
hari berganti hari bulan berganti bulan sekarang usia kandungan Aira sudah 8 bulan dan janin nya sudah mulai bergerak menendang nendang perut nya.
"Mas berangkat ke kantor dulu yah kamu hati" di rumah."ucap Andra lalu mengecup kening Aira dan mengelus perut nya.
"Iya mas hati" yah."jawab Aira seraya meraih tangan Andra lalu mengecup nya.
Andra lalu masuk ke mobil yang sudah berisi Zee dan melaju menuju kantor nya.beberapa menit kemudian Andra pun sampai di kantor nya dan masuk ke ruangan pribadi nya.
"Tuan nanti siang anda ada meeting dengan klien dari Singapura."ucap Zee memberi tahu.
"Astaga apakah mereka sudah datang? aku lupa membawa berkas nya."tanya Andra.
"Mereka tiba nanti pukul 9 tuan."jawab Zee.
"Astaga aku harus pulang untuk mengambil berkas nya."gumam Andra.
Dret...dret...ponsel nya berdering menandakan ada yang menelpon nya.
"hallo mas?."ucap Aira di sebrang sana.
"Iya sayang kenapa?."Jawab Andra.
"Mas ini berkas kamu ada yang ketinggalan di rumah aku anterin yah?."kata Aira.
"Gausah sayang ngrepotin kamu."jawab Andra.
"Gapapa mas aku juga kepengin ke situ."ucap Aira.
"ya sudah kamu anterin ke sini yah sayang tapi hati"."jawab Andra.
"Okee mas aku ke situ."
Tut...Tut...Tut...panggilan berakhir.
Aira segera bersiap untuk mengantar kan berkas ke kantor suami nya ia memoles sedikit wajah cantik nya dan membiar kan rambut nya terurai begitu saja.lalu ia di antar oleh pak supir suruhan Andra untuk ke sana.
beberapa menit kemudian Aira tiba di kantor Andra semua mata tertuju pada wanita yang tengah hamil besar itu dengan pertu besar tapi tubuh yang kecil membuat nya terlihat sangat imut.
tok...tok...tok...Aira mengetuk pintu ruangan suami nya.
"Masuk."ucap Andra dari dalam.
"Mas."panggil Aira seraya menutup pintu kembali.
"Sayang kamu sudah sampai?."tanya Andra.
"Sudah mas ini berkas nya."jawab Aira lalu menyodorkan berkas dan di terima oleh Andra.
__ADS_1
"Ya sudah mas mau meeting dulu yah kamu mau tunggu di sini atau bagaimana?."tanya Andra.
"Aku di sini ajh mas tapi sediain cemilan yang banyak yah."pinta Aira nyengir.
"Iya" nanti mas suruh Zee buat beli."jawab Andra mengusap gemas rambut Aira.
"Makasih mas."jawab Aira dengan wajah imut nya.
setelah itu Andra pun pergi ke ruang meeting dan Zee pergi ke minimarket untuk membeli cemilan kesukaan nona muda nya.
di ruang meeting Andra sudah ada klien dari Singapura yang hadir di sana beserta sekertaris" nya.
"Senang bertemu dengan Anda tuan."sapa Andra dengan menjabat tangan pak Roy klien nya.
"Saya juga senang bertemu anda tuan kenal kan ini sekertaris anda."jawab pak Roy lalu mengenalkan sekertaris nya.
Deg...tak di sangka" sekertaris pak Roy adalah mantan kekasih nya sendiri yaitu Giska wanita yang beberapa bulan lalu berhasil membuat dia dan istri nya bertengkar.
"senang bertemu dengan Anda tuan."ucap Giska menunduk dengan senyum menyeringai.
"mari kita mulai meeting nya."ajak Andra dan di angguki oleh semua nya.
semua nya nampak serius membahas pekerjaan nya kecuali Giska yang terus menerus menatap Andra dengan tatapan aneh nya.
"Baik senang bekerjasama dengan perusahaan anda tuan."ucap pak Roy lalu menandatangi surat kontrak yang di sepakati oleh Andra dan diri nya.
"terima kasih tuan Roy."jawab Andra lalu pak Roy meninggalkan ruang meeting itu.
"Mau apa lagi kau di sini?."tanya Andra sinis.
