
saat sudah sampai di depan villa Andra membangunkan aira.
"Heyy bangun lah ini sudah sampai." kata Andra.
Aira pun mengucek ngucek mata nya lalu terbangun dan segar kembali.
"sudah sampai yah mas?." tanya nya semangat namun masih ngantuk.
"Sudah." jawab Andra.
Aira pun bergegas keluar dari mobil dan menuju villa tempat ia dan Andra beristirahat.
saat Aira sudah di sana ia langsung merebah kan tubuh nya dengan posisi terlentang
Andra yang baru masuk pun di buat tercengang sebab melihat Aira yang terlentang membuat kedua gundukan bukit nya terlihat menonjol.
Aaaah kenapa ini heyy junior turun lah hanya melihat begitu saja kau langsung berdiri tegak.dasar baperan.
gerutu Andra dalam hati.
"Ehh mas Andra kenapa disitu?.kesini lah cepat." titah Aira lalu berdiri dan meraih tangan Andra supaya Andra duduk di samping nya.
"Emmm Aira..."panggil Andra ragu
"Iya mas kenapa?." jawab Aira.
"Boleh kah aku meminta hak sebagai suami sekarang?." tanya Andra dengan sedikit ragu.
dug...dug...dug...jantung Aira berdegup kencang dan bergemuruh.
__ADS_1
bagaimana ini jika ku tolak pasti aku dosa. batin Aira merasa bimbang.
Aira pun mengangguk malu"
dengan cepat Andra mendorong pelan tubuh Aira ke ranjang lalu ia mencium bibir Aira lembut karena Aira tak kunjung membuka bibir nya Andra menggigit bibir bawahnya aira sehingga Aira reflek membuka bibir nya Andra tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan langsung mencium Aira dengan leluasa.
ciuman itu pun semakin dalam dan menjadi luma**n karena Andra menekan tengkuk aira...setelah puas dengan bibir ranum Aira Andra pun turun menyusuri leher jenjang istri nya dan meninggal kan banyak stempel kepemilikan di sana.
Aira hanya menggeliat kegelian ia merasakan sensasi aneh yang tak bisa di ungkap kan dengan kata".
entah sejak kapan mereka berdua polos tanpa sehelai benang pun.
saat Andra akan memulai aksi nya Aira nampak khawatir.
"mas apakah rasa nya akan sakit?." tanya Aira.
"Iya pada awal nya tapi kau tenang saja aku melalukan nya dengan pelan"."jawab andra dan Aira hanya mengangguk lalu tersenyum.
ia meremas erat kain sprei putih yang menjadi saksi penyatuan mereka.
"Sa...sakit mas." ucap Aira masih menitikan air mata menahan perih di bawah sana
"Tenang lah sayang ini blm sepenuh nya masuk." jawab Andra berusaha melakukan penyatuan itu selembut mungkin.
Aira yang merasa ada sebuah benda tumpu menghentak hentak ingin masuk namun tak bisa hanya menangis menahan perih nya.
Andra masih berusaha memasukan seluruh nya karena masih sangat sempit di sana.
saat semua nya masuk Andra pun lega dan melakukan itu selembut mungkin.
__ADS_1
"Ah...mas sakit." Rintih Aira.
"Tenang lah sayang sebentar lagi akan berubah menjadi rasa nikmat." balas Andra yang menambah kecepatan bermain nya.
tak lama kemudian pertahanan Aira pun runtuh terobek oleh Andra
"Ahh mas kau ini." rintih Aira tak bisa di pungkiri ia merasa bahagia saat merasakan sensasi yang blm pernah ia rasakan sebelum nya.
"Kenapa sayang? kau mau lebih dari ini?."tanya Andra menggoda lalu menambah kecepatan bermain nya.
Andra berhasil membuat Aira tak perawan lagi.
Aira yang terus merasakan kesakitan seperti bagian tubuh nya ada yang robek di bawah sana.
Andra terus bermain main di sana hingga membuat Aira kewalahan menghadapi nya.
"Mass pelan" ini sakit." pinta Aira karena Andra bermain terlalu cepat.
"Iya sayang iya." jawab Andra lalu mengurangi kecepatan nya.
saat di rasa sudah mencapai puncak nya Andra menambah kecepatan bermain nya lagi
"mas kenapa kau cepat sekali aku sudah lelah." rintih Aira yang sudah entah keberapa kali melepas kan hasrat nya.
Saat Andra melalukan pelepasan pertama nya ia tumbang di atas tubuh istri nya.
"Terima kasih sayang kau sudah memuaskan ku." kata Andra lalu mengecup kening Aira.
Aira hanya mengangguk lalu Tersenyum.
__ADS_1
Andra turun dari tubuh istri nya yang polos dan sudah tertidur pulas karena terlalu kelelahan melakukan aktivitas panas nya
Andra menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua dan mereka tertidur dengan kesadaan saling berpelukan.