
"Mas?." lirih Aira dalam pelukan suami nya.
"Iyah?." jawab Andra.
"Deva kemana yah? ko ngga ke sini ke sini?." tanya Aira bangkit dari pelukan suami nya dan celingukan mencari anak nya.
"Ohh iya Deva kemana yah." Andra ikut kebingungan mencari putra nya.
"Devaa." panggil Aira seraya berjalan mengitari taman kota memanggil manggil nama putra nya.
"Deva kamu di mana sayang?." keadaan mulai menjadi panik.
"Tenang yah Deva pasti ngga jauh" dari sini." Andra berusaha menenang kan Aira.
"Kita tanya orang yah siapa tau mereka ada liat Deva."saran Andra.
ia dan Aira bertanya kepada orang" yang ada di sana namun tidak ada juga yang melihat nya.
"Mass gimana ini di mana Deva." Aira sudah menangis karena putra nya tak kunjung ketemu.
"Tenang yahh mas telfon Zee dulu." Andra menelfon Zee untuk mengirim bala bantuan agar memudahkan mereka mencari Deva.
"Zee kau bawa lah bodyguard kita ke taman kota cukup beberapa saja karena putra ku menghilang." perintah Andra.
"Baik tuan muda saya dan para bodyguard segera ke sana." jawab Zee di seberang sana.
Tut...panggilan berakhir.
"Tenang yahh Deva itu anak yang cerdas kalau pun di culik pasti penculik nya kalah akal sama dia." Andra memegang kedua bahu Aira agar wanita itu tenang.
"Mas kalo ngomong yang bener donk masa bilang Deva di culik." tangis Aira semakin pecah.
"Ya kan ngga mungkin kalo engga sayang semua orang ngga ada yang liat Deva sudah yah tenang dulu pasti Deva ketemu ko." jawab Andra.
ia juga meminta seorang hacker profesional untuk melacak keberadaan Deva melalui jam tangan yang di gunakan putra kecil nya.
beberapa menit kemudian bala bantuan datang yang berisi Zee dan para bodyguard dan tak lupa hacker yang Andra suruh datang.
"Zee kau melihat ada yang mencurigakan di sekitar sini?." tanya Andra pada Zee.
"Sejauh ini blm tuan muda." jawab Zee.
"Kau cepat lah lacak keberadaan putra ku." titah Andra kepada sang hacker dan di angguki patuh oleh nya.
"posisi tuan muda Deva terakhir ada di sini tuan." kata sang hacker itu menunjukan posisi Deva berada.
"Di mana itu mas?." tanya Aira menatap Andra dan menghapus air mata nya.
"Sial! kenapa putra ku bisa ada di gedung tua seperti ini! siapa yang berani menculik anak ku!." tiba" Andra berubah menjadi sangat marah ia mengepalkan tangannya dan mengeratkan rahang nya.
"Ke kenapa mas?." tanya Aira menjadi panik lagi.
__ADS_1
"Kamu tenang dulu yah sayang kamu pulang saja tidak usah ikut." jawab andra.
"Ngga." bantah Aira.
"Aira sayang ini berbahaya jadi mas mohon kamu jangan ikut yah." lembut Andra.
"ngga mungkin anak aku lagi dalam bahaya dan aku diem ajh mas aku ikut pokok nya bodo amat kamu setuju ato engga inti nya aku ikut." Keukeh Aira dan langsung menerobos masuk ke dalam mobil tidak memperdulikan Andra.
"CK sulit sekali dia." Andra sudah menyerah dengan sifat keras kepala Aira.
mana mungkin seorang ibu akan membiarkan putra nya dalam keadaan berbahaya dan sendirian?.
"Sudah ayo cepat lah kita ke lokasi." kata Andra kepada semua anggota nya.
"Baik tuan." jawab semua nya.
tap tap tap tap tap semua bodyguard dan Zee tak lupa dengan hacker dengan cepar masuk ke dalam mobil dan melesat menuju lokasi Deva berada.
"Ada apa di gudang tua itu?." tanya Andra kepada hacker yang satu mobil dengan nya.
