
setelah pulang dari ruko Aira langsung ke kamar untuk Merebah kan tubuh nya dan memejam kan mata nya sejenak.
"Bisa" nya dia mengatakan seperti itu apa dia tidak tau kalau aku sudah menikah?." ucap Aira ber tanya pada diri nya sendiri.
"Lebih baik aku mandi sekarang,tuan muda juga sbntr lgi pasti pulang."
Aira meredam amarah nya dengan mandi.
Beberapa saat setelah Aira mandi Andra pun pulang
"Tuan muda anda sudah pulang?."
tanya Aira
"Sudah."
jawab Andra ketus.
Kenapa sikap nya sangat berbeda apa yg terjadi pada nya?.
batin Aira.
Flash back on...
Di kantor Sanjaya Group Andra sedang ber tanya kepada bodyguard yg mengikuti Aira ke ruko. Dia meminta laporan kepada nya apa saja yg di lakukan Aira di ruko.
"Apa saja yg di lakukan gadis itu di sana?.
tanya Andra
"Nona hanya bertemu karyawan nya tuan lalu nona makan bersama karyawan nya di sana."
jawab si bodyguard
"lalu?."
tanya Andra kembali.
"Ada seorang lelaki yang datang menemui nona tuan laki" itu seperti nya mantan kekasih nona dia datang dan langsung memeluk nona."
__ADS_1
jawab bodyguard itu.
Siapa diaa!! bisa" nya dia menyentuh milik ku!.
batin andra dengan tangan mengepal dan mata merah menahan amarah.
"Siapa nama lelaki itu?."
tanya Andra kepada bodyguard
"Angga tuan."
Bodyguard menjawab dengan gemetar karena takut.
**Flashback off...
"Tuan**?."
panggil Aira kepada suami nya
"Kata kan!siapa dia!."
balas Andra dengan nada tinggi membuat Aira sedikit mundur sehingga terpentok pinggir ranjang.
"Siapa laki" yg berani memeluk mu di ruko!katakan siapa dia!!."
Bentak Andra kepada Aira dengan sorot mata yang sangat tajam.
Deg...
Aira mengingat Angga yg tadi siang memeluk nya di ruko.
"I...itu Angga tuan."
jawab Aira gemetar karena takut.
"Siapa dia."
tanya Andra dengan wajah penuh amarah.
__ADS_1
"Di..dia mantan kekasih saya tuan."
jawab Aira menunduk dan menahan tangis.
Plakkk.....
Satu tamparan mendarat di pipi mulus Aira.
"Berani" nya kau menyebut nama mantan kekasih mu di depan mata ku!."
ucap Andra masih dengan penuh amarah.
Aira hanya menangis menahan perih di pipi nya yg tadi di tampar oleh Andra
"Tidur lah di balkon!!! aku tidak suka melihat mu ada di dalam kamar ku."
titah Andra dengan ketus.
"Ba...baik tuan."
jawab Aira dengan terisak
Tuhann mengapa begitu malang nasib ku apa kah kesalahan ku begitu besar di masa lalu? mengapa kau meng hukum ku seperti ini Tuhan?
ucap Aira dengan lirih berjalan ke balkon dengan memegangi pipi nya yg masih perih...dia menangis di sana tanpa suara dan itu membuat dada nya benar" sesak.
"Hiks...hiks...hiks...ibuuuu aku merindukan mu di sini dingin sekali Bu tolong peluk aku."
Ucap Aira dengan lirih sambil memandang bintang di langit malam itu.
***Aira hanya menurut kepada suami nya dia harus tidur di balkon tanpa selimut dingin yg dia rasa kan sampai menusuk ke tulang nya.
memang benar kata orang dia memang benar" kejam mengapa aku bisa menikah dengan nya hiks...hiks...hiks***
Batin Aira sambil terus terisak.....dia terlalu lama menangis hingga akhir nya dia pun terlelap di udara yg sangat dingin dan di tambah dia tidur di balkon kamar nya.
***Pagi hari saat subuh Aira terbangun dan hendak melakukan sholat subuh kepala nya terasa sangat berat tetapi dia paksa kan karena itu kewajiban sebagai seorang muslimah.
selesai sholat Aira pun kembali ke balkon dia merebah kan tubuh nya di sofa panjang yg ada di sana dia tidak berani jika kembali tidur di lantai dekat ranjang suami nya karena dia tau pasti suami nya akan marah***.
__ADS_1
"Ibuuu kepala ku be...berat sekali."
ucap Aira dengan pandangan mata yg kabur lalu dia tak sadar kan diri.