Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
Sadar


__ADS_3

Sekitar pukul 5 pagi hari semua orang tertidur di ruangan Andra.


Aira tidur di sofa papa tidur di kursi dekat momy dan momy tidur di dekat Andra dengan memegang tangan putra nya.


Andra membuka mata nya menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam retina nya lalu menggerakkan sedikit jari" nya.


"Di mana aku ini?." gumam Andra memandangi seluruh ruangan yang nuansa putih.


ia menengok ke arah samping di mana ada momy nya yang sedang tidur dengan memegang tangan nya.


"ma." lirih Andra.


merasa ada pergerakan di dekat kepala nya momy Anita terbangun lalu mengedipkan mata nya mengumpulkan kesadaran nya.


"Andra kamu sudah bangun nak?." tanya mom Anita dan Andra tersenyum lalu mengangguk.


"Aira suami...." ucapan mom Anita di cegah oleh Andra untuk tidak melanjutkan nya.


"jangan bangunin Aira mom pasti dia cape banget dari kemaren rawat aku jadi biarin Aira istirahat dulu." kata Andra dan mom Anita mengangguk.


"gimana ada yang sakit?." tanya mom Anita.


"engga mom cuma perut Andra ko nyeri yah?." tanya Andra.


"kamu ini aneh ndra kamu kan baru di operasi gara" ketembak sama giva dan kamu kekurangan darah untung saja ada Aira yang donorin darah buat kamu." tutur mom Anita.


Andra tercengang mendengar ucapan mom Anita lalu menatap Aira yang sedang tidur pulas dengan tatapan sulit di artikan.


"padahal Aira saja punya penyakit anemia tapi dia ngeyel mau donorin darah buat kamu ndra." lanjut mom Anita.


'Sayang banget sama kamu ra.' batin Andra tersenyum menatap Aira.


"kamu harus nya bersyukur punya istri kaya aira." kata mom Anita.


"iya mom siapa juga yang ngga bersyukur punya istri kaya Ira? udah cantik,baik apa lagi kasih aku keturunan." jawab Andra terkekeh.


"Euhhhh." lenguh Aira mengerjapkan mata nya.


buru" Andra menutup lagi mata nya pura" tertidur.


Aira mengumpulkan nyawa nya lalu terbangun dan berdiri menatap semua orang di sana.


"mom?." panggil Aira menghampiri mom Anita.


"iya sayang? sudah bangun?." jawab mom Anita.


"sudah mom,mas Andra sudah bangun?." tanya Aira dan mom Anita mulai dengan drama nya. ia menggeleng dengan wajah sedih nya.


'aneh padahal tadi aku kaya denger suara mas andra.' gumam Aira dalam hati menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Sudah jam berapa ini mom?." tanya Aira.


"jam set 6 Ra." jawab mom Anita


"astaga sudah siang." Aira menguap dengan meluruskan tubuh nya.


"ini mom sama papa mau pulang dulu sebelum pulang mom mau mampir ke rumah kalian liat Deva." kata mom Anita.


"iya mom makasih yahh tolong bilangin Deva mama nya blm bisa pulang jadi Deva di rumah sama mba Rani dulu." jawab Aira.


"iya kamu tenang saja mom nitip Andra yah nak." kata mom Anita menepuk bahu Aira.

__ADS_1


"iya mom Ira mau nemenin mas Andra sampe mas Andra sembuh." jawab Aira.


" ya sudah momy pulang dulu yah sayang." pamit mom Anita lalu Aira mengecup punggung tangan mertua nya.


mom Anita berjalan mendekati suami nya yang masih tertidur.


"pa ayo bangun udah siang kita pulang yok." kata mom Anita menggoyang goyang kan bahu suami nya.


"iya ma iya papa bangun." jawab papa Sanjaya lalu terbangun dengan mengucek ngucek mata nya.


"huft ngantuk nya." gumam papa.


"heh cuci muka sana ayo pulang kita ke rumah Andra dulu liat Deva." kata mom Anita.


"gausah lah ayo pulang." ajak papa Sanjaya.


"Ira kita pulang dulu yah." kata papa Sanjaya Aira pun mendekat dan mengecup punggung tangan mertua nya.


"hati" pa ma." kata Aira lalu mereka berdua tersenyum.


yahhh kini hanya hening di ruangan Andra,hanya ada sepasang suami istri di sana.


Aira mendekat ke arah brangkar Andra dan duduk di kursi dekat Andra.


ia raih tangan suami nya lalu menempelkan nya di pipi nya.


"mas Ko kamu belum bangun sih?." lirih Aira.


