Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
Sudah baikan?.


__ADS_3

hingga sore menjelang Aira masih belum terbangun dari tidurnya ia masih senang bermimpi ria mungkin karena kekenyangan juga jadi tidur nya lama.


saat itu juga Andra sudah menyelesaikan pekerjaan nya dan beranjak untuk ke kamar pribadi di ruangan nya.


"Sayang...bangun yuk udah sore kita harus pulang."ucap Andra sambil menepuk nepuk pipi Aira.


"5 menit lagi mas."Gumam aira yang merasa Mata nya masih sangat lengket untuk di buka.


"Sayang sudah sore ayo kita pulang."ajak Andra lembut.


"Ehm baik lah."ucap Aira lalu terbangun dan Andra menuntun nya untuk cuci muka dan Merapi kan rambut Aira yang sempat acak"an.


"Ayo mas aku sudah siap." kata Aira yang sudah nampak rapi dan lebih fresh.


"Baik lah ayo."ajak Andra.


mereka berjalan keluar ruangan dan di ikuti oleh Zee di belakang nya.


"Kau tidak ingin mampir ke tempat lain sayang?."tanya Andra saat sudah di dalam mobil.


"Aku ingin bertemu papa mas."jawab Aira.


"Harus kah?."tanya Andra lagi karena Juju ia merasa keberatan karena pasti ada Livia di sana.


"Iya mas aku ingin bertemu papa."jawab Aira.


"Baik lah...Zee kita ke rumah mertua ku dulu yah."titah Andra pada Zee yang sedang menyetir mobil.


"Baik tuan muda."jawab Zee.


mereka melaju menuju rumah mertua Andra. sampai Aira melihat seorang penjual rujak di pinggir jalan.


"Mas aku pengin itu."ucap Aira pada suami nya.


"sayang kaya nya itu kurang higienis dehh jangan itu yah yang lain ajh."jawab Andra.


"Ngga! anak kamu minta nya itu."ucap Aira yang tidak mau di bantah.


"Baik lah kalau begitu...Zee berhenti di sini."kata Andra.


"Untuk apa tuan?."tanya Zee.


"Ira menginginkan rujak di sana."jawab Andra.


"Baik lah saya akan membelikan nya tuan."ujar Zee.


"Ngga!."ucap Aira yang tiba".


"Aku pengin nya mas Andra yang beli."rengek Aira.


Andra memutah bola mata nya jengah dan turun untuk membeli keinginan Aira.


beberapa menit kemudian Andra datang dengan kantong plastik di tangan nya.


"Ini sayang."ucap nya sambil memberikan plastik itu.


mata Aira berbinar binar ketika melihat buah" segar di padu dengan sambal rujak itu rasa nya ingin langsung melahap semua nya.


"Makasih mas."ucap Aira.

__ADS_1


"Sama"".jawab andra.


Aira memakan rujak yang di belikan suami nya dan mobil pun kembali melaju menuju rumah papa aji.


detik berganti detik menit berganti menit mereka pun sampai di sana.


Aira yang antusias langsung turun dan berlari saking senang nya.


"Sayang jangan lari."teriak Andra saat melihat Aira berlari seperti anak kecil.


"Hehehe maaf mas."jawab Aira nyengir.


tok...tok...tok...Aira mengetuk pintu berharap ada yang membuka nya.


Ceklek...pintu terbuka.


"Aira."Ucap papa aji saat melihat putri sulung nya.


"Papa."ucap Aira lalu berhambur memeluk ayah nya.


"Kamu apa kabar sayang?."tanya papa aji.


"Ira baik" ajh pa."jawab Aira.


"Kau bersama siapa ke sini?."tanya papa aji.


"Sama mas Andra dan ka Zee pa."jawab Aira dan sudah ada Andra dan Zee di belakang nya.


"Asalamu'alaikum pa."ucap Andra lalu menyalami ayah mertua nya.


"Waalaikumsalam sini masuk nak."jawab papa aji.


mereka semua pun masuk ke rumah papa aji dan berbincang bincang.


"Ehh Aira."pekik Livia dan menampakkan muka sok baik nya.


'Cih dasar ibu tiri bermuka dua.'batin Andra.


"Iya ma."jawab Aira.


Livia pun ke dapur untuk membuat kan teh untuk mereka semua dan bergabung dengan mereka.


"Nak papa ingin bicara sama kamu...ikut lah dengan papa."ucap papa aji dan di angguki oleh Aira.


mereka berdua berjalan lalu duduk di tepi kolam.dan sejenak hening tercipta.


