
"Apa!mau nampar!."Sentak Aira masih mencekal tangan Giska.
Gleg...Andra dan Zee menelan ludah nya sendiri sungguh tidak ada di pikiran mereka bahwa Aira akan se berani ini.
"Lepas."Pinta Giska dengan nada datar.
"Dih siapa kamu nyuruh" aku buat lepasin?."jawab Aira sinis.
"Lepas!."Sentak Giska.
bukan nya melepas nya Aira justru memutar tangan giska hingga Giska berteriak kesakitan.
"Ini pelajaran buat kamu karena sudah berani menggoda suami orang yang kebenaran nya adalah suami ku."ucap Aira dengan senyum sinis.
"Aira! berani" nya kamu menyakiti ku!."sentak Giska.
"Ya berani lah emang situ siapa kenapa aku harus takut?."tanya Aira.
"Lepasin."ucap Giska berusaha melepas kan cekalan tangan Aira.
"Engga akan."Jawab Aira.
Giska sudah sangat marah dan kesakitan mata nya sudah merah menahan emosi dan mata nya tertuju pada perut besar Aira.
Giska hendak menendang perut Aira namun aira segera mencegah nya dengan satu tangan nya lagi.
"Hha dasar ular berbisa bukan hanya menggoda suami ku tapi juga ingin menyakiti anak ku?."ucap Aira dengan senyum sinis.
Aira terlihat sangat menyeram kan saat raut wajah nya sperti itu sampai" suami nya saja takut melihat nya.
"Sa...sayang sudah yah sudah."ucap Andra berusaha melerai mereka berdua.
"Diam kamu mas atau ku potong si Joni."jawab Aira mengancam.
glek...Andra menelan ludah nya kasar mendengar ucapan istri nya itu.
"Dengar yah wanita ular jangan kau berani" nya muncul di hadapan ku lagi."ucap Aira penuh penekanan.
"Heyy sadar lah kau Aira dasar wanita ganjen aku dan Andra sudah pacaran selama 2 tahun dan se enak jidat nya kau memisah kan kita?."jawab Giska tak kalah menekan kan kata" nya.
"Sadar kah kau wahai wanita ular? aku tau itu dan aku juga tau kalau kalian hanya lah masa lalu dan ingat aku dan anak ku adalah masa depan mas Andra!."jawab Aira.
"Lupakan masa depan! aku yakin Andra pasti masih mencintai ku!."ucap Giska dengan nada tinggi.
__ADS_1
"Ahh baik lah kalau pemikiran mu begitu bagaimana kalau kita tanya kepada suami ku yah."jawab Aira lalu berjalan ke arah Andra.
"Mas mana kah wanita yang kamu cintai saat ini?."tanya Aira dengan Raut wajah penuh ancaman.
"Te...tentu aku mencintai kamu sayang."Jawab Andra.
'Kasian sekali anda tuan muda kenapa harus di hadap kan dengan dua wanita singa ini.'batin Zee melihat tuan muda nya yang arogan tengah ketakutan pada istri nya.
"Anda dengar nona ular?."tanya Aira penuh penekanan.
"Kamu bohong kan ndra kamu pasti masih cinta sama aku."ucap Giska berusaha memegang tangan Andra.
"engga aku ngga bohong dulu aku memang mencintai kamu tapi sekarang cinta ku hanya untuk Aira dan calon anak ku."tutur Andra.
"hesss mau ngapain? jangan pegang" suami orang."ucap Aira sambil memegang kembali tangan Giska.
"Lepasin!."bentak Giska.
"Bukan kah kau sudah mendengar yang di kata kan suami ku?."tanya Aira sinis dan di balas tatapan sinis juga dari Giska.
"Lalu untuk apa kau masih di sini?."tanya Aira menyindir.
"Terserah ku mau di mana."jawab Giska lalu berlalu pergi.
"Ingat urusan kita belum selesai."ucap Giska saat di ambang pintu.
