
creat....suara mobil mengerem di rumah Andra.
"kau boleh pergi Zee." ucap Andra lalu membuka pintu mobil dan segera masuk ke rumah nya.
"Sayang kau tidak apa"?." tanya Andra khawatir saat melihat keadaan istri nya yang tengah menangis sesenggukan.
"Mass aku salah apa?." tanya Aira mendongakkan menatap sayu ke arah suami nya yang tengah memeluk nya.
"Siapa yang berani meneror mu seperti ini?." tanya Andra geram.
"Aku tidak tau mas hiks hiks." jawab Aira.
"Sebentar yah." ucap Andra lalu melepaskan pelukan nya dan menghubungi seseorang.
"Hallo mom." ucap Andra.
"Iya ndra kenapa?." jawab mom Anita.
"Mom Aira baru saja mendapatkan teror dan Andra berfikir untuk memindahkan bodyguard yang ada di rumah momy untuk kembali ke sini." tutur Andra.
"Apa?! siapa yang berani" meneror menantu ku?! baik ndra bawa saja bodyguard mu nanti momy dan adik mu ke sana." jawab mom Anita yang nampak geram sekaligus khawatir Dengan keadaan menantu nya.
"baik mom ke sini saja bersama Lena dan Leni." jawab Andra lalu menutup panggilan nya.
Andra memang memperkerjakan banyak bodyguard yang jumlah nya ada 14 namun 3 hari yang lalu ia pindah kan ke rumah papi nya karena rumah papi nya sempat kemalingan dengan kondisi hanya ada para wanita saja yaitu mom Anita Lena dan Leni karena papi Sanjaya pergi ke Jepang untuk urusan kantor nya. dan kedua adik kembar nya sempat di ikuti oleh orang tak di kenal sehingga membuat kedua nya ketakutan.
yups!!! benar sekali 10 orang bodyguard di tugas kan untuk menjaga setiap sudut rumah papi Sanjaya dan 4 lain nya di bagi menjadi 2 untuk menjaga adik kembar nya.
"Lena Leni ayo kita ke rumah kakak mu Kaka ipar mu habis di teror oleh orang tidak di kenal." ajak mom Anita kepada kedua anak perempuan nya.
"Apa?!." kejut kedua nya.
"Ayo cepat ka siap" ke rumah Kaka kasian Kaka ipar pasti syok berat." ajak Leni buru".
dengan secepat kilat kini ketiga wanita itu sudah siap menuju rumah Andra dengan di kawal oleh 14 bodyguard dengan bagaimana pun Lena dan Leni masih takut dengan sosok laki" berpakaian serba hitam yang menguntit mereka beberapa hari lalu.
"Kamu tenang yah sayang yah ada mas di sini kalian sudah aman." ucap Andra mengecup Aira berkali kali berharap Aira tenang.
'Siapa pun yang berani mengusik keluarga ku akan ku pastikan hidup mu tidak tenang.' batin Andra geram.
"Deva tidak apa" kan sayang?." tanya Andra lirih.
"Tidak mas Deva langsung ku bawa masuk setelah teror itu ku buka." jawab Aira.
Baby Deva sudah tertidur dengan pulas di ranjang karena Aira tidak ingin anak nya mendengar keributan setelah kejadian itu.
"Sudah sekarang kamu istirahat yah momy Lena dan Leni sedang ke sini." titah Andra.
__ADS_1
"Aku takut mas." jawab Aira singkat dengan tatapan kosong.
Dengan cepat Andra mengangkat tubuh Aira ala bridal style menuju ranjang dan meletakkan nya sangat hati".
"Jangan takut mas akan menemani mu dengan deva." ucap Andra seraya mengelus kening Aira.
"Kenapa harus takut? kan ada mas sama Deva yang melindungi mu." lanjut nya lagi dan membuat Aira tersenyum.
"Janji akan menemani aku di sini yah." pinta Aira dengan wajah memelas dan membuat Andra mengangguk.
lama kelamaan Aira tertidur karena sentuhan Andra begitu lembut dan membuat nya mengantuk jadi ia tertidur.
Cup...Andra mengecup kening Aira sebelum ia beranjak pergi meninggalkan istri dan anak nya.
"Tidur yang nyenyak." gumam nya lalu pergi.
Andra pergi ke ruang kerja nya untuk memeriksa cctv yang ada di rumah nya.