"Aku mau merebut mu dari istri sok cantik mu itu."jawab giska.
"Heyy jaga bicara mu!."bentak Andra.
"Hha itu kenyataan."ejek Giska.
Andra tidak menanggapi Giska dan langsung pergi meninggalkan nya di ruang meeting untuk menuju ruangan nya sendiri di mana itu ada Aira.
'Hha tenang saja Andra aku pasti akan merebut mu dari wanita keganjenan itu.'Batin giska dengan senyum sinis nya.
"Sayang."panggil saat sudah masuk ruangan nya.
"Mas kamu sudah selesai meeting ny?."tanya Aira masih dengan kegiatan ngemil nya.
"Iya mas sudah selesai."jawab Andra.
iya merebahkan kepala nya di pangkuan sang istri yang sedang sibuk dengan ponsel dan cemilan nya dan tiba" saja.
__ADS_1
tok...tok...tok...pintu Ter ketuk menandakan ada seseorang di luar sana.
"Siapa itu mas?."tanya Aira.
"Sudah biar mas saja yang membuka nya."ujar Andra lalu berdiri dan membuka pintu.
Deg...ternyata yang datang adalah Giska.
"Sayang aku sangat merindukan mu."ucap Giska bergelayut manja di lengan Andra.
Andra sudah berusaha menghindar karena risih namun ia tidak bisa karena Giska memeluk lengan nya dengan sangat kuat.
wajah Aira memerah menahan emosi bisa" nya wanita itu bermanja manja kepada suami nya di depan mata nya sendiri.
'Sabar...Sabar ingat kata" Nita jika kamu marah dan meninggal kan mas Andra itu akan menjadi kesempatan terbesar bagi giska untuk mendekati suami mu.'batin Aira menahan amarah.
melihat perubahan di wajah Aira sudah membuat Andra menelan ludah nya sendiri ia sungguh takut jika Aira merubah raut wajah nya menjadi menyeramkan.
"Giska lepasin!."bentak Andra.
"Engga kamu pasti kangen kan sudah lama aku tidak bermanja manja kepada mu."jawab Giska semakin menjadi" membuat Aira semakin geram ingin menampar nya.
'Huft tenang Ira tenang tunjukan kalau kamu bisa kamu kuat.'batin Aira seraya mengatur napas nya.
"Sayang aku udah bosen nih kita pulang yuk."ajak Aira dengan nada manja lalu memeluk suami nya dan langsung mendapat tatapan sinis dari Giska.
"Heh minggir kamu dasar cewe ganjen."ucap Giska dengan sinis nya.
"Ngga sadar yah yang ganjen siapa? ngga liat perut aku besar? ohh kalo ngga liat aku jelasin ajh yah ini tuh anak nya mas Andra usia nya sudah 8 bulan lhoo."jawab Aira mengelus perut nya yang membuat Giska semakin panas.
"Heh minggir dasar wanita ngga tau diri."ucap Giska dengan nada tinggi.
"Hehh yang ngga tau diri siapa! ku kira situ yang ngga tau diri udah tau ini laki orang kenapa masih di deketin coba?."ucap Aira tak kalah sinis.
"Berani" nya yah kamu."geram Giska.
"Hhha kamu tau ngga? cewe yang suka rebut suami orang di bilang wanita ular? dan kalau kamu beda kamu itu the real ular berbisa."ejek Aira dengan sinis.
per cek Cok an di ruangan Andra membuat Andra ternganga kaget melihat reaksi istri nya yang menurut nya sangat berani karena belum pernah ia melihat istri nya se sinis itu.
Zee yang baru masuk saja ikut terkaget kaget dengan suasana panas di ruangan tuan muda nya.
'Anda benar" berani nona muda.'ucap Zee dalam hati.
"Diam cewe ganjen."geram Giska yang wajah nya sudah sangat merah menahan emosi.
"Ngga papa ganjen sama suami sendiri dari pada ganjen sama suami orang?."jawab Aira dengan menekan kan kata" nya.
__ADS_1
Giska sudah sangat marah dan ingin menampar Aira namun Aira mencekal tangan nya dengan kuat dan membuat Giska meringis kesakitan.
Jangan lupa jejak ❤️.