
"Akhhh sakit ka." desah lisya karena Deva terlalu cepat dalam permainan nya.
seakan tidak peduli Deva masih terus menghujam titik kewanitaan lisya dengan cepat dan kasar.
"Ahh ka berhenti dulu lisya cape." rintih lisya sekarang dengan tangis nya.
Deva yang tengah dalam keadaan mabuk tidak memperdulikan lisya dan masih fokus dengan kegiatan nya yaitu menjadikan lisya pemuas nafsu nya.
"Udah ka udah lisya lemas hiks hiks." Rintih lisya yang merasa permainan Deva terlalu kasar dan itu adalah pengalaman pertama bagi nya.
tatapan Deva begitu tajam sehingga membuat lisya diam tak bersuara padahal sungguh dia sudah sangat lelah.
"Ka lisya mohon sudah." rintih nya lagi dengan suara terbata".
bukan nya berhenti Deva justru membungkam mulut lisya dengan bibir nya dan ******* nya secara kasar.
"Hmmmp" lisya berusaha memberontak namun Deva menggenggam tangan nya berusaha memberikan dia ketenangan.
'Tuhan kenapa seperti ini nasib ku? kenapa malam pertama ku justru seperti Mala petaka tidak seperti yang ku bayang kan.' tangis lisya dalam batin nya.
Tak hanya di situ saja Deva beralih menelusuri leher jenjang nan putih mulus milik lisya.
__ADS_1
"Eughh." lisya melenguh pelan dan menggeliat karena baru merasakan sensasi itu pertama kali nya.
"Akhhh sakit ka." desis nya saat Deva menggigit ****** payudara nya dan semakin menambah kecepatan bermain nya.
Deva terus memaju mundur kan pinggul nya dengan kecepatan yang sudah tidak beratur lagi.
"Ka sudah lisya cape badan lisya remuk." rintih lisya benar" merasa sakit semua terutama pada bagian inti kewanitaan nya.
"Sudah diam terima saja malam ini sayang." Deva menyeringai.
Deva bermain seperti tanpa rasa puas dan tidak memperdulikan keadaan lisya yang sudah sangat memprihatinkan saat itu.
Ia memeluk lisya dan meremas payudara nya kuat membuat lisya kesakitan di tambah lagi Hujaman Hujaman keras dan kasar di bawah sana.
namun berbeda dengan realita nya sekarang,ia sedang di hujan habis"an oleh orang yang ia cintai namun tidak mencintai nya.
"Sa sakit ka sakit." lisya semakin histeris saat Deva dengan ganas nya meremas dan menggigit payudara nya bergantian.
"Akh!." pekik Deva setelah merasakan pelepasan nya yang pertama kali nya. PERTAMA KALI NYA!.
ia tumbang di atas lisya dengan posisi masih menyatu dengan lisya.
__ADS_1
Cup!!!.
Deva mengecup kening lisya lembut.
"Terima kasih Vanya." Kata Deva lirih masih berada di atas tubuh lisya.
Duar!!!.
hati lisya seakan hancur! air mata bercucur dengan deras nya dari mata lentik nya.
baru saja suami nya menghujam nya habis"an seperti orang kesetanan dan setelah itu dengan enteng nya ia mengucap nama Vanya?.
Hancur? sangat hancur perasaan lisya saat itu dan entah lah apa yang akan terjadi di hari esok kepada diri nya.
Ia sedikit menggeser tubuh nya agar Deva berpindah dari atas diri nya.
'Malang sekali nasib ku.' batin nya merasa di bodohi oleh suami nya sendiri.
Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos nya dan ia tertidur dengan air mata yang tak mau berhenti mengalir.
***Hayyy Readers tersayang ❤️.gimana nihh cerita lisya sama Deva? baru dikit maapin.kalo bagus author mau bikin cerita lisya sama Deva nihhh tapi kalo ngga menarik yauda di pending dulu❤️.
__ADS_1
jangan lupa like,komen, and vote nya❤️***.