
"permisi nona." ucap dokter yang menangani Andra.
"iya dok kenapa?." tanya Aira menatap dokter itu dengan mata lelah.
"nona,tuan Andra terlalu banyak kehilangan darah akibat tembakan di perut nya dan sekarang ia membutuhkan donor darah." tutur dokter tersebut.
"apa golongan darah suami saya dan saya sama dok?." tanya Aira dengan mata berkaca-kaca.
"nona ikut lah dengan saya dan nona akan di tes di laboratorium."
"baik dok." Aira segera mengikuti dokter tersebut sampai tiba di tempat pengecekan darah.
setelah di cek ternyata golongan darah Aira sama dengan golongan darah Andra.
"tapi nona ini sangat beresiko karena nona juga mempunyai penyakit anemia." kata dokter tersebut.
"tidak apa" dok demi suami saya tidak apa"." jawab Aira.
"Nanti nona akan sering merasa pusing dan lemas nona." jelas dokter.
"Tidak apa" dok saya bisa mengatasi nya." jawab Aira.
"baik lah kami akan mengambil darah nona." kata dokter tersebut dan Aira di suruh berbaring dan proses mendonorkan darah itu pun terjadi.
'gapapa mas ini demi kamu semoga kamu cepet sadar yah.' batin Aira,mata nya sudah berkaca-kaca saat mengingat suami nya masih terbujur lemas di brangkar rumah sakit.
beberapa menit kemudian proses mendonorkan darah itu selesai dan suster membawa darah Aira untuk segera menolong Andra.
"Pusing,lemas sekali ya Allah." keluh Aira memegangi kepala nya yang sedikit pusing setelah berdiri.
ia keluar ruangan dengan di tuntun oleh suster dan di suruh untuk menunggu di depan ruangan Andra.
"Aira"."panggil mom Anita dan papa Sanjaya.
__ADS_1
"iya ma pa?." jawab Aira mendongak menatap kedua nya.
"kenapa bisa terjadi sayang?." tanya mom Anita memeluk Aira.
"Aira juga gatau ma Zee yang mengabarkan kalau mas Andra tertembak oleh giva dan Aira langsung ke sini." jawab Aira meneteskan air mata.
"Deva di mana?." tanya mom Anita celingukan mencari cucu nya.
"Deva sudah pulang bersama Zee dan di rumah ada mba Rani." jawab Aira.
"kamu kenapa pucat nak?." tanya papa Sanjaya.
"Aira abis donorin darah buat mas Andra pa." jawab Aira.
"lhoo? kamu kan darah rendah nak kenapa kamu donorin darah kamu?." tanya mom Anita.
"kata dokter mas Andra butuh darah nya cepet jadi Aira donorin darah Aira ma." jawab Aira.
"kamu keliatan cape banget nak." kata mom Anita mengelus rambut Aira.
"sudah bawa baju ganti?." tanya mom Anita
"sudah tadi Zee yang mengantar nya ke sini." jawab Aira.
"kenapa Deva tidak di ajak ke sini saja?." tanya papa Sanjaya.
"pa anak kecil ngga boleh lama" di rumah sakit." jawab Aira.
"Nona dan keluarga tuan Andra?." tanya dokter yang baru saja keluar dari ruangan.
"ohh iya dok bagaimana keadaan anak saya?." tanya mom Anita.
"Alhamdulillah donor darah nya berhasil dan kita tinggal menunggu tuan Andra sadar." jawab dokter tersebut.
__ADS_1
"Alhamdulillah terima kasih ya dok." kata mom Anita dan dokter itu mengangguk.
"ya sudah kalau begitu saya pamit dulu non." kata dokter itu dan di balas senyum oleh semua nya.
"ayo nak masuk." ajak mom Anita menggandeng tangan Aira.
hati mom Anita teriris ketika melihat putra nya sedang terbaring lemah dengan wajah yang pucat dan perut yang di perban.
"nakk." panggil mom Anita lirih memegang tangan Andra.
"bangun yahh di sini sudah ada momy,papa,dan Aira istri cantik nya kamu." lanjut mom Anita berusaha sekuat mungkin untuk tidak menangis.
"tapi sayang Lena dan Leni tidak ikut ke sini karena mereka sudah berangkat ke luar negeri untuk kuliah."lanjut mom Anita.
"tapi gapapa nak ga ada adik kamu sebagai ganti nya kan ada istri kamu."
"istri kamu juga sudah donor kan darah buat kamu lhoo nak masa kamu ngga bangun" sihh." lanjut mom Anita lagi.
"Aira kamu keliatan cape banget ganti baju dan tidur yah nak biar momy yang menjaga Andra." titah mom Anita.
"engga ma gapapa ko Aira ga cape Aira pengin temenin mas Andra terus." tolak Aira.
"iya kan kamu istirahat di sofa nak tidur lh dulu mata mu sudah merah karena kurang tidur di sini ada momy sama papi dan di situ ada sofa jadi kamu istirahat tanpa harus meninggalkan Andra." jelas papa Sanjaya.
"udah sana gih ganti baju dulu abis itu rebahan yahh di sofa biar momy yang jaga Andra." titah mom Anita dan Aira pun mengangguk patuh karena jujur saja ia memang sudah sangat lelah.
"liat nak istri mu itu bawel sekali di suruh istirahat ngga mau malah pengin nya jagain kamu terus." mom Anita seperti mengadu kepada putra nya.
Setelah Aira berganti baju ia pun segera membaringkan tubuhnya di sofa ruang VIP di mana Andra di rawat.
"Cape banget ya nak sampe nyenyak banget tidur nya." gumam mom Anita menatap Aira yang sudah terlelap.
**Hayy Readers tersayang jangan lupa like komen and vote nya yah❤️ itu semua berarti banget buat author❤️ makasih juga buat yang setia nungguin up nya author dan mengikuti novel author dari awal sampai sini❤️.
__ADS_1
...See you next part Guys🐣**....