"Nahh ini dia cctv hari ini." ucap nya saat menemukan Vidio cctv hari ini ia menonton lewat laptop dan memperlihatkan istri nya yang sedang beraktivitas bersama putra nya sampai orang misterius itu datang.
Orang itu mengenakan kaos hitam dengan masker hitam,topi hitam,dan celana pendek hitam.
"Siapa dia?." tanya Andra bingung.
ia memperhatikan gerak gerik laki" tersebut dan benar saja bahwa ia yang meletakkan kotak aneh dan ia melihat saat istri nya membuka kotak itu.
"Zee suruh orang untuk mencari orang yang memiliki motor dan plat nomor nya harus sama dengan foto yang sudah ku kirim kan." titah Andra saat sudah menghubungi Zee.
"Baik laksanakan tuan muda." jawab Zee dari sebrang sana.
mudah saja bagi Zee untuk menemukan motor seperti yang di maksud tuan muda nya karena ia sudah mengenal banyak orang yang pandai mengurus seperti itu.
ting tong ting tong suara bel rumah berbunyi.
"Siapa itu?." bingung Andra.
lalu ia berjalan dan membukakan pintu untuk seseorang yang sudah menunggu nya di depan.
"Momy." panggil Andra.
"Di mana menantu ku?." tanya mom Anita khawatir.
"Aira sedang istirahat di kamar mom dengan Deva juga." jawab Andra.
"Lena Leni ikut momy ke atas." kata mom Anita lalu berlalu bersama kedua Putri nya.
"Kalian ikut aku semua." ucap Andra datar mengarahkan pandangan nya kepada ke 14 bodyguard nya.
__ADS_1
"Baik tuan." jawab semua nya dengan menunduk.
mereka berjalan sampai dekat kolam renang dan Andra mulai membuka suara.
"Kalian sekarang ku tugaskan di rumah ku lagi dan kalian harus menjaga setiap sudut rumah ini 5 di depan 5 di belakang 2 di samping kanan dan 2 di samping kiri." jelas Andra.
"Dan besok aku akan menambah bodyguard lagi untuk menjaga istri ku saat keluar rumah dan menjaga rumah samping." lanjut nya lagi.
"Baik tuan." jawab semua serentak.
"Ya sudah sekarang kerja kan yang ku perintah kan." titah Andra datar.
dan dengan otomatis semua bodyguard menyebar ada yang ke samping depan dan belakang rumah.
dretttt drettt drettt ponsel Andra berdering.
"ya hallo Zee?." tanya Andra.
"Tuan saya sudah menemukan orang yang anda maksud." jawab Zee.
"Baik lah tangkap dia dan bawa ke kantor sekarang." titah Andra dan langsung menutup panggilan dengan sepihak.
ia bergegas menuju kantor untuk menemui Zee.
"Baik lah aku juga harus ke kantor." ucap Zee dan segera menuju kantor.
setelah beberapa menit kemudian Andra dan Zee datang bersamaan di kantor.
"Tuan ini dia orang nya yang sudah mengirim kotak aneh ke rumah anda." ucap Zee seraya menunjuk orang asing di samping nya.
"Siapa yang menyuruh mu? aku tidak mengenal mu jadi aku yakin kau hanya suruhan." tanya Andra datar.
"Sa...saya di suruh oleh nona Giska tuan." jawab orang itu dengan gemetar.
"Giska!!!." seru Andra mengepalkan tangannya dan menghantam tembok di depan nya.
"Zee bawa orang ini pergi." titah Andra datar.
"Baik tuan." jawab Zee lalu membawa orang itu keluar dengan badan yang sudah gemetar karena takut.
"Baik lah kau berani bermain main dengan ku maka terima akibat nya." geram Andra.
"Selesai sudah karir mu sebagai sekretaris." lanjut nya lagi.
mudah saja bagi Andra untuk mengakhiri karir Giska sebagai sekretaris karena pak Roy (Bos Giska) itu termasuk bawahan nya dan seluruh perusahaan nya itu Andra termasuk investor yang cukup berpengaruh dan ia cukup mengancam pak Roy jika ia tidak memecat Giska maka ia akan berhenti menjadi investor di perusahaan nya.
"Baik lah aku sudah menghubungi pak Roy maka karir mu sungguh sudah sangat selesai Giska terima akibat nya karena sudah berani mengusik keluarga ku." gumam Andra tersenyum sinis.
__ADS_1
Jangan lupa jejak ❤️.Maapin slow up ya guys.