Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
Pembuktian.


__ADS_3

hari nya Aira yang baru selesai mandi pun langsung bersiap siap untuk pergi ke kantor Andra.


sambil menunggu jemputan ia pun makan cemilan yang ada di depan nya.ia makan dengan lahap padahal sudah rapi dengan dress putih se lutut nya tapi ia tidak bisa diam jika ada banyak cemilan di depan nya memang semenjak hamil dia ingin terus menerus ngemil dan ngemil bahkan saat sedih pikiran nya pun di penuhi dengan cemilan dan sekarang tubuh nya semakin berisi.


tok...tok...tok...seseorang mengetuk pintu.


"Nona muda anda sudah siap?."tanya Zee.


"Ohh aku sudah siap."jawab Aira.


"Baik lah ayo nona."ajak zee.


Aira pun mengangguk dan mengikuti Zee ke dalam mobil meninggalkan bungkus" cemilan di sana.


beberapa menit kemudian Aira dan Zee pun sampai di depan gedung Sanjaya Group pimpinan Andra.


Aira berjalan di depan dan semua karyawan menunduk hormat karena sudah tau siapa aira dan di balas senyum serta anggukan oleh Aira.


Aira dan Zee menaiki lift untuk menuju ruangan Andra dan saat sudah sampai nampak Andra yang sedang duduk di kursi kebesaran nya.


"Ehh sayang."ucap Andra lalu berdiri dari duduknya.


"Mas."jawab Aira lalu meraih tangan Andra lalu mengecup punggung tangan nya.


"Duduk dulu yah ngga baik kalo ibu hamil berdiri terus."titah Andra lalu menuntun Aira untuk duduk.


"Mas ada cemilan?."tanya Aira.


"Buat apa sayang?."tanya Andra bingung.


"Buat makan lah aku sekarang jadi cepet laper nih gara" anak kamu."sungut Aira.


"Hehehe maaf sayang ya sudah nanti mas belikan cemilan yah."ucap Andra


"Sekarang mas."rengek Aira.


"Zee belikan cemilan yang banyak untuk istri ku."titah andra kepada Zee dan Zee pun mengangguk.


"Aku cape mas sana kamu minggir."ucap Aira ingin rebahan di sofa panjang di ruangan suami nya.


'Sejak kapan Aira berani memerintah ku? apa seperti ini perubahan ibu hamil?.'gumam Andra dalam hati namun hanya menurut saja.


Ceklek...pintu terbuka dan menampakkan Zee dengan banyak cemilan.melihat itu mata Aira berbinar binar dan senyum manis mengembang di bibir mungil nya.


"Sini sini cepat bawa sini."Pinta Aira tidak sabar.

__ADS_1


"Sabar sayang sabar."ucap Andra geleng" dengan tingkah istri nya.


Zee meletakkan semua cemilan di meja dekat sofa yang di gunakan oleh Aira untuk rebahan.


"Ayo cepat putar cctv nya aku tidak ingin lama" di sini."ucap Aira sambil membuka cemilan nya.


"I...iya sayang."jawab Andra.


Aira pun kembali rebahan sambil memakan cemilan dan melihat suami nya sedang mempersiapkan segala hal untuk memutar cctv.


"Sayang kita pasti kenyang makan sebanyak ini."Gumam Aira mengelus perut nya sendiri.


Andra hanya menatap Aira dengan tatapan bingung dan geleng" kepala.


'Memang yahh mood ibu hamil mudah sekali berubah ubah tadi pagi dia menjadi dingin seperti es dan sekarang apa itu? dia jadi seperti itu.'batin Andra masih geleng" kepala.


"Apa liat"!."ucap Aira menyadari diri nya sedang di tatap aneh oleh Andra dan suara itu membuyarkan semua pikiran Andra.


"Ti tidak sayang tidak apa."jawab Andra.


"Sayang putaran cctv nya sudah di mulai kau harus melihat nya dengan detail."ucap andra.


Aira pun masih rebahan tak jelas dengan nyemil makanan nya dia memperhatikan dengan detail dan tatapan aneh nya.


"Untuk apa dia datang ke sini mas?."tanya Aira masih dengan aktivitas nya memasukkan cemilan ke mulut nya.