'suami mu sudah bangun sayang berkat darah yang kamu donorkan jadi dia terbangun.' batin Andra terkekeh.


"bangun donk mas aku sepi tanpa kamu." kata Aira menatap sendu suami nya.


"Deva juga nanyain kamu mas." lanjut Aira.


Aira menaruh kepala nya di dekat tangan Andra karena kepala nya terasa sangat berat pagi itu


Andra mengangkat tangan nya dan mengelus kepala Aira.


merasa ada pergerakan Aira terbangun dan mendongak menatap wajah suami nya.


"m mas?." tanya Aira dan Andra tersenyum manis pada nya.


"apa?." jawab Andra.


"ka ka kamu udah bangun? dari kapan?." tanya Aira.


"dari tadi pas momy pergi juga aku udah bangun." jawab Andra.


"hehhh ngeselin dehhh gitu banget sama istri." kesal Aira mencubit perut Andra.


"awww sakit Ra." ringis Andra merasa sakit di perut nya.


"ehh maap" mas mau aku panggilin dokter?." bumm!! Aira seketika panik karena melihat suami nya seperti kesakitan.


"ga gausah dokter nya istri aku ajh." kata Andra lalu ia menarik tangan Aira dan Aira menjadi berada di atas tubuh Andra.


"hemm pura" sakit rupa nya." kata Aira dan Andra hanya terkekeh.


"sini sayang tidur Deket aku yahh." pinta andra.


"ngga mas aku kan ngga sakit." tolak Aira lalu bangkit dari atas tubuh Andra.

__ADS_1


"sayang pliss sini yahh." rengek Andra dengan mata puppy eyes.


"ehh gemes banget sihhh suami siapa sih ini?." kata Aira memainkan pipi Andra karena wajah nya sangat lucu.


Andra bergeser agar istri nya bisa berbaring di samping nya


"sini"." kata Andra menepuk kasur samping nya yang kosong.


Aira hanya tersenyum lalu menuruti keinginan suami nya.


kasur di ruangan Andra memang lebar karena ia di rawat di ruang VVIP.


setelah Aira berbaring Andra menaruh tangan nya di bawah kepala Aira agar Aira menjadikan tangan nya bantal.


"mas nanti pegel lohh."


"ngga sayang udah sini cepet." kata Andra lalu setelah Aira meletakkan kepala nya di tangan Andra,segera mungkin Andra memeluk wanita terhebat kedua setelah momy nya.


"mas?." tanya Aira mendongak menatap suami nya yang tengah mendekap nya.


"iya?" jawab Andra lirih.


"kenapa peluk?." tanya Aira,sungguh aneh ia bertanya seperti itu,padahal ia juga merindukan pelukan suami nya.


"gapapa kangen ajh sama kamu Ra." jawab Andra.


Andra menghirup aroma wangi rambut Aira yang menenangkan hati nya.


tenang sekali,Andra menghirup wangi rambut Aira sampai memejamkan mata nya.


"Ra." panggil Andra lirih.


"iya mas?." jawab Aira yang tengah memainkan dada bidang suami nya.


"makasih yah donor darah nya walaupun kamu punya anemia tapi kamu tetap donorin darah buat mas." kata Andra masih memeluk suami nya.


"mas tau dari mana?." tanya Aira.


"dari momy tadi pagi." jawab Andra.


"lhooo ko momy kasih tau sihh." gerutu Aira.


"gapapa inti nya makasih yah Ra berkat kamu mas jadi bisa bertahan hidup." kata Andra menangkup wajah Aira.


"shuttt mas ga boleh ngomong gitu, Ira kan pengin mas bangun dan Alhamdulillah sekarang kejadian." kata Aira.


"Uhhh sayang nya aku." kata Andra mengecup kening Aira lama.


Aira merasa tenang dan damai ketika benda kenyal itu menempel di kening nya.


ia memejamkan mata nya merasa tenang di dekapan suami nya dan dengan kecupan nya.


"Sayang banget sama kamu Ra." kata Andra setelah melepaskan kecupan nya lalu mendekap Aira lebih erat lagi.


"Ira juga sayang banget sama mas Andra,makanya mas Andra cepet sembuh yah." jawab Aira.


"he'em kalo yang rawat kamu pasti cepet sembuh." kata Andra mengedip kan mata nya lucu.


"iya" aku suster pribadi nya mas Andra." kata Aira.


mereka berdua pun berpelukan melepas rasa rindu karena sudah 2 hari tidak bermesraan.

__ADS_1


...See you next part Readers🐊❤️....


__ADS_2