"Nak papa mau bertanya pada mu."tanya papa aji memecah kan keheningan di sore itu.


"Iya pa tanya saja."jawab Aira.


"Apa kamu sedang ada masalah dengan Andra?."tanya papa aji.


"Pa...papa tau dari mana?."Tanya Aira balik.


"Papa tau dari ibu Anita nak."jawab papa aji.


"sebenar nya Aira yang memulai nya pa karena Aira melihat Giska di kantor mas Andra waktu itu dan dia sedang duduk di pangkuan suami ku dan kita bertengkar hingga aku mengatakan pisah tapi hari ini semua nya terbukti dan aku hanya salah paham lalu kita sudah baikan pa."ucap Aira menceritakan dan menjelas kan pada papa aji.


"Ohh begitu yah ya sudah syukur lah kalau kalian sudah baikan nak."ucap papa aji lega.

__ADS_1


"Ya sudah kita bergabung dengan suami mu lagi."ajak papa aji dan di angguki oleh Aira.


namun Aira berjalan terlebih dahulu sedangkan papa aji menghubungi seseorang guna memberitahu kabar kalau Aira dan Andra sudah baikan.


"Asalamu'alaikum Bu Anita?."ucap papa aji saat panggilan terhubung.


"Waalaikumsalam pak aji? Ada apa?."jawab mom Anita di sebrang sana.


"saya ada kabar baik Bu sekarang kita tidak perlu takut lagi mereka berdua pisah akrena tadi saya sudah bertanya dan Aira sudah mengakui kesalahpahaman nya dan mereka berdua sudah baikan."jelas papa aji.


"Apa?! syukur lah kalau begitu saya ikut senang mendengar nya."ucap mom Anita di sana.


"Ya sudah Bu saya tutup panggilan nya yah karena Andra dan Ira sedang di rumah saya."ucap papa aji.


"Iya baik lah pak asalamu'alaikum."ucap mom Anita.


"Waalaikumsalam."jawab papa aji.


Tut...Tut...panggilan berakhir.


sungguh senang hati orang tua saat tau kedua anak menantu nya tidak jadi berpisah.dan itu yang dirasakan oleh papa aji dan mom Anita serta papi Sanjaya.


papa aji pun kembali bergabung dengan istri dan anak menantu nya.


"Nak kehamilan mu baik" saja?."tanya papa aji seraya mendudukkan tubuh nya di sofa.


"Iya pa cuma Ira merasa sedikit aneh saja tadi pagi Ira sangat dingin dengan mas Andra lalu tadi siang Ira menjadi galak dan manja dan sore ini Ira menjadi keras kepala."jawab Ira.


Andra dan papa aji hanya geleng" kepala mendengar jawaban Ira dengan wajah polos.


"Itu sudah biasa sayang itu terbiasa terjadi kepada ibu hamil."tutur papa aji.


"Waktu mama Livia hamil juga seperti itu iya kan ma?."lanjut nya lagi.


Livia yang sedang duduk pun menjadi terkesiap dan tersenyum palsu jujur saja dia sangat tidak suka dengan suasana seperti ini menurut nya sangat membosan kan namun ia tetap pura" baik di depan semuanya.


"Iya Ira pasti saat usia kandungan mu sudah 5 bulan sedikit mengurangi semua perasaan itu."tutur Livia.


"Tapi kan kasian mas Andra selalu jadi pelampiasan sama Aira."jelas Aira dengan wajah tidak enak.


"Engga sayang itu kan sudah tugas mas."ucap Andra yang tiba" merangkul pinggang Aira.


"Senang melihat kalian seperti ini semoga kalian langgeng sampai kakek nenek yah."tutur papa aji yang merasa senang sekaligus terharu kepada anak menantu nya yang saling menyayangi.


sedang kan Livia? dia hanya berusaha tersenyum palsu sedang kan hati nya menggerutu tak jelas melihat drama di depan nya.


"Sayang sudah malam kita pulang yah."ajak Andra.


"Ayo mas."jawab Aira.


"Pa kita pulang dulu yah."ucap Aira lalu menyalami kedua orang tua nya.


"Hati" sayang."ucap papa aji.


"Iya pa asalamu'alaikum." Jawab Aira.


"Waalaikumsalam."


"Mari nona."ucap Zee yang sudah membukakan pintu untuk Aira masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


mereka pun melaju untuk pulang mengingat hari sudah semakin malam dan tubuh Aira yang sudah lelah hari ini.


Jangan lupa jejak!.


__ADS_2