"oo begitu."jawab Aira manggut-manggut.


hingga di tengah" Vidio mata Aira mendelik sempurna saat melihat Giska duduk di pangkuan suami nya dan membelai mesra rahang suami nya.tatapan Aira sudah berubah menjadi tatapan membunuh dan sekarang ingin sekali dia bertemu wanita itu lalu menampar dan menjambak nya.


'Heyy ternyata wanita ular itu yang menggoda suami ku awas saja kau dasar wanita ular aku tidak akan mengampuni mu.'geram Aira dalam hati dengan meremas kesal bungkus cemilan yang sudah habis.


"Sudah kan sayang? sudah percaya kalau aku tidak ada apa" dengan Giska?."tanya Andra.


"Hemm tapi kamu jangan dekat" wanita itu lagi aku tidak suka pada nya mas."jawab Aira masih dengan tatapan sadis nya.


'Huft selesai sudah pembuktian ku.'batin Andra lega.


"Sudah donk sayang jangan gitu natap nya."ucap Andra lalu duduk di sebelah istri nya dan membelai pipi nya.


"Aku ngga suka ajh mas di gituin sama wanita ular itu."jawab Aira sedikit merubah tatapan nya dan kembali memakan cemilan nya.


"Iya tapi kan mas sudah tidak ada apa" dengan nya sayang."jelas Andra.


"Hemm sudah lah."ucap Aira.

__ADS_1


beberapa menit kemudian...


tiba" Aira yang sedang duduk merentangkan kedua tangan nya dan mendapat tatapan aneh dari Andra.


"Kenapa?."tanya Andra.


"Gendong."rengek Aira.


'Astaga nona kenapa anda bisa begitu di depan saya?.'batin Zee.


"Zee kau pergi lah terima kasih sudah membantu ku."titah Andra pada Zee.


"Baim tuan.'jawab Zee lalu melenggang pergi keluar.


"Cepat mas gendong aku kalo nggak aku ngga jadi maafin kamu."ancam Aira.


"Utututu Tayank tayank sini" tumben manja?."kata Andra lalu menggendong Aira de depan.


"Ngga tau aku pengin di manja kamu mas."jawab Aira sejenak masalah nya dengan Andra hilang saat Andra menggendong nya dan Aira mendusel dusel kan kepala nya di leher Andra.


'Astaga berat badan nya menambah berapa kilo?.'batin Andra merasakan kalau tubuh Aira berat.


"Apa aku berat mas?."Tanya Aira.


"Sedikit."jawab Andra dengan sangat lirih.


"Apa?! jadi aku gemuk mas?!."Tanya Aira kesal bersungut-sungut saat Andra mengatainya berat.


"Tidak sayang kamu tidak gemuk."ucap Andra.


"Aku begini juga gara" ulah kamu mas."kesal Aira.


"Iya sayang iya maaf" udah yah sekarang kamu bobo yah ibu hamil ngga boleh cape."ucap Andra berusaha menenang kan Aira yang sudah mempunyai sungut di kepala nya.


Cup...Andra mengecup kening Aira.


"Tidur yah."Ucap Andra.


entah lah hari ini sungguh benar" aneh sifat Aira dari pagi hingga sore sangat lah berbeda dan berubah drastis dari yang nada bicara nya se dingin es balok dan nada bicara nya yang ketus dan terkesan galak tapi tidak apa" dan sekarang mungkin ia mengantuk karena terlalu banyak memakan cemilan namun Andra memaklumi itu semua karena bagaimana pun juga itu karena ulah nya.


"Tidur lah sayang."gumam Andra saat Aira sudah tertidur dengan posisi masih di gendong.


'Tangan ku bisa patah kalau begini setiap hari.'ucap Andra dalam hati merasa perubahan berat badan Aira begitu drastis.


ia pun meletakkan Aira di ranjang tempat tidur yang ada di dalam ruangan nya.

__ADS_1


"Tidur yang nyenyak yah sayang mas mau kerja lagi."ucap Andra mengelus pipi Aira lalu mengecup kening nya dan berpindah untuk mengecup perut Aira.


Jangan lupa jejak ❤️.


__ADS_2