
"Sayang kita pulang yah."ucap Andra masih memeluk Aira.
tak kunjung di jawab Andra melihat wajah Aira yang tengah tertidur di pelukan nya.
"Ck tidur rupa nya pantas saja tidak di jawab." gumam Andra lalu dengan sigap mengangkat tubuh Aira ala bridal style lalu membawa nya ke lift untuk pulang.
"Zee siap kan mobil cepat." perintah Andra.
"Baik tuan."jawab Zee.
setelah mobil siap Andra memasuk kan Aira ke mobil dan masih setia memangku istri nya yang tengah berbadan dua karena ulah nya.
"Zee kau pulang lah temani istri mu di rumah." titah Andra saat mobil berhenti di depan rumah nya.
"Baik tuan muda terima kasih." jawab Zee.
Andra kembali mengangkat tubuh Aira ala bridal style dan membawa nya ke rumah.
saat tuan muda nya sudah menghilang dari pandangan nya Zee kembali menancap gas nya dan menuju rumah nya sendiri di mana ada istri yang menanti di sana.
sementara Andra masih terus berusaha menaiki satu demi satu anak tangga untuk sampai di kamar nya dengan menggendong Aira yang berat nya semakin bertambah.
"Ayo ndra kamu bisa satu lagi kamu sampai."gumam Andra dengan wajah merah dan kaki yang sudah lelah melangkah.
"Huft tangga terakhir pasti bisa lewatin ini."gumam nya lagi.
"Yesss akhir nya sampai juga." ucap Andra dengan nafas Ter senggal senggal.
Ia kembali membawa Aira ke kamar dan merebah kan nya dengan sangat hati" di ranjang nya.lalu ia sendiri ke kamar mandi untuk bebersih.
"Selamat tidur sayang." ucap Andra setelah selesai dan merebah kan diri nya di samping Aira.
"Anak papa selamat malam sayang." ucap nya lagi lalu mengecup perut besar Aira dan mengecup kening Aira.
__ADS_1
tak lupa ia tidur juga dengan memeluk Aira.
malam terasa cepat sekali hingga pagi menjelang.hingga Aira merasa kan ada gerakan dari perut nya seperti sebuah tendangan dan membuat mata nya langsung segar begitu saja.
"Mas bangun mas." ucap Aira mengguncang bahu Andra agar sang empu terbangun.
"Iya sayang kenapa."Jawab Andra masih memejamkan mata nya.
Aira menarik tangan Andra dan meletakkan nya di perut besar nya,membuat Andra langsung membuka mata nya.
"Sayang benar kah itu bayi kita?!." tanya Andra antusias dan langsung mengubah posisi nya menjadi duduk.
Aira mengangguk cepat.
"Iya mas ini utun kita." jawab Aira.
"Sebenar nya sudah lama mas aku merasakan ini tapi ini yang paling kuat mas." jelas Aira.
Terlihat jelas wajah Andra yang nampak terharu bisa merasakan tendangan dari kaki mungil sang jabang bayi nya.
"Utun nendang" gini kamu sakit ngga?."tanya Andra mendongakkan kepalanya menatap wajah cantik istri nya.
"Engga mas cuma geli trs bikin kaget ajh gitu sebenar nya belum percaya juga sih ada makhluk hidup di perut aku." jawab Aira.
"Sayang kamu jangan sampai bikin Mama sakit yah nak kasian lhoo mama." gumam Andra kembali mendekat kan wajah nya ke perut Aira.
Aira terkekeh kecil melihat Andra yang sedang asik berkomunikasi dengan anak yang masih di kandungan nya walaupun tidak di jawab oleh utun tapi Andra terus bergumam dan sesekali mengelus perut Aira.
"Mas kata dokter kalo usia kandungan nya sudah 8 bulan utun bisa mendengar kita dari dalam sana lhoo." ucap Aira.
"Benar kah?."tanya Andra mendongak menatap Aira dengan tatapan penasaran.
"Iya mas utun bisa denger kita dari dalam sana." jawab Aira sembari mengangguk.
__ADS_1
"hallo utun kamu dengar papa sayang?." tanya Andra yang sekarang mendekat kan telinga nya ke perut Aira.
"Mana sayang ko utun ngga jawab?." tanya Andra polos.
"Ya iya lah mas utun kan masih kecil masih di dalam juga jadi mana mungkin utun jawab." jawab Aira terkekeh.
"Ahh gitu." ucap Andra mengerti.
"terima kasih ya sayang sudah bersedia menjadi istri mas dan menjadi ibu dari anak" mas." ucap Andra menatap lekat aira.
"Itu udah tugas aku mas." jawab Aira.
Andra menarik Aira ke pelukan ny lembut lalu memeluk nya dengan erat dan berulang kali mengecup kening nya.
"Sebentar lagi bakal ada malaikat kecil yang hadir di antara kita." gumam Andra seraya mengelus perut Aira.
"Sehat" di sana ya sayang." gumam Aira lalu menyembunyikan wajah nya di dada bidang suami nya.
mereka berpelukan cukup lama sampai lupa waktu bahwa sekarang sudah pukul set 8 pagi.
"Mas kamu ngga ke kantor?."tanya Aira.
"ohh itu mas berangkat jam 10 sayang." jawab Andra.
"sekarang mas mau memanjakan istri mas ini." lanjut nya lagi.
"Apaan sih mas bisa ajh kamu ini." ucap Aira dengan wajah merah karena tersipu malu.
"Kamu malu sayang?."goda Andra.
"Emmm." gumam Aira lalu semakin menenggelamkan wajah nya di dada bidang suami nya.
berada di pelukan suami memang posisi yang paling nyaman bagi Aira selain bisa mencium aroma khas suami nya ia juga sangat merasakan betapa suami nya mencintai nya.dan Andra merasa senang bisa memeluk istri nya dan mencium aroma harum rambut Aira.
__ADS_1
Cup...cup...cup...Andra mengecup kening dan pucuk rambut Aira berkali kali hingga ia puas.
Jangan lupa jejak ❤️.