Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
Kedatangan orang tua Aira.


__ADS_3

pagi hari nya Andra dan Aira masih belum terbangun dari peraduan nya.Sesaat merasakan mual pada perut nya Aira langsung berlari menuju kamar mandi.


"Huekk.....huek....."Aira hanya mengeluarkan cairan saja karena perut nya blm terisi apa".saat Aira memuntahkan isi perut nya ada tangan kekar yang memijat tengkuk nya.


"Mas andra."gumam nya.


"Sudah lanjut kan saja sampai kau lega."Kata Andra lalu Aira kembali memuntahkan isi perut nya yang hanya ada cairan saja.


"Sudah?"tanya Andra dan di angguki oleh Aira...Andra segera mengambil kan air untuk Aira.


"Sayang apa ibu hamil selalu merasakan mual di pagi hari?."tanya Andra penasaran.


"iya mas tapi ini yang pertama kali untuk ku dan aku senang menjalani nya."jawab Aira senyum.


Andra tiba" mendekat kan kepala nya ke perut Aira dan seolah berbicara dengan calon anak nya.


"Utun jangan bikin Mama kamu sakit yah kasian mama kamu."kata Andra lalu mengelus perut rata Aira.


"Iya papa utun janji ngga bakal nyusahin mama."kata Aira dengan suara khas anak kecil yang membuat Andra gemas.


"Benar kau senang menjalani nya?."tanya Andra serius.


"Iy mas aku dengan senang hati menjalani hari" kehamilan ku karena ulah mu itu tapi aku senang sekarang ada utun di sini yang akan melengkapi keluarga kecil kita."jelas Aira.


"Iya memang ulah ku sekali saja langsung tok cer yah sayang."kata Andra dengan senyum jahil nya.


"Hiss kamu ini sudah sana mandi aku akan turun dulu nanti papa aji dan mama Livia datang." kata Aira lalu ia pergi meninggalkan Andra.


setelah Aira turun di sana sudah ada ibu mertua nya yang tadi malam menginap di sana.


"Pagi mom."sapa Aira


"Ehh pagi juga sayang Andra di mana ko blm turun?."jawab dan tanya mom Anita.


"Mas Andra lagi mandi mom nanti kata nya dia turun sendiri."jawab Aira.


Beberapa saat kemudian bel rumah pun berbunyi menandakan ada seseorang di luar sana.


"Biar aku yang buka mom."kata Aira lalu berjalan membuka pintu.


Ceklek...pintu terbuka.


nampak keluarga Aira di sana ada papa aji mama Livia dan adik tiri nya ana.


"Papa."pekik Aira lalu memeluk ayah nya.

__ADS_1


"Sayang kamu apa kabar?."tanya papa aji saat membalas pelukan putri nya.


"Sangat baik pa."Jawab Aira dengan senyum nya.


sedang kan Livia dan ana hanya memperlihat kan wajah datar.melihat kedekatan antara ayah dan anak itu.


"Siapa yang datang sayang." tanya momy Anita yang sedang berjalan ke arah aira.


"Papa mom."jawab Aira sumringah.


"Bu anita apa kabar Bu?."tanya papa aji dengan ramah.


"Baik pa."jawab mom Anita.


mom Anita melirik sinis ke arah Livia dan ana yang pura" tersenyum ke pada nya.livia dan ana mendadak berubah menjadi orang baik di depan mom Anita.


"Mari masuk pa."ajak mom Anita lalu mereka masuk dan duduk di sofa.


"Sayang mama dengar kamu sedang hamil yah?."tanya Livia.


"Iya ma udah dua Minggu."jawab Aira.


"Wahh senang nya sebentar lagi kita jadi nenek dan kakek yah mas."Kata Livia yang pura" senang.


"Ohh iya aku berarti akan menjadi Tante yah ka."kata ana yang pura" baik juga.


"mana mungkin begitu Bu Anita."jawab Livia sebenar nya kesal di dalam hati.


Dasar nenek tua Kenapa kau bisa tau isi hati ku.umpat Livia dalam hati.


Andra yang baru saja turun langsung bergabung bersama mereka di ruang tamu.


"Ehh mas sudah selesai?."tanya Aira saat Andra di samping nya.


"Sudah sayang."jawab Andra yang mengecup kening Aira sesaat yang mana membuat ana kesal.


Huhh harus nya aku yang di sana bukan kamu Kaka ngga berguna.batin ana.


"Papa apa kabar?."tanya Andra pada papa aji.


"baik nak."jawab papa aji.


Andra tidak menanyakan kabar kepada ibu mertua dan adik ipar nya karena ia tau betul sifat licik mereka.


"Aira sayang kamu sudah makan?."tanya Livia yang cari perhatian.

__ADS_1


"Blm ma."Jawab Aira.


"Makan dulu donk sayang inget kamu itu lagi hamil."titah Livia yang pura" baik.


dasar ibu tiri tidak tau diri bisa" nya kau pura" baik di hadapan ku dan menantu ku.batin mom Anita yang merasa muak dengan ke pura"an Livia dan ana.


"Ohh kamu tidak perlu khawatir Liv aku akan merawat menantu ku dengan baik."kata mom Anita.


"iya ma kalau Aira lapar dia bisa bilang kepada ku."timpal Andra.


huhh sia" saja aku pura" baik begini sebenar nya aku sangat malas berbuat seperti ini aku tidak pernah menyukai anak itu.batin Livia namun ia hanya tersenyum.


"Sayang makan dulu yuk."ajak Andra lalu di angguki oleh Aira.


"Papa kita makan bareng yah."pinta Aira dengan wajah memohon.


"Iya ayo nak."jawab papa aji


saat di meja makan mereka tidak berbicara apapun mereka nampak menikmati sarapan pagi itu.


"Mas kamu berangkat ke kantor kan?."tanya Aira saat diri nya sudah selesai makan.


"Iya Zee sudah menunggu ku di mobil."jawab Andra.


"Ya sudah aku berangkat dulu yah."lanjut nya lagi lalu mengecup kening Aira dan di lanjut Aira mengecup punggung tangan Andra.


"Jangan lupa kalau ada apa" telfon aku."kata Andra lalu di angguki oleh Aira.


"Tenang ndra momy akan menjaga istri mu."kata mom Anita.


"Pa Andra berangkat dulu yah." kata Andra berpamitan kepada ayah mertua nya.


"Hati" nak."Jawab papa aji dan di angguki oleh Andra.


Selepas kepergian Andra keluarga Aira pun berpamitan untuk pulang karena hari sudah siang.


"Nak ayah pulang dulu yah."kata papa aji lalu memeluk putri nya.


"Ayah hati" yah."kata Aira.


"Sayang mama juga pulang dulu yah."kata Livia yang pura" pamit dan di angguki oleh Aira.


Pulang lah liv aku juga tidak tahan melihat mu lama" di sini.batin momy Anita.


keluarga Aira pun pergi meninggalkan rumah Andra dan rasa rindu Aira pada ayah nya sudah berkurang setelah pertemuan nya hari ini.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ❤️.


__ADS_2