"Menurut yang saya tau tempat itu adalah tempat pembunahan dan tempat untuk menyandra musuh tuan." jawab hacker tersebut.
"Arkhhh!!!." teriak Aira histeris.
tangis nya pecah dan hati nya sudah tak karuan rasa nya.bagimana bisa seorang ibu hanya diam saja saat sudah tau putra nya sedang berada di tempat seperti itu sendirian? mungkin dengan orang yang berniat tidak baik?."
"Mass ayo cepat mas aku takut Deva kenapa Napa." Aira sudah tidak sabar ingin segera bertemu putra nya.
beberapa menit kemudian mereka semua sampai di tempat tujuan. yahh benar saja mereka sampai di sebuah gedung tua yang sudah nampak tak terawat lagi.
Cklakkk...Aira dengan cepat membuka pintu mobil nya dan berlari ke arah gedung.
"Aira tunggu sayang." pekik Andra.
"Deva ibu datang nak." pekik Aira berlari ke arah gedung itu.
Andra yang sudah tertinggal jauh di belakang masih berusaha mengejar Aira.
Brukh...Aira mendorong pintu gedung itu hingga terbuka.
benar saja ada Deva yang sedang di ikat di sebuah kursi dengan mata tertutup.
"Deva." pekik Aira.
"Mama." jawab Deva.
"Heh siapa kamu." bentak seorang preman bertubuh kekar di sana.
"jangan apa"in mama!." bentak Deva tak kalah tegas.
"Mau apa kamu culik anak saya? ha?! kembalikan anak saya." ucap Aira penuh amarah.
__ADS_1
"CK ck ck tidak akan." remeh preman itu.
preman itu mendekat seakan ingin menodai Aira dengan paksa.
"Jangan mendekat!." bentak Aira.
"Heh om gundul jangan sakiti mama!." bentak Deva.
"CK bocil diam." remeh teman preman itu.
di sana ada banyak preman seperti sebuah pasukan tanpa pemimpin atau karena pemimpin mereka belum muncul saat ini.
"Ayo lah mama nya Deva boleh kan aku jadi papa kedua nya deva." rayu preman itu.
"Heh jangan mendekat! satu langkah lagi kau maju abis kau sekarang." ancam Aira.
"Kau ingin membunuh ku cantik?." tanya preman itu menyentuh dagu Aira.
Dor!!! bunyi tembakan terdengar dan pelaku nya adalah Andra.
"Mas." Aira menatap suami nya dengan tatapan penuh harap.
tembakan itu tepat mengenai kaki preman yang ingin mendekati Aira.
"Berani nya kau menyentuh istri ku! rasakan akibat nya." bentak Andra.
ia memang sudah terlatih dengan benda bernama pistol itu dan selalu tepat sasaran.
saat Zee menemui nya tak lupa ia meminta Zee membawakan pistol andalan nya.
"Serang!!!." pekik Andra dan semua suruhan Andra bergelut dengan kelompok preman yang menculik putra nya.
"Deva." Aira langsung berlari ke arah Deva untuk melepas tali dan membuka ikatan di mata nya.
"Mama ngga papa?." entah lah justru Deva yang khawatir kepada mama nya.
"Mama ngga papa sayang kamu ngga papa?." Aira dengan penuh tangis haru mengecek tubuh Deva memastikan ada luka atau tidak.
"Deva ngga papa ma." jawab Deva santai berusaha memberi tahu kepada mama nya kalau dia baik" saja.
"Papa." pekik Deva saat melihat papa nya berkelahi dengan preman dengan tangan kosong karena pistol nya ia masukan ke kantong.
"Syukur lh kalau kamu tidak apa" sayang." Andra sempat" nya senyum di saat ia sedang berkelahi dengan 3 preman.
Aira lalai karena terlalu fokus dengan Deva sampai lupa kalau ada preman yang mendekat dari arah belakang nya.
"Mama!!!." pekik Deva.
"Arkhhh." teriak Aira.
***Jangan lupa like,komen and vote nya Readers ❤️.Maaf blm bisa up teratur ❤️.
__ADS_1
See you next part❤️***.