Giska tidak menjawab dia hanya langsung pergi begitu saja meninggalkan mereka bertiga.
Aira yang merasa masih sangat kesal dan marah kepada Giska memutar bola matanya jengah lalu mendudukkan diri nya di sofa panjang di ruangan suami nya.
"Zee ambil kan minum."titah Andra lalu mendudukkan diri nya di samping istri nya.
"Nahh ini nona silahkan di minum."ucap Zee menyodor kan segelas air lalu Aira meminum nya setengah.
"Sayang kamu berani sekali."puji Andra entah mengapa mendapat tatapan tajam dari Aira.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?."tanya Andra bingung.
"Kamu suka kan mas di dekati wanita ular itu?."selidik Aira.
"Astagfirullah ya engga lah sayang suer dehh masa iya aku suka di dekati sama mantan."jawab Andra menunjukan dua jemari nya membentuk huruf V.
"Untung aku sabar mas kalau engga udah abis itu cewe di sini."ucap Aira dengan nada menyeram kan menurut Andra.
__ADS_1
"Ka...kamu kenapa bisa seberani itu sayang?"tanya Andra penasaran.
"Ngga tau lahh tapi kalau aku keliatan marah di depan Giska pasti dia semakin menjadi jadi deketin kamu nya."jawab Aira.
"Tenang mas ngga bakal tergoda."ucap Andra berusaha menenang kan istri nya dengan mengelus rambut nya lembut.
"Mas ngga nyangka lhoo ternyata kamu bisa seberani itu ngadepin Giska dari sifat polos kamu mas kira kamu ngga bakal bisa bicara se keras tadi."ucap Andra.
"Spontan ajh sih tadi mas."jawab Aira.
"Zee kau pergi lah ke ruangan mu banyak pekerjaan yang belum kau selesaikan."perintah Andra pada Zee.
"Baik tuan muda saya pamit."jawab Zee lalu pergi dari sana.
"Sampe aku liat wanita itu Deket" kamu lagi aku patahin tangan nya mas."ucap Aira merasa geram dengan sikap Giska.
"Ga...galak banget kamu sayang." ucap Andra.
"Ya biarin biar tau rasa tuh siapa suruh godain laki orang."jawab Aira.
"Iya deh iya terserah kamu sayang mas malahan suka banget kalo kamu berani seperti tadi."kata Andra.
"Kalo aku ngga berani mungkin kamu udah di gondol sama cewe" ular di luar sana mas."ucap Aira.
"Iya maka dari itu mas bersyukur punya istri berani seperti kamu."ucap Andra lalu menarik Aira ke dalam pelukannya dan mengecup kening nya berulang ulang.
"Bukan hanya kepada Giska mas jika ada wanita lain yang menggoda mu dia akan berhadapan langsung dengan ku."Ucap Aira di pelukan suami nya.
"Iya sayang iya sudah jangan galak" mas takut."tutur Andra.
"Kamu takut sama aku mas."tanya Aira mendongakkan kepalanya.
"Iya lah liat cara kamu puter" tangan Giska ajh udah bikin mas gemetar apa lagi kamu bilang mau potong si Joni."tutur Andra lagi.
Aira terkekeh kecil mendengar ucapan suami nya.
"Engga lah ya kali aku motong masa depan kita."ucap Aira masih terkekeh kekeh.
"Sini" peluk lagi."pinta Andra lalu menarik Aira ke pelukan nya lagi.
"Engga nyangka istri kecil ku juga bisa marah" seperti tadi."ucap Andra lalu mengecup kening Aira dan mengusap rambut Aira lembut.
"Mas nanti kalo aku tidur bawa pulang ajh yah."pinta Aira saat di pelukan suami nya karena mungkin habis marah" dia menjadi ngantuk karena tenaga nya terbuang.
__ADS_1
"Iya sayang."Jawab Andra tak henti" nya mengecup kening Aira dan menghirup dalam" aroma wangi dari rambut Aira.
Jangan lupa jejak ❤️.