Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
Sekretaris tidak tau diri


__ADS_3

...Hay,othor up lagi nihh💗Happy Reading semua nya🌻....


Tok tok tok, seseorang mengetuk pintu ruangan Andra.


"masuk" Andra mempersilahkan orang itu masuk


dan ternyata orang itu adalah Anggita


"Sudah ku bilang tadi,keluar lah" Andra sangat geram dengan tingkah Anggita.


"pak,klien nya sudah datang,lebih cepat daripada perkiraan kita" kata Anggita


"apa? sudah datang? Siapkan semua berkas untuk meeting sekarang" Andra gugup lalu ia merapikan meja nya dan lekas keluar


"Sudah saya siapkan tuan" jawab Anggita,ia membuntuti bos besar nya itu.


"Klien satu ini sangat penting, jangan sampai buat dia menunggu,cepat lah" Andra sangat gugup ketika menuju ruang meeting.


hanya 5 menit mereka turun dari lift dan berjalan ke ruang meeting,benar saja,klien Andra sudah datang.


"Morning Mr,Justin" sapa Andra menyalami tangan klien nya itu.


"morning too,Mr andra" jawab Mr Justin itu.


mereka kemudian membahas tentang kerja sama antar perusahaan mereka.


Anggita yang tengah menyiapkan laptop dan file untuk presentasi,skrng hanya memandang wajah tampan Andra yang tengah mengobrol dengan Mr Justin.


'Fine! aku ga salah pilih,Pak Andra ganteng banget,tapi sayang nya udah punya istri sama anak,punya atau engga,gue trabas' batin Anggita.


Woii lah,cari masalah ko sama mama nya Deva? Anda sangat salah nona!


Anggita terlihat begitu caper,saat meeting berlangsung,ia menatap Andra terus menerus dan berusaha menyajikan secangkir kopi untuk Andra dan klien nya,tapi Andra tidak meng gubris itu.


pukul 11,meeting itu sudah selesai dan Mr Justin sudah kembali ke perusahaan nya.


sedangkan Andra dan Anggita masih di ruang meeting untuk merapikan semua berkas" penting


Andra membuka laptop dan membaca kembali file kerjasama antar perusahaan,sekalian memantau cabang" perusahaan nya.


"Tuan,anda sangat lelah bukan? saya akan memijat tuan" tawar Anggita menyentuh pundak Andra.

__ADS_1


"Tidak usah,aku tidak lelah" jawab Andra dingin.


"Baik lah saya akan memijat kepala bapak" tangan nya berpindah je kepala Andra.


Andra mencekal tangan Anggita dengan penuh amarah.


"Kenapa bapak?" Anggita yang bingung kemudian merubah posisi nya menjadi di samping bos nya itu.


"tidak usah kurang ajar,aku tidak suka di sentuh" seperti itu" jawab Andra menghempas kasar tangan Anggita.


"Aduh" kepala saya pusing pa" Anggita berpura pura dan mencari kesempatan dalam kesempitan,ia menjatuhkan tubuh nya di dada bidang Andra


"mas Andra" panggil Aira dari arah pintu membawakan makan siang untuk Andra.


sontak Andra dan Anggita menoleh ke arah Aira yang tengah menggandeng Deva juga.


"Massss" lirih Aira,sebutir cairan bening menetes dari mata lentik nya.


"Ra,ini ngga sesuai apa yang kamu pikirkan" Andra berusaha mengejar Aira yang sudah berjalan cepat dengan menggendong Deva.


'ternyata mimpi ku benar,ada bunga baru di dalam rumah tangga ku,Kenapa aku harus mengalami ini' batin Aira,hati nya sangat hancur berkeping-keping saat melihat suami nya berpelukan mesra dengan wanita lain.


"Aku harus kuat" lirih nya sembari menghapus air mata nya.


"engga sayang,mama cuma kelilipan ajh ko" jawab Aira yang menampilkan senyum palsu nya


'ini pasti gara" Tante yang kemarin di resto' batin Deva merasa tidak suka dengan Anggita.


semua mata karyawan tertuju kepada Aira yang tengah menangis,berjalan cepat dengan menggendong Deva.


"Liat deh,pasti ibu Aira kecewa banget,kasian dia,pasti gara" sekretaris baru itu" bisik salah satu karyawan


"Iyah,tega banget si Anggita,udah tau pak Andra udah ada istri,masih ajh ganjen" jawab karyawan lain.


"Aira!!! semua ini ngga bener! aku ngga ngelakuin itu" Andra berhasil mencekal tangan Aira.


"Udah mas udah! terbukti kan! mimpi aku jadi nyata!" jawab Aira dengan menangis.


"Aira,sayang,ngga kaya gitu" ucap Andra memelan.


"Anggita!" panggil Andra dengan nada keras hingga yang di panggil mendekat.

__ADS_1


tatapan nya sangat sinis saat menatap Aira.


"Iya pak?" jawab Anggita.


"Plak!!" sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan Anggita.


semua karyawan di sana terlonjak kaget melihat CEO nya itu.


"dasar sekretaris tidak tau diri! mulai dari sekarang kamu saya pecat!" bentak andra.


"Loh? ko saya di pecat pak? salah saya apa?" astaga! Anggita!!! pengin othor getak dehh!.


"Buat apa kamu goda suami saya?" Aira menbalikkan tubuh Anggita dan sekrng mereka berhadapan.


"Kamu suka sama suami saya?" tanya Aira dengan wajah datar nya.


"Iya,saya suka dengan pak Andra tapi sayang nya pak Andra terlalu menyayangi anda nona,di pikir" anda tidak ada apa" nya jika di banding dengan saya" jawab Anggita,Andra ingin melayangkan tamparan lagi tapi Aira mencegah nya.


"Astaga kenapa ular semacam ini masih saja mengganggu rumah tangga ku" Aira menunduk,ingatan nya tentang Giska kembali ke kepala nya.


"Aku memang sudah tidak cantik lagi" Aira memelankan suara nya.


"Tapi aku tidak akan membiarkan suami ku di goda oleh wanita seperti mu!!" bentak Aira sekaligus menampar pipi Anggita.


Sekali lagi semua karyawan di buat tercengang dengan sikap Aira.


"Berani" nya kamu menampar saya!" Anggita hendak menampar Aira namun Aira menahan tangan nya.


"Tidak malu dengan perbuatan mu? Apakah tidak ada laki" lain selain suami ku yang bisa kau sukai?" ucap Aira.


Andra di buat bengong dengan sikap Aira yang sangat berani itu.


Aira bisa jadi cupu,bisa juga jadi suhu(othor:)


"Jika masih ingin hidup pergi lah dari sini" ancam Aira mendorong Anggita.


"akan ku pastikan rumah tangga kalian tidak akan pernah bahagia" jawab Anggita geram.


"berani mengusik keluarga ku,sama saja kau berurusan dengan maut mu" kata Andra dengan wajah datar nya lagi.


"Dan kau pak Andra,aku akan pastikan suatu saat kau akan menjadi milikku" Anggita menatap bos nya itu.

__ADS_1


"Tidak akan ku serahkan pada kampret yang durhaka" kata Aira menatap remeh Anggita.


...See you next part Readers:)...


__ADS_2