Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
For you Aira Andra Sanjaya.


__ADS_3

Pagi menjelang,namun kedua orang tua yang masih tengah berpelukan belum juga terbangun.


"Mama,ma bangun ma." Deva membangunkan mama nya dengan menggoyangkan tangan Aira.


belum juga bangun Deva beralih membangunkan papa nya.sebenar nya ibu satu anak itu sudah bangun tapi ia sengaja mengerjai putra kecil nya.


"Papa ih jangan peluk" mama,mama jadi ngga bangun"." kesal Deva berusaha mengangkat tangan papa nya yang ada di atas perut Aira namun Andra juga sengaja membuat jagoan kecil nya itu kesal dengan cara menaruh kembali tangan nya di atas perut Aira.


"Ih papa! ini mama Deva jangan peluk". Deva sudah sangat kesal dengan tingkah papa nya.


"Utututututu sayang nya mama." Aira terbangun lalu memeluk Deva dari belakang dan menghujani nya dengan ciuman.


"Mama Deva ngga mau di cium Deva udah gede." gerutu Deva karena risih dengan tingkah mama nya.


"Udah gede tapi blm bisa pake celana sendiri ck ck ck." remeh Andra.


"Mama,papa nakal." rengek Deva kepada ibu nya karena merasa papa nya sudah mempermalukan nya.


"Mas,,,." Aira menatap Andra dengan tatapan tidak suka.


"Emang nyata." jawab Andra dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Mama nanti kita piknik yuk ke taman kota,Deva pengin ke sana kata buku yang Deva baca taman kota itu bagus ma." tutur Deva.


"wahhh Deva udah bisa baca buku dari kecil yah mama Bangka sama kamu nak."


"CK ck ck udah pinter baca buku tebel ga bisa pake celana sendiri." remeh Andra lagi dan langsung mendapat tatapan tajam dari ibu dan anak di depan nya.


"Yaudah kalo kaya gitu ngga jadi piknik." ancam Andra dengan nada sok merajuk.


bak saklar listrik tinggal klik raut wajah Aira dan Deva sudah di rubah menjadi senyum manis.


"Ayo pa piknik kalo piknik Deva janji deh bakal belajar pake celana sendiri." bujuk Deva mengangkat tangan nya membentuk huruf V.


"Ayo mas hari ini weekend juga kan? pasti kamu ngga sibuk." bujuk Aira tersenyum manis.


"Iya" ayo kalo udah begini gimana bisa nolak." Andra pasrah dengan semua nya.


senyum bahagia seketika mekar di wajah ibu dan anak itu Deva dan Aira nampak sangat girang.


"Kalian siap" yah." titah Andra dan semua nya bergegas untuk bersiap-siap.


Beberapa menit kemudian keluarga kecil itu sudah siap dengan pakaian santai nya.


"Ma ngga usah ajak mba Rani yah." pinta Deva.


"Kenapa?." Aira mengerutkan keningnya.


"Deva pengin habisin waktu sama mama sama papa ajh." jawab Deva dengan polos nya.


"Yaudah ngga usah ajak mba Rani sini papa gendong boy." timpal Andra yang langsung menggendong Deva.


keluarga kecil itu keluar rumah dengan sang papa yang menggendong putra nya dan satu tangan nya lagi menggandeng tangan istri nya.


Sungguh keluarga yang sangat harmonis.


"Kalian jaga rumah saya sekeluarga mau piknik." ucap Andra datar kepada bodyguard di rumah.

__ADS_1


"Baik tuan muda." jawab mereka menunduk patuh.


.


.


.


.


.


beberapa menit perjalanan mereka pun sampai di tujuan dengan selamat dan mereka turun dari mobil dengan sangat berdamage.


semua mata memandang mereka dengan kagum.sungguh keluarga yang sangat harmonis dan siapa yang tidak kenal dengan keluarga itu? keluarga Sanjaya orang terkaya SE Asia Andra Sanjaya yang memimpin perusahaan Aira Andra Sanjaya istri dari Andra Sanjaya dan yahhh putra kecil mereka Devara Syailendra Sanjaya yang sangat gemoy dan 11 12 dengan ayah nya,siapa pun yang melihat nya pasti ingin mencium dan menoel Noel nya.


Ada yang memandang iri,kagum serta bingung menggambarkan seperti,kenapa tuan muda datang ke sini? apa tuan muda akan mengusir semua orang di sini dan membeli taman ini untuk taman pribadi nya?.tapii ya sudah lah positif thingking saja.


sekarang keluarga kecil itu sudah duduk di rumput dengan alas karpet dan mereka duduk di bawah pohon rindang.


mereka melihat orang" sedang berjalan santai,jogging,serta melalukan aktivitas lain nya.


