
Zee yang sudah sangat khawatir dengan kondisi tuan muda nya itu pun langsung menghubungi Aira.
"Hallo nona muda."panggil Zee saat panggilan sudah terhubung.
"Iya hallo ka Zee ada apa?".tanya Aira.
"Nona muda cepat lah kemari."pinta Zee.
"Untuk apa saya harus ke sana?."tanya Aira.
"Tuan muda sakit non sekarang suhu tubuh nya sangat tinggi dan dari tadi memanggil nama nona muda."jelas Zee.
"kenapa mas Andra bisa sakit?."tanya Aira sudah mulai panik dan merasa bersalah.
"Non cepat ke sini."pinta Zee.
"Maaf tidak bisa."jawab Aira datar sebenar nya ia sangat khawatir dengan suami nya tapi ia masih merasa kesal jika mengingat apa yang di lakukan Andra pada nya.
"Non cepat ke sini atau anda tidak bisa melihat tuan muda untuk yang terakhir kali nya."ucap Zee membuat Aira seketika panik bukan kepalang.
"Apa maksud mu Zee."tanya Aira dengan nada sedikit meninggi.
"Cepat lah non atau saya jemput?."tanya Zee.
"Tidak usah kau tunggu di situ saja aku akan ke sana."jawab Aira lalu langsung menyambar tas selempang nya.
Tut...panggilan berakhir.
"Maaf kan saya nona saya terpaksa harus berbohong demi tuan muda."gumam Zee.
di perjalanan mata Aira tak henti" nya mengeluarkan air mata.
"Maaf kan aku mas jangan sampai terjadi apa" kepada mu jika itu terjadi aku tidak akan memaafkan diri ku sendiri."gumam nya di taksi dengan mengusap air mata nya.
setelah beberapa menit berlalu ia sudah sampai di kediaman Andra ia terburu buru berlari hingga lupa jika diri nya sedang berbadan dua sekarang ini.
"Mas Andra."panggil Aira saat sudah di kamar Andra.
"Nona muda!."pekik Zee.
__ADS_1
"Apa yang terjadi kenapa bisa sampai seperti ini?."tanya Aira.
"Tuan muda minum" non lalu karena ia terlalu banyak pikiran jadi tuan muda stres dan frustasi non."jawab Zee menunduk.
Aira tak kuasa menahan air mata nya lalu ia duduk di samping suami nya.
"Mas bangun lah aku sudah ada di sini."panggil Aira seraya mengguncang bahu Andra.
" jangan tinggalkan aku mas bangun lah aku janji akan membatalkan perpisahan kita tapi kamu bangun."kata Aira dengan air mata yang sudah deras.
sebenar nya Andra sudah terbangun tapi ia pura" tertidur dan tentu nya tanpa sepengetahuan Zee.
"Mas bangun."gumam Aira yang sudah meletakkan kepala nya di dada bidang andra.
"Benar kah kau akan membatalkan perpisahan kita?."tanya Andra lirih.
"Iya tentu."jawab Aira belum ngeh kalau itu suara Andra namun sedetik kemudian.
"Mas Andra!."pekik Aira.
"hmm?."jawab Andra.
"Ti... tidak mas aku tidak apa"."jawab Aira gugup.
"sudah lah jangan menangis lagi."ucap Andra lalu tersenyum.
Zee yang melihat drama di depan nya pun hanya menggeleng kan kepala nya.saat ia mendapat plirikan dari Aira ia hanya mengangkat bahu dan nyengir.
Maaf kan aku nona aku sudah membohongi mu tapi aku senang kalau kau akan membatalkan perpisahan kalian.batin Zee.
"Benar kah kau akan membatalkan perpisahan kita?."tanya Andra lirih lalu menggenggam tangan Aira.
Aira hanya mengangguk kecil untuk jawaban nya.
"kalau Zee tidak mengatakan kah sedang sekarat aku tidak akan ke sini mas."ucap Aira datar.
"Zee apa kau bilang seperti itu?."tanya Andra datar pada Sekertaris nya.
"Maaf kan saya tuan itu saya lakukan agar nona muda ke sini."jawab Zee.
__ADS_1
"Terima kasih sudah menjaga ku sekarang kau boleh pergi."kata Andra.
"Baik tuan sampai bertemu besok di kantor."ucