Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
Panik.


__ADS_3

hari demi hari di lalui oleh Aira dengan senang hati walaupun sekarang Aira sudah sulit untuk berjalan karena kaki nya sudah mulai membengkak karena sekarang usia kandungan Aira sudah memasuki trimester terakhir.


"Akhhh sakit."Rintih Aira saat baru bangun tidur.


"Huft...huft...huft...sakit."Rintih nya lagi berusaha mengatur napas nya.


"Ma masss perut aku sakit banget."Ucap Aira mencoba membangun kan Andra.


"Kamu kenapa sayang? kita ke rumah sakit yah."Ajak Andra gelagapan saking panik nya.


"Iya mas ayo kamu siapin baju" ku sama peralatan bayi yang kemarin kita beli." perintah Aira.


"Iya sayang aku telpon momy sama papi dulu yah." Jawab Andra.


ia pun menyiap kan baju dan kelengkapan bayi nya didalam tas besar.


"Ayo kita berangkat sayang." ajak Andra saat sudah selesai lalu berjalan keluar pintu dengan menenteng tas besar.


"Mass!! kamu mau bawa tas nya ajh?! ngga bawa istri kamu?!." teriak Aira menahan sakit di perut nya.


"Astaga ayo sayang aku panik jadi kelupaan." Jawab Andra lalu berlari ke arah Aira dan memapah Aira.


"Mass sakit banget sakit!!."pekik Aira meremas kuat tangan Andra.


"Tahan yah sayang yah kita ke rumah sakit." Ucap Andra mencoba menenang kan Aira.


"Mas kaya nya aku ngga kuat lewatin tangga." lirih Aira.


"Mas gendong."ucap Andra.

__ADS_1


dengan sekali gerakan Andra mengangkat tubuh Aira ala bridal style lalu satu demi satu tangga ia turuni.


"huft...huft...huft...sakit mass." Pekik Aira menahan sakit yang sudah merajalela.


"Tahan sayang kita sudah akan ke rumah sakit kamu tahan yahh." Ucap Andra.


dengan cepat Andra mengemudikan mobil nya membelah jalanan yang cukup ramai pagi itu karena weekend jadi banyak orang sedang ber olahraga di sana.


"Mass aku ngga kuat mas." rintih Aira dengan wajah sudah pucat.


"Aira tahan yahh kita sebentar lagi sampai di rumah sakit." ucap Andra menambah kecepatan mobil nya.


dan akhir nya dengan banyak pengorbanan Aira dan Andra sampai di rumah sakit.dengan cepat Andra mengeluarkan Aira dari mobil dan seorang suster membawa nya dengan menggunakan kursi roda.


"Akhhh!!! Sakit banget mass!!."pekik Aira tubuh nya terasa sangat sakit dan atas pinggul nya terasa panas dari tadi.


"Tahan yah sayang yahh tahan."Ucap Andra.


"ini baru pembukaan 5 Bu kita tunggu beberapa saat lagi yah."ucap dokter di dalam sana.


"Tapi dok ini sakit sekali."rintih Aira.


"Nanti sakit nya berkurang sedikit demi sedikit yah Bu."Jawab dokter tersebut.


"Mas sakit."Rengek Aira.


"Tahan yah sayang yahh." Ucap Andra tak kuasa menahan air mata melihat istri nya kesakitan seperti itu.


detik demi detik sakit Aira memang berkurang tapi tak lama kemudian sakit itu datang kembali dan sakit itu menjadi rasa sakit yang luar biasa.

__ADS_1


"Mass sakit!!."pekik Aira.


"Mas panggilin dokter yah sayang yah sebentar."ujar Andra lalu keluar memanggil manggil dokter dan tak lama dokter cantik itu berlari menghampiri ruangan Aira.


"Huft...huft...sakit."Rintih Aira tiada henti.


"Nahh Bu sekarang sudah pembukaan terakhir sekarang ikuti aba" Saya yah."Ucap dokter cantik itu.


"Pak anda suami nya? tolong semangati ibu nya yahh beri ibu semangat dengan cara apa pun."Perintah dokter itu lalu Andra mengangguk dan menggenggam tangan Aira kuat".


"Sayang kamu bisa kamu pasti bisa."Ucap Andra menggenggam tangan Aira yang sudah penuh dengan keringat.


"Atur nafas dulu dan ikuti aba" saya Bu."Ucap dokter itu.


"huft...huft...huft..."Aira mencoba mengatur nafas nya dengan pelan dan mengejan dengan kuat dengan menggenggam tangan Andra dan menjambak rambut nya membuat Andra meringis menahan sakit nya.


"Ayo Bu sedikit lagi."Ucap dokter itu.


"Akhhhhh!!!."Pekik Aira saat mengejan dengan sekuat tenaga.


"Sakit mas."Rintih Aira pada Andra.


sebenar nya Andra pun tidak tega melihat Aira yang merasakan sakit seperti itu tapi ia bisa apa? ia hanya bisa menyemangati istri nya dan menggenggam tangan lalu mengecup kening nya agar Aira lebih semangat pikir nya.andra begitu takut melihat istri nya secara langsung saat berjuang antara hidup dan mati demi anak nya dan air mata nya sudah tak bisa ia bendung untuk kali ini.


"Kamu bisa sayang kamu pasti bisa."ucap Andra tak henti" nya mengecup kening Aira yang sudah penuh keringat.


"ayo Bu sedikit lagi."Ucap dokter itu.


"Ayo sayang kamu pasti bisa."Ucap Andra mencoba menyemangati Aira.

__ADS_1


"Akhhh!!!!."Pekik Aira dengan sisa tenaga yang di miliki nya.


__ADS_2