"Mama Deva ke sana dulu yah." izin Deva.


"Hati" sayang jangan lari." pekik Aira.


"Oke mom." jawab Deva dengan santai nya berjalan.


Hening....Andra hanya menatap Aira yang sedang membereskan piring bekas sarapan mereka.


"Kenapa?." Aira memicingkan mata nya.


Aira memutar bola matanya malas.


"Awh." pekik Andra.


"Eh kenapa mas." Aira mendadak panik dan spontan mendekat.


"Kelilipan." bohong Andra mengucek mata kanan nya.


"Eh jangan di kucek" gitu donk."


"Sini aku tiupin." tawar Aira.


ia mendekat kan wajah nya dan meniup mata kanan suami nya.


Dengan sengaja Andra menarik pinggang Aira dan memeluk nya.


"Heh mas malu." kesal Aira memukul lirih lengan Andra.


"Bodo amat mas ngga pikirin mereka." jawab Andra nampak tak peduli.


Cup! Andra mengecup bibir Aira sekilas.


"Mas ih di liatin orang"." gerutu Aira memukul perut andra lirih.


semua orang menatap mereka dengan tatapan kagum,iri,dan juga tak sedikit yang baper kepada mereka (Termasuk Readers).

__ADS_1


"Ngga peduli." jawab Andra


Cup! Cup! Cup! Andra mengecup kening,pipi kanan dan kiri Aira.


Aira hanya bisa pasrah menerima ciuman dari suami nya.


"Makasih yah." lembut Andra.


"Buat?." tanya Aira polos.


"Semua nya dari awal sampai sekarang kalo ngga ada kamu mas ngga tau hidup mas akan ky gimana." jawab Andra.


Aira menangkup wajah Andra dan menatap nya lekat.


Cup! cup! cup! cup! Aira mengecup kening,pipi kanan dan kiri lalu berakhir di bibir Andra.


"Hust ngga perlu makasih mas Ira juga bersyukur punya suami sempurna kaya mas.awal nya Ira kira pernikahan kita ngga bakal tahan lama tapi atas izin Allah pernikahan kita langgeng sampe kita punya Deva." tutur Aira serius.


"For you Aira Andra Sanjaya." tiba" Andra mengeluarkan sekuntum bunga mawar pink kesukaan Aira.


"Buat aku?." tanya Aira polos.


"Iya buat kamu wanita hebat setelah momy,yang udah sabar sama sifat aku,tiap hari mau ngurusin aku dan yang paling penting udah kasih aku jagoan kecil." tutur andra.entah mengapa suasana menjadi sangat romantis.


"Kan udah Ira bilang ngga perlu makasih mas Ira juga seneng ko ngelakuin semua itu." jawab Aira dengan mata berkaca-kaca.


"Ehhh jangan nangis gitu donk." cegah Andra.


"Terharu." rengek Aira.


"Sini sini sini." Andra membawa Aira ke pelukan nya dan mengecup pucuk rambut nya berkali kali dengan tulus menandakan ia sangat menyayangi istri nya.


tidak peduli dengan tatapan semua orang yang sedang lalu lalang di taman kota itu.


"Mas malu." rengek Aira mendusel dusel kan wajah nya di dada Andra.


"Ehh gausah malu kita kan udah sah udah halal dan lagi pula kita udah lama kan ngga kaya gini?." jawab Andra mengelus kepala Aira dan tak henti" nya menciumi nya.


"Udah yah." rengek Aira.


"Ngga mas pengin kaya gini dulu." tolak Andra dan mengeratkan pelukannya seolah berkata ini punya Andra dan cuma punya Andra.


"Mas." panggil Aira lembut mendongak menatap wajah suami nya.


"kenapa sayang?." jawab Andra menatap Aira.


"Love you." kata Aira malu" lalu menyembunyikan wajah nya di dada bidang andra.


"love you too." jawab Andra terkekeh melihat tingkah istri nya yang menurut nya lucu.


"Ehh malu" udah punya anak 3 tahun masih malu" sama suami." goda Andra mengecup pucuk rambut Aira.


"Malu mas." rengek Aira dengan wajah yang sudah merah seperti tomat.


"Ishhh gemes banget sih." Andra nampak gemas dengan tingkah istri nya lalu memainkan pipi Aira yang sudah berwarna merah itu.


saking asik nya kedua orang tua itu ber mesra an sampai lupa kalau mereka ke taman bersama jagoan kecil nya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, and vote nya yahh❤️.See you next part Readers tersayang ❤️.


__ADS_2