Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
Membatalkan perpisahan bukan berarti memaafkan.


__ADS_3

pagi hari nya Aira terbangun karena morning sick nya.


"Hoek...Hoek..."Aira yang berusaha mengeluarkan penyebab perut nya seperti di aduk".


Andra yang baru bangun tidur pun setia memijat tengkuk Aira.


"Mas Andra."gumam Aira lirih.


"Apakah kau setiap pagi seperti ini?."tanya Andra.


"iy mas waktu aku berpisah dengan mu aku seperti ini."jawab Aira.


"Minum lah."titah Andra sambil menyodorkan air putih dan Aira meminum nya setengah.


"Boleh aku memeluk mu sebentar?."tanya Aira.


tanpa aba" Andra membawa Aira ke pelukan nya.sungguh Aira merasa sangat lega dan tidak mual lagi saat mencium aroma maskulin suami nya.mereka berpelukan untuk beberapa saat sampai Aira menguraikan pelukan itu.


"Ya sudah aku mau turun dulu mas."kata Aira lalu melenggang keluar dari kamar itu.


Andra yang merasa perubahan Aira pun hanya mengusap wajah nya kasar.


"Sampai kapan kau akan bersikap dingin kepada ku?."gumam Andra.


beberapa menit kemudian Aira kembali ke kamar mereka dengan membawa makanan.


"Mas sarapan mu sudah siap."kata Aira.


"Terima kasih duduk lah di sini."pinta Andra.


"Tidak aku masih ada pekerjaan di dapur."jawab aira.


"Kau lebih mementingkan pekerjaan dari pada suami mu?."tanya Andra lalu menarik tangan aira dan membuat Aira terduduk di pangkuan Andra dengan Andra memeluk pinggang ramping nya.


awal nya Aira memberontak ingin di lepas kan namun ia kalah kuat dari suami nya.


"Biar kan seperti ini dulu aku sangat merindukan mu."kata Andra lalu memper erat pelukan nya.


Aira hanya terdiam menerima semua sentuhan lembut dari Andra karena jujur saja ia juga merindukan suami nya entah karena hormon kehamilan atau karena sudah terbiasa.

__ADS_1


"Terima kasih sudah membatalkan perpisahan kita."kata Andra yang sudah menaruh dagu nya di bahu aira.


"Kalau saja Zee tidak memberi tahu ku bahwa kau sedang sekarat mungkin kita sudah berpisah mas."jawab Aira.


"Iya aku tau itu tapi aku berterima kasih kepada mu karena tidak memisahkan ayah dan anak nya."tutur Andra lalu mengecup pipi kanan Aira.


"Terima kasih sudah memaafkan ku juga."lanjut nya lagi.


"Membatalkan perpisahan bukan berarti aku memaafkan mu mas."ucap Aira datar.


"Sayang...aku harus bagaimana supaya kau memaafkan ku?."tanya Andra masih memeluk Aira.


"Buktikan kalau kau sungguh mencintai ku dan buktikan kalau yang ku lihat kemarin itu salah dan saat itu terbukti maka aku akan memaafkan mu saat itu juga."pinta Aira datar.


"Baik lah aku akan membuktikan nya."jawab Andra penuh percaya diri.


Aira bangkit dari pelukan Andra namun Andra ikut bangkit dan memegang tangan Aira.


"Biar kan aku pergi sekarang mas."pinta Aira.


"Aku masih merindukan mu."jawab Andra.


mata nya yang sedikit sipit,bola mata yang kecoklatan,kelopak mata yang lentik,pipi chubby,dan mata nya berhenti di bibir pink natural milik istri nya.


Cup...Andra mengecup bibir Aira bukan hanya kecupan tapi ia mengulum dan ******* nya juga Aira yang mendapat serangan dadakan memukul mukul dada bidang Andra mencoba melepaskan diri nya tapi Andra justru menekan tengkuk Aira untuk memperdalam ciuman nya.


jujur saja Andra sangat merindukan bibir manis milik istri nya dan begitu juga dengan Aira.


"Rasa nya masih sama...Manis."ucap Andra setelah melepas tautan nya.


"Sudah lah aku harus ke dapur lagi."ucap Aira.


"Tunggu dulu."kata Andra lalu menarik tangan Aira yang sudah melenggang untuk pergi.


Cup...


Cup...


Andra mengecup kening Aira dan perut nya.

__ADS_1


"Haloo jagoan papa kamu baik" di dalam sana yah nak jangan bikin Mama sakit kasian lho mama"ucap Andra yang sedang mengelus dan mendekatkan wajahnya ke perut Aira.


tiba" saja Aira merasakan gerakan kecil di perut nya dan sontak membuat nya tersenyum.


"Kamu gerak yah sayang."gumam Aira mengelus perut nya sendiri.


"Benar kah?."tanya Andra mendongakkan kepalanya.


"iya mas tadi utun gerak."jawab Aira.


"Wahh jagoan papa aktif yah."kata Andra lalu sekali lagi mengecup perut Aira.


"Sudah mas geli tau udah yah aku mau ke dapur."ucap Aira merasakan geli di perut nya lalu tanpa menunggu jawaban dari Andra ia malah pergi saja melenggang ke meninggalkan Andra.


"Bagaimana kalau kehamilan istri ku sudah besar? Dia pasti seperti busung lapar karena tubuh nya yang kecil membawa perut besar."gumam Andra lalu menggeleng geleng kan kepala nya memikir kan jika kehamilan istri nya sudah membesar.


saat Aira sudah turun Andra bergegas untuk mandi dan bersiap-siap untuk ke kantor.


beberapa menit kemudian Andra sudah siap dengan setelan jas nya ia nampak sangat nampan dan berkarisma saat memakai pakaian seperti itu.


"Sarapan mu sudah siap mas."ucap Aira.


"Terima kasih sayang."sahut Andra dengan senyum nya.


"Oh iya nanti kamu ke kantor aku yah nanti aku suruh Zee menjemput mu."ucap Andra di tengah makan nya membuat Aira mengeryit kan kening nya.


"Buat apa mas?."tanya Aira yang mendadak lupa semua nya.


"Kan mas mau nunjukin cctv di ruangan mas."jawab Andra.


"Ohh itu baik lah nanti aku akan ke sana."jawab Aira.


'Semoga saja pikiran ku itu tidak benar jika benar aku akan meminta pisah dari mu saat itu juga mas.'gumam Aira dalam hati dan menatap tajam ke arah Andra.


Andra yang di tatap pun gelagapan tiba" mendapat tatapan seperti itu dari istri nya.


"Ka..kamu kenapa sayang?."tanya Andra bingung.


"Ngga ko ngga papa."jawab Aira lalu pergi ke dapur lagi.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak ❤️.


__ADS_2