
astaga wajah ku kusam sekali gumam Aira saat menatap pantulan wajah nya di cermin saat selesai mandi.
"Sayang Deva haus nihh." ucap Andra tiba" dengan menggendong Deva.
"Kamu kenapa?."tanya Andra saat melihat wajah cemberut Aira.
"Aku udah ngga cantik lagi ya mas?."tanya Aira masih fokus dengan menatap pantulan wajah nya di cermin.
Andra hanya tersenyum dan mendekat ke arah Aira.
"Lihat lah nak mama mu selalu tidak percaya diri padahal dia sangat lah cantik." ucap Andra mengarah kan pandangan nya ke baby Deva.
"tapi aku emang udah ngga cantik mas." Rengek Aira.
"Kata siapa ngga cantik?."tanya Andra.
"Kata aku." jawab Aira dengan mendongakkan kepalanya.
"tapi menurut mas kamu jadi lebih cantik ko." tutur Andra.
"Kamu boong yah." selidik Aira.
"Engga ngapain mas boongin istri tercantik mas ini?." jawab Aira.
"Aku ngga pede." gumam Aira.
"Gapapa kamu kan jarang keluar rumah jadi kan cuma mas yang liatin wajah cantik kamu." jelas Andra.
"udah yah sekarang Deva haus nii." ucap andra.
"Yaudah sini." jawab Aira lalu mengambil alih Deva dari Andra.
Dengan cepat Aira menyusui Deva yang sudah sangat kehausan.
"Mas ke ruang kerja dulu yah." ucap Andra.
Cup...cup...Andra mengecup kening dan pipi Aira sebelum ia pergi ke ruang kerja nya.
"Iya mas." jawab Aira dengan senyum.
beberapa menit kemudian....
Deva yang sedang menyusu pun tertidur dan Aira membawa nya ke ranjang dan meletakkan nya di sana.
setelah meletakkan Deva di ranjang ia tatap dengan intens putra nya.
'Anak ku sudah besar aku kira baru kemarin aku bertaruh nyawa demi melahirkan mu.' gumam Aira dalam hati.
"Kalo sudah besar jangan galak seperti ayah mu ya sayang." gumam nya seraya mengelus kepala Deva.
"Papa ngga galak ko." ucap Andra tiba" yang membuat Aira menoleh.
"Lhoo mas? sudah selesai pekerjaan kantor nya?." tanya Aira.
"Sudah itu hanya sedikit jadi mas serahkan kepada Zee." jawab Andra lalu merebahkan tubuhnya di samping Deva.
"Kalo sudah besar jangan cengeng sperti mama yah ganteng." ucap Andra.
__ADS_1
"Ishh mama ngga cengeng." sungut Aira yang membuat Andra terkekeh.
"Sudah malam ayo tidur." ucap Andra.
tidak menjawab Aira justru langsung tidur dengan mengelus kepala Deva.
Cup...Andra mengecup kening Aira.
"selamat malam penyemangat ku." gumam Andra lalu tertidur dengan nyenyak.
Pagi terasa cepat sekali membuat keluarga kecil yang sedang tertidur menjadi terbangun.
"Sayang mas berangkat lebih awal hari ini." ucap Andra memakai dasi nya.
"Tapi aku blm menyiapkan makanan mas."jawab Aira yang sedang menyusui Deva.
"Tidak apa mas makan di kantor saja." jawab Andra dengan tersenyum.
"Baik lah mas berangkat yah." lanjut nya lagi.
"Hati" yah mas." ucap Aira.
"Baik lah Zee sudah menunggu di depan mas berangkat dulu." jawab Andra.
Cup...Cup...Andra mengecup kening Aira dan kening Deva lalu Aira menyalami tangan suami nya.
"Asalamu'alaikum." ucap Andra.
"Waalaikumsalam." jawab Aira.
...Sepergi nya Andra dari rumah Aira lalu bergegas mandi saat Deva sudah tertidur....
"Sebentar yah sayang mama menyisir rambut dulu."
"Astaga Deva kenapa yahh ko nangis trs." gumam Aira merasa khawatir.
lalu ia mempercepat kegiatan nya dan menggendong Deva.
"Cup...cup...cup....kita keluar yah sayang yah kita berjemur." ucap Aira.
lalu ia bergegas turun dengan Deva yang ada di gendongan nya.
Cklak...pintu rumah utama terbuka.
"Hemm? apa itu? kenapa ada kotak? perasaan aku ngga pesen paket siapa yng mengirim?." bingung Aira saat melihat kotak di depan pintu rumah nya.
di ambil nya kotak itu lalu di buka perlahan-lahan.
"Aaaaaaa!!!!!."teriak Aira saat membuka kotak itu.
betapa kaget nya ia melihat foto nya berada di boneka yang tidak berbentuk karena di tusuk" oleh jarum dan paku.
..."Si siapa yang mengirim nya." gumam Aira....
dan di kotak itu ada selembar kertas yang bertulis kan 'kau tidak akan bisa hidup nyaman!!!.'
"Aaaaaaa!!!." teriak Aira yang sudah mulai merasa frustasi.
__ADS_1
"Deva kita masuk yah nak." gumam Aira lalu buru" menutup pintu.
"Astaga siapa yang mengirim teror seperti itu? hiks aku tidak pernah menganggu hidup orang lain kenapa ada teror seperti itu." gumam Aira yang tak kuasa menahan air mata nya.
"Ting tong ting tong." suara bell rumah berbunyi.
"Itu siapa yah." gumam Aira buru" menghapus air mata nya.
dengan perlahan ia membuka pintu rumah utama nya.
dan betapa mengejutkan nya tidak ada siapa" melainkan hanya buah" busuk dan juga telur busuk.
"Aaaa!!!!." teriak Aira.
ia sungguh ketakutan saat teror" itu datang.
Dengan keras ia menutup pintu dan membawa Deva ke kamar atas.
"Mas Andra." gumam Aira lalu menelpon suami nya.
"Hallo? kenapa sayang?." tanya Andra.
"Mass hiks aku takut." jawab Aira dengan menangis.
"Kamu nangis? kamu takut kenapa sayang? ayo bicara sama mas." ucap Andra panik.
"Mass ada yang neror aku." jawab Aira.
"Neror?." tanya andra bingung.
"Iya mas aku takut." jawab Aira.
"Kamu tunggu di rumah mas akan pulang sebentar lagi." titah Andra.
"Baik lah mas." jawab Aira lalu menutup telpon nya.
"Zee kau tunda dulu meeting hari ini aku akan ke rumah Aira di teror oleh seseorang." titah Andra.
"Bain tuan muda." jawab Zee.
"Kau ikut aku sekarang." lanjut andra.
dengan gagah nya kedua lelaki itu berjalan keluar kantor.
"Cepat Zee." ucap Andra tidak sabaran saat di dalam mobil.
"baik tuan muda." jawab Zee lalu menambah kecepatan mobil nya.
"Siapa yang berani mengusik keluarga ku dan berani" nya dia meneror istri ku?."gumam Andra.
"nona muda diteror?." tanya Zee.
"Iya dia di teror oleh orang yang tidak di kenal." jawab Andra.
"Cepat lah istri ku sedang ketakutan di rumah." titah Andra.
dengan cepat Zee mengemudikan mobil nya supaya cepat sampai di rumah Andra.
__ADS_1
**Jangan lupa like,vote,komen nya❤️ dan jangan lupa saran,kritik nya.
maaf blm sesuai ekspektasi kalian 🌹**.