
pagi hari sudah tiba namun sepasang suami istri itu masih enggan untuk bangun dari tidurnya dan masih setia berpelukan.
Cklakkk...seseorang membuka pintu dan nampak anak laki" di ambang pintu.
tap...tap...tap...suara langkah anak itu semakin mendekat ke arah Aira dan Andra.
"Om naikin aku ke situ." pinta Deva kepada Zee.
"Baik tuan muda." jawab Zee lalu menaikan tubuh Deva ke atas brangkar Andra.
"Tuan muda saya pamit dulu,saya harus mengurusi kasus giva." pamit Zee kepada Deva dan di angguki oleh Deva.
setelah kepergian Zee,Deva begitu bingung di sana,ia harus berbuat apa?.
Tuk,tuk,tuk Deva menusuk" pipi mama nya dengan jari kecil nya.
"Ihh papa apa"an sih peluk" mama gini." kesal Deva mengalihkan tangan Andra dari perut Aira.
"Ini mama nya Deva ga boleh di peluk" sama papa." kata Deva lalu memeluk Aira posesif.
"Enghh." lenguh Aira merasa ada banyak pergerakan di sekitar nya.
ia membuka matanya menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina nya.
"Deva?." tanya Aira pelan.
"Ya ma?." jawab Deva mendongak menatap mama nya.
"Kapan ke sini? sama siapa?." tanya Aira lalu berdiri memperhatikan ruangan ternyata hanya ada mereka bertiga.
"Di Anter sama om Zee." jawab Deva polos.
"terus skrng mana om Zee nya?." tanya Aira.
"Pulang,kata nya mau urus kasus Tante giva." jawab Deva begitu polos.
"Yang." panggil Andra lemah yang baru saja bangun.
kedua nya menengok ke arah Andra berbarengan.
"Sini bobo lagi." lirih Andra.
"Mas udah siang lho ini,Deva juga di sini nih." jawab Aira mengelus rambut Andra.
"Deva? mana?." tanya Andra langsung terbangun.
"Deva ke sini sama siapa?." tanya Andra lalu memangku Deva di pangkuan nya.
"sama om Zee terus om Zee pulang kata nya mau urus kasus Tante giva." jawab Deva memainkan hidung papa nya.
"Ohhh nenek sama kakek mana?." tanya Andra celingukan mencari seseorang.
"ngga ikut kata nya mau jemput Tante Lena sama Tante Leni kata nya khawatir sama papa jadi pulang terus di jemput sama mereka di bandara." jelas Deva bocah berusia 3 tahun itu menjelaskan se detail mungkin.
mulut Andra membentuk huruf O saat mendengar penjelasan Deva.
"Deva udah makan?." tanya Aira yang baru saja turun dari brangkar dan mengikat rambutnya.
"Udah mom tadi di suapi mba Rani." jawab Deva
"Tumben ngga bawa temen" kamu?." tanya Andra.
"Kasian pa kalo di bawa ke sini mereka di kacangin soal nya Deva pengin sama kalian dulu belum pengin baca mereka." jawab Deva.
teman yang di maksud itu adalah buku" tebal milik Deva yang di belikan oleh Andra atas kemauan putra nya sendiri.
"Sana main dulu." titah Andra lalu mencoba menurunkan Deva dari pangkuan nya.
__ADS_1
"Papa ihh,ngga ada mainan di sini,Deva suruh main apa?." Gerutu Deva.
"Nihh main hp nya papa yah." kata Andra lalu menyerahkan ponsel nya yang berada di atas nakas.
dengan cepat Deva menerima hp tersebut lalu duduk di sofa dan membuka aplikasi yang ia suka.
"Deva mau makan lagi? atau nyemil?." tanya Aira merapikan barang" di sofa dekat Deva.
"Deva pengin es Cream ma." jawab Deva fokus dengan layar ponsel yang di pegang nya.
"Deva bawa bodyguard ke sini?." tanya Aira dan Deva mengangguk.
"Okee bentar yah."
Aira kemudian keluar ruangan Andra dan benar saja di depan ada 4 bodyguard yang di bawa Deva dan di beri tugas oleh Zee untuk melindungi nya.
"Pak tolong belikan es Cream untuk Deva yah." titah Aira menyerahkan black card kepada salah satu bodyguard nya.
"Baik nona muda." jawab bodyguard itu patuh.
"Jangan lama" yahh Deva sudah menunggu dan jangan lupa dengan biskuit kesukaan Deva." lanjut Aira begitu lembut.
"Baik nona." jawab bodyguard itu lalu kemudian 2 orang pergi dan 2 lain nya jaga di depan ruangan.
"Saya ke dalam dulu ya pak." sapa Aira kepada kedua bodyguard di depan pintu dan kedua nya mengangguk ramah.
"sebentar yah Dev lagi di beliin es Cream sama om bodyguard." kata Aira dan Deva hanya mengangguk angguk karena sedang fokus menonton Vidio di hp papa nya.
"Ra,sini." kata Andra memberi kode".
"Ha? apa?." jawab Aira mengerutkan keningnya.
"Sini." kata Andra menepuk kasur kosong di samping nya
Aira memutar bola matanya malas,lagi" ia harus menuruti perintah suami nya.
"Gitu amat? ngga suka temenin suami?." kesal Andra.
"Ngga gitu juga mas." astaga Andra salah paham.
"Peluk." rengek Andra dengan menampilkan puppy eyes yang menjadi kelemahan Aira.
'Okeee di depan musuh,Zee,dan bodyguard kamu bisa jadi Andra yang tegas tapi di depan istri malah jadi panda gumush.' batin Aira.
"Manja banget si." gumam Aira lalu menarik Andra ke dalam pelukan nya dan mengelus Elus rambut Andra.
"Nahh gini kan nyaman." gumam Andra mendusel dusel kan kepala nya di ceruk leher Aira yang putih bersih.
"jadi kaya pacaran ya kita Ra." kata Andra.
"Emang kita pernah pacaran? orang nikah juga di jodohin? kamu yang minta kan dulu mas?." jawab Aira
"Iya juga sihh tapi ya udah gapapa kita pacaran abis nikah ajh." Andra terkekeh dengan kata" yang baru ia ucapkan.
"Ada yang sakit ngga?." tanya Aira masih setia mengelus rambut Andra.
Andra menggeleng di ceruk leher Aira dan memejamkan mata nya,tenang sekali ia berada di pelukan istri nya seperti itu.
benar" seperti sepasang kekasih yang di mabuk cinta Meraka ini.
"Wangi." gumam Andra menghirup wangi tubuh Aira dalam".
"Cup." satu kecupan mendarat mulus di leher jenjang Aira.
"Ihh mas geli." gerutu Aira merasa geli saat benda kenyal itu mendarat di leher nya.
"Maap,aku kangen kamu soal nya." jawab Andra semakin erat memeluk Aira.
__ADS_1
Mereka seperti lupa tempat dan waktu jika sedang bermesraan seperti itu.
seperti nya mereka lupa kalau ada Deva di ruangan itu?.
'Mama sama papa ngapain sih? ko mama bilang geli?.' batin Deva melirik sebentar ke arah orang tua nya.
dan yang Deva lihat adalah papa nya yang sedang di peluk oleh mama nya sekaligus papa nya yang sedang dalam mode panda gumush.
'Ohh mama sama papa lagi pacaran.' gumam Deva tak begitu menghiraukan.
"Ra?." panggil Andra.
"ya mas?." jawab aira.
"Kita pacaran yuk?." ajak Andra mendongak menatap Aira menampilkan wajah polos tanpa dosa nya.
Ajakan Andra tentu membuat Aira mengerutkan keningnya.
"Inget,udah nikah loh kamu." kata Aira.
"Gapapa,aku pengin ajh ngerasain punya pacar halal." jelas Andra.
"Ada" ajh inget umur,udah punya anak satu juga masih ngajak pacaran." Aira terkekeh karena suami nya.
"ayo." ajak Andra menggoyang goyang kan tangan Aira.
"Iya mas iya jadi kita pacaran nih? bukan suami istri?." tanya Aira.
"Engga! kita pacar sekaligus suami istri." bantah Andra.
"Serah lah mau kamu apa aku nurut." pasrah Aira.
"Akhir nya bisa ngerasain pacaran setelah menikah." gumam Andra lalu memeluk Aira posesif.
Dari dulu Andra pacaran ngga ada satu pun yang sifat nya mirip seperti Aira,terlebih mantan nya si Giska sifat nya berbeda 180° dengan Aira.
"Biasa nya kan kalo pacaran gandengan terus ya mas?." tanya Aira,karena jujurly dia belum pernah pacaran,sekali nya pacaran dengan suami nya.
"iya dulu juga gitu kalo aku." jawab Andra.
"Biasa nya kalo anak muda pacaran kalo pacar nya sakit di masakin bubur mas." kata Aira.
"Tapi aku ngga mau bubur." jawab Andra dengan menggeleng kan kepala nya pelan.
"Ohh ngga mau bubur? okehh pagi" harus nya makan buah,aku kupasin buah nya yah." kata Aira lalu beranjak berdiri dan mengupas kan buah apel untuk pacar nya,ehhh salah suami nya,ehh salah lagi pacar nya? suami nya? sudah lah suami dan pacar nya.
"Udah nihhh sekarang karena pacar aku lagu sakit jadi aku harus rawat pacar aku sampe sembuh,nihh makan dulu." kata Aira semangat menyuapkan buah apel kepada pacar nya.
Andra di buat terkekeh melihat tingkah istri nya.
padahal Andra yang mengajak Aira pacaran tapi kenapa Aira yang kelihatan bersemangat?.
kedua suami istri itu terlalu asik hingga tak memperhatikan anak nya yang masih fokus rebahan dengan hp di tangan nya.
Deva yang penasaran melirik lagi ke arah orang tua nya.
ia mengerutkan keningnya melihat mama nya begitu semangat menyuapkan buah apel kepada papa nya.
'Apaan sih ko mereka main drama pacar"an?.' batin Deva terbingung bingung.
'di rumah sakit? papa lagi sakit? sempet" nya main pacar"an?.' batin Deva lagi.
'Gapapa dehh biar papa cepet sembuh Deva suka liat mereka ketawa" begitu.' batin Deva lagi lalu ikut tersenyum dan fokus dengan hp nya lagi.
**Hay Hay Hay Readers ku tersayang❤️maaf yahh jarang up karena author punya kesibukan di real live🙏tapi othor berusaha semaksimal mungkin buat up tiap othor bisa🙏maaf yh kalo cerita nya kurang menarik😓belum proo bikin cerita 😓kasih saran yuk vote komen like jangan lupa❤️itu berarti banget buat othor😩.Makasih buat kalian yang masih setia ikutin cerita nya author✨.
...See you next part Readers tersayang❤️🐊**...
__ADS_1