira penuh sayang.
"Tentu,aku juga mas tidak sabar menimang cucu dari mereka"
...Next? spam like,vote sama komen yukš„...
__ADS_1