
Sreakh,,,,, dengan berani Deva menggores kan pisau tajam di lengan preman itu.
"Aaaa." aira yang ketakutan hanya bisa meringkuk memeluk lutut nya.
"Sudah Deva bilang jangan sakitin mama kok om malah ngeyel sih." ketus Deva.
"Heh anak kecil diam kamu." bentak preman itu.
"Jangan panggil aku anak kecil paman nama ku Deva aku putra mama Aira sama papa Andra." jawab Deva.
"Deva kamu ngga papa?." tanya Andra menghampiri Deva setelah menghabisi lawan nya.
suasana di sana masih sangat kacau karena semakin sengit pertarungan nya.
"Deva ngga papa ko pa." jawab Deva dengan polos nya.
Andra melihat sebuah pisau kecil di tangan putra nya.
"Deva kenapa bawa ini?." tanya Andra.
"Deva bawa ini setiap hari pa selalu Deva simpen di kaos kaki Deva buat jaga" Deva juga udah bisa pake nya ko pa." jawab Deva.
"Mass." pekik Aira.
ia berlari ke arah Deva dan Andra.
"Deva kamu ngga papa sayang?." panik Aira segera mengecek keadaan deva.
"Deva gapapa ma,mama gapapa?". jawab sekaligus tanya deva.
"Maka gapapa sayang." jawab Aira.
ia melotot ketika melihat benda tajam di tangan kecil putra nya.
"Itu apa itu?." tanya Aira.
dengan cepat Deva menyembunyikan pisau itu di belakang tubuh nya.
"Mama liat."
"Deva bawa ini buat jaga" ma." ujar Deva.
__ADS_1
"Besok gausah bawa itu lagi." kata Aira.
"Eummm iya ma." jawab Deva menunduk.
"Pasti kamu yang ajarin mas." tatapan Aira berubah drastis saat menatap suami nya.
"Ngga sayang aku ngga ajarin Deva,dia sendiri yang belajar dari buku." jawab Andra.
"Bener itu ma." kata Deva.
saat seperti ini keluarga kecil itu masih saja sempat mengobrol? ohhh tuhan jika ada serangan dadakan bagaimana?.
"nona muda awass." pekik Zee saat melihat preman mengangkat pisau tajam ke arah Aira.
"Dorr...sreakk." dengan bersamaan Deva dan Andra menembak serta menggoreskan pisau ke arah preman tetsebut.
"Berani macam" sama nyonya muda Sanjaya? sini lawan suami sama anak nya dulu." kata Andra percaya diri.
Dengan cepat Andra dan Deva berdiri di depan Aira guna melindungi nya.
Aira menatap punggung putra dan suami nya dari belakang.
'Benar" pelindung ku' batin Aira.
"Gapapa sayang." jawab Aira.
'Mereka berdua benar" ayah dan anak yang sangat kompak.' batin Zee merasa kagum dengan ke kompakan ayah dan anak nya.
"sakit ya om?." tanya Deva dengan nada meremehkan kepada preman itu.
"Dor." sekali lagi Andra menembak preman itu.
Takut? jelas itu yang di rasakan oleh Aira baru tau kalau anak nya pintar sekali 11 12 dengan suami nya.
"Berani macem" sama keluarga Sanjaya? kalian pasti suruhan kan? siapa yang menyuruh kalian?." tanya andra berjongkok di depan preman itu.
"Maaf tuan Amun." kata preman itu.
"Cepat katakan siapa yang menyuruh kalian! jika tidak akan aku habisi kau di sini." ancam Andra.
"Ampun tuan ampun." jawab preman itu.
__ADS_1
"Cepat!." bentak Andra.
"Yang menyuruh kami adalah nona giva,dia yang menyuruh kami untuk menculik Deva dan memancing kalian ke sini." tutur preman itu.
"****!! giva? seperti nya aku mengenal nama itu." ucap andra.
"Giva? adik dari Giska?." pikir" andra.
"Untuk apa giva menculik putra ku?." tanya Andra.
"Untuk balas dendam kepada tuan karena tuan memasukkan Kaka nya ke dalam penjara." jawab nya.
"****!!! giva aku sudah di sini keluar kau berani" nya bermain main dengan keluarga ku?!." teriak Andra.
"Masss." panggil Aira. sekarang penampilan Aira sudah tidak karuan berantakan nya.
"Jangan takut sayang ada aku sama Deva di sini." Andra menenangkan Aira dengan memeluk nya.
"Mama jangan takut Deva kan di sini." kata Deva
"Mama ngga takut ko gimana bisa mama takut? kan ada pelindung mama di sini." jawab Aira mengelus pipi Deva setelah melepaskan pelukannya.
"Giva keluar kamu! aku sudah di sini! ini kan tujuan mu? menculik Deva untuk memancing ku?!." teriak Andra dengan penuh amarah.
Semua bodyguard Andra dan Zee sudah selesai dengan gelut nya dan mereka nampak mendapat luka kecil seperti goresan pisau dan luka" lebam.
"Tuan muda? bagaimana? siapa dalang di balik semua ini?." tanya Zee saat sudah berada di depan andra.
"Giva di balik semua ini zee." jawab Andra.
"Sial kenapa setelah Kaka nya membuat onar skrng malah adik nya ikut"an." kesal Zee.
"Sttt." Zee meringis kesakitan karena ujung bibir nya mengeluarkan darah.
"Pulang lah jika kau ingin pulang Zee." titah Andra.
"Tidak tuan saya ingin di sini saja menunggu giva keluar dan melindungi kalian." jawab Zee.
Sungguh besar kesetiaan Zee kepada Andra karena Andra sering bahkan selalu menolong nya jika dia sedang dalam kesusahan.
jangan lupa like vote and komen nya❤️.
__ADS_1
See you next part gaess❤️.