Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
Jodoh baby Deva.


__ADS_3

Sudah 3 tahun lebih 3 hari usia Deva saat ini dan dia sudah aktif berjalan dan berceloteh ria kepada siapa pun.


namun ia sedikit berbeda dengan anak" seusia nya karena ia cenderung lebih pendiam dan keras kepala menurun dari sifat papa nya.


"Deva." panggil Aira.


"Yes mom?." jawab Deva santai dengan duduk di kursi bersama teman" nya yaitu buku" tebal.


"Makan dulu ya sayang ya." titah Aira menyodorkan nasi dan ayam kepada Deva.


"No mom Deva nda mau ayam." tolak Deva.


"Kenapa Deva ngga mau ayam?." tanya Aira heran.


"deva doesn't want to eat chicken, it's a shame the chicken was cut."jawaban Deva membuat Aira mengeryit kan kening nya


"Deva bilang apa? mama ngga ngerti." tanya Aira kebingungan.


"Deva kasian sama ayam nya ma masa di potong" buat makan Deva." jawab Deva dengan sedih mengelus Elus potongan ayam nya.


"Astaga kenapa anak ku sampai segitu nya?." heran Aira menepuk jidat nya.


"Kenapa sayang?." tanya Andra dari balik punggung Aira.


"Ini mas kata nya Deva kasian sama ayam nya."jawab Aira.


"Kenapa kasian?." tanya Andra bingung.


"Gatau lah anak kamu." jawab Aira mengangkat bahu nya.


"Kata nya sih kasian ayam nya mati di potong" trs buat makan gitu." lanjut nya lagi.


'Astaga liat ayam di potong udah kasian gimana kamu mau nurunin sifat psikopat papa.' batin Andra.


"yaudah ganti ajh lauk nya." kata Andra.


"Iya dah nanti mba Rani yang nyiapin Deva." jawab Aira.


mba Rani adalah pengasuh baru Deva sejak Deva berusia 8 bulan ia sudah di asuh oleh mba Rani.


"Mba rani nanti suapin Deva makan yah mba." titah Aira pada mba Rani.


"Ohh iya non." jawab mba Rani sopan.


"Sayang kita jadi dinner ke apartemen klien kamu?." tanya Aira.


"Jadi skrng kamu siap" yah kita sekalian ke mall beli bingkisan buat mereka." jawab Andra.


"Ayo Deva ke taman yuk sama mba Rani." ajak mba Rani sambil membawa baki berisi makanan Deva.


"nooo sus." tolak Deva cuek.


"yaudah Deva makan di sini ajh yah mba Rani suapin."

__ADS_1


"Hmm." jawab Deva dengan mengangguk.


"Ia masih sibuk dengan membaca buku" tebal nya seakan mengerti tulisan nya padahal ia masih berumur 3 tahun.


"mba kita pergi dulu yah nitip Deva di rumah." pamit Aira.


"iya non hati"." jawab mba Rani.


"Deva jangan nakal yah jangan ngrepotin mba Rani juga." ucap Aira mengelus kepala Deva.


"oke mom." jawab Deva tak mengalihkan pandangan nya dari buku nya.


"Ck ck ck dasar anak papa fokus banget sih." Andra menggeleng melihat tingkah putra nya.


"Ya sudah hati" di rumah ya mba." ucap Aira.


"Iya non hati" juga di jalan." jawab mba Rani.


mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah untuk pergi ke acara makan malam klien Andra.


"Sekarang Deva makan yahh." titah mba Rani.


Se suap demi se suap Deva sudah menghabiskan makanan nya.


"Mba Rani tinggal ke belakang dulu yah den." Deva mengangguk mengerti.


"Astaga bos kecil dingin banget kek gitu gimana gede nya." ucap mba Rani saat menuju dapur.


"Gapapa kali yah aku tinggal Deva di sana sendirian? lagi pula kan ada bodyguard banyak di depan." lanjutnya lagi.


mba Rani sudah kenal betul pengasuh bayi perempuan itu karena mereka berteman.


"Ran Deva mana?." tanya mba sari selaku pengasuh bayi perempuan itu.


"Biasa abis makan langsung sama buku" nya." jawab mba Rani.


"Ehhh gemoy banget bos kecil kamu?." puji mba Rani dan mba sari pun terkekeh.


"Nama nya siapa?." tanya mba Rani.


"Nama nya baby Alisya." Jawab mba sari.


"Wahh cantik banget kaya wajah nya." puji mba Rani.


Alisya baby berumur 8 bulan itu tersenyum ke arah mba Rani.


"Mba lani mbaa." panggil Deva dengan menyeret buku tebal nya.


Kedua orang dewasa tersebut kompak menoleh ke arah Deva.


"Kenapa den?." tanya mba Rani


"Deva haus." jawab Deva.

__ADS_1


"Ohh sbntr sini duduk mba Rani ambil kan minum dulu."


Deva pun duduk di samping mba sari dengan buku tebal di pangkuan nya.


baby Alisya memperhatikan gerak gerik Deva seakan tertarik pada nya.


"Oek...oek...oek..." tiba" saja Alisya menangis kencang.


"Ini den minum nya." mba Rani datang dan menyerahkan segelas air kepada deva.


"Ihh diem berisik banget sih." ucap Deva menutup telinga nya saat Alisya menangis kencang.


Tangan Alisya mengayuh seolah ingin duduk di pangkuan Deva.


"Aduhh gimana sih sayang? mau nya gimana?." tanya mba sari yang sudah kebingungan.


"Mungkin dia pengin sama Deva kali sar?." usul mba Rani.


"Boleh?." tanya mba sari kepada Deva.


Deva yang nampak bingung tak bisa berkata apa".


'Dalipada belisik dengel Dede itu nangis yauda gapapa lah.' batin Deva dan ia pun mengangguk.


dengan cepat mba sari meletakkan baby Alisya di pangkuan Deva dan sprti sebuah keajaiban baby Alisya berhenti menangis.


"Kek adem gitu ngga sih liat mereka?." bisik mba Rani kepada mba sari.


"He'em yah cocok gitu." jawab mba sari.


"Semoga pas gede mereka jodoh yah." bisik mba Rani lagi.


"Iya amin semoga orang tua mereka jodohin mereka." jawab mba sari.


"Nanti aku bilang deh sama non Aira syapa tau mereka cocok dan suka pasti jodoh kan Deva sama lisya?." kekeh mba Rani.


Deva sudah memangku Alisya tapi ia masih tetap memegang buku nya.


"Ihh diem Deva lagi baca buku." ucap Deva karena tangan Alisya tidak bisa diam.


"Mba lani ihh ini Dede nya." rengek nya pada mba Rani.


"Ohhh iya" den." jawab mba Rani.


mba sari segera mengambil Alisya dari pangkuan Deva dan bumm!!! Alisya menangis sekencang kencangnya.


"Ran aku balik dulu yah." pamit mba sari.


"Ohh iya sar hati" yah besok main lagi." jawab mba Rani.


"Iyah Babay." kata mba sari lalu keluar rumah dengan baby Alisya yang masih menangis.


"Kenapa sihh kamu tadi waktu sama Deva diem ko sekarang nangis sih sayang cup cup cup." mba sari berusaha menenangkan baby Alisya saat keluar dari rumah Andra.

__ADS_1


jangan lupa jejak ❤️.vote and like kalian sangat berarti buat othor ❤️.dan mon maap blm lancar up karena othor punya kesibukan di real live ❤️.


__ADS_2