Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
Extra part keluarga bahagia.


__ADS_3

"Ndra ndra." panggil mom Anita


"Anak kamu nangis nihh." lanjut nya lagi seraya masuk ke kamar Aira dan melihat sepasang suami istri sedang tertidur.


hati nya senang melihat pemandangan di depan mata nya dan senyum mekar di bibir nya.


"Sayang kamu sama Oma sama Tante dulu yah mama sama papa kamu lagi bobo." bisik mom Anita kpda Deva dan seakan mengerti deva menjadi diam dan tersenyum.


"Anak pintar ayo kita keluar jangan ganggu mama dan papa mu." ajak mom Anita lalu mereka berdua keluar ke taman belakang lagi.


"Eughhh." lenguh Aira saat terbangun.


"Ko berat yah?." gumam nya tak menyadari kalau tangan suami nya ada di perut nya.


"Astaga mas Andra bangun mas sudah sore." lirih Aira membangun kan Andra.


"Mas bangun yuk." ucap nya lagi menepuk nepuk pipi Andra.


"Kenapa?." tanya Andra dengan suara serak khas bangun tidur.


"Bangun ih dah sore." titah Aira.


"Mandi sana mas." titah nya lagi.


"Bareng yah." goda Andra.


"Ngga." tegas Aira dengan menatap tajam suami nya.


"Janji ko cuma mandi ajh." polos Andra dengan mengangkat tangan nya membentuk huruf V.


"Engga." Keukeh Aira.


"Yank." rengek Andra.


"Ngga."


"Janji ko ngga macem"." bujuk Andra dengan menatap Aira puppy eyes.


Aira memutar bola matanya malas sebenarnya ia tak tega melihat suami nya seperti itu tpi Andra pasti tidak akan jika hanya sekedar mandi saja dan pasti ia akan macam".


"Hmmm dah ayo." jawab Aira malas.


"Yeyyyy." girang Andra yang langsung mengangkat tubuh Aira ala bridal style ke arah kamar mandi.


"Janji cuma mandi." was was Aira.

__ADS_1


"Iya." jawab Andra nyengir.


"awas ajh kalo macem"." ancam Aira.


"Iya" engga macem" ko." jawab Andra menurut.


dan se sampai nya di kamar mandi Andra meletakkan Aira di bath up dan benar saja mereka mandi berdua tanpa Andra yang macam."


setelah beberapa menit kemudian mereka sudah selesai mandi dan keluar dengan menggunakan handuk kimono mereka dan tak lupa dengan Andra yang menggendong Aira.


"Abis ini kita ke taman belakang ya mas Deva pasti sudah kehausan." ucap Aira saat selesai menggunakan pakaian nya.


"Iya ayo pasti tadi dia menangis." jawab Andra.


mereka pun selesai ber pakaian dan turun untuk ke taman belakang menemui putra kecil nya.


"Ehhh mama Dateng tuh." ucap mom Anita.


"Deva ngrepotin kalian yah?." tanya Aira khawatir.


"Engga ko ka Deva ngga ngrepotin." jawab Lena dan Leni.


"Iya Ra Deva ngga ngrepotin ko momy justru seneng bisa main sama dia." jawab mom Anita menepuk bahu Aira.


Seperti mengerti saja Deva justru tersenyum dan memegang pipi mama nya.


"Ehh senyum" ni anak di tanyain mama malah senyum" gitu." ucap Andra dari balik badan Aira.


"Tadi sihh Deva nangis trs momy mau anterin ke kamar kalian tapi keliatan nya kalian lagi sibuk jadi momy bawa ke sini lagi." ucap mom Anita terkekeh.


Aira dan Andra menjadi saling tatap dan sedetik kemudian mengerti apa yang di maksud sibuk oleh mom Anita.


"Gapapa santai ajh momy tau koo kalian pasti jadi jarang punya waktu berdua."lanjut mom Anita lagi yang mana membuat Aira dan Andra tersenyum kikuk.


"Kamu kasih asi dulu Ra kaya nya Deva laper banget." titah mom Anita.


"Ohh iya mom." jawab Aira lalu segera duduk di kursi taman bawah pohon rindang dan segera menyusui Deva.


"Anak mama haus banget yahh." tanya Aira saat Deva dengan lahap nya meminum susu dari Aira.


"Papa juga mau." rengek Andra di sebelah Aira.


"Mas ih malu ada momy sama Lena sama leni masih ajh kek anak kecil." gerutu Aira.


"Gapapa." jawab Andra singkat seolah tidak perduli.

__ADS_1


sifat Andra membuat Aira tersenyum malu dan membuat kegita orang di depan nya geleng" kepala.


"boleh yah." pinta Andra menatap Aira puppy eyes.


"Engga ini buat Deva." bantah Aira.


"Yaudah nanti malem ajh yah." goda Andra yang langsung mendapat tatapan tajam dari sang istri.


"Anak papa yang banyak minum susu nya yah biar cepet besar nanti kalo udah besar papa ajarin cara pake pistol." ucap Andra mengelus kepala Deva dan langsung mendapat pukulan dari Aira.


"Awhh." ringis Andra.


"Kenapa sih sayang sakit nih." tanya Andra.


"Kamu aneh ya kali Deva harus ikut jejak kamu jadi psikopat? ngga aku ngga akan ijinin." jawab Aira.


ibu mana yang rela anak nya belajar senjata tajam dan mengikuti jejak buruk apalagi itu dari ayah nya?.


"Kan kalo Deva mau sayang." ucap Andra.


"Sampe kapan pun aku ngga ijinin Deva main senjata tajam." jawab Aira dengan menatap tajam ke arah suami nya.


'Bahkan tatapan mu saja lebih tajam dari belati.' batin Andra yang bergidik ngeri saat setiap mendapat tatapan tajam dari sang istri.


"Kaka emang gitu Kaka ipar suka aneh dia nya." ucap Lena yang tiba" datang.


"Emang tuh masa anak sendiri suruh ikut jejak buruk nya." sambung Leni.


"Hehh bocil ga boleh ikut"an." kesal Andra dan mendapat tatapan tidak suka dari kedua adik nya.


'Senang rasa nya melihat mereka seperti ini sudah nampak sekali seperti keluarga bahagia.' batin mom Anita yang ternyata masih di sana.


"Sudah" ayo Ra sudah mau Maghrib masuk yahh ngga baik ada anak kecil masih bayi di luar seperti ini." ajak mom Anita.


"ohh iya mom." jawab Aira lalu menutup baju nya.


"Sini biar Deva aku yang gendong." pinta Andra lalu Aira menyerah kan putra nya.


"Hati" jangan sampe terkilir tangan nya." ucap Aira agak khawatir.


"Iya" aku kan udah bisa gendong bayi dikit."" jawab Andra.


mereka berjalan masuk ke rumah karena langit sudah mulai berubah warna menjadi warna jingga.


Jangan lupa jejak ❤️.vote and like kalian sangat berarti buat othor dan jangan lupa kritik dan saran nya❤️.

__ADS_1


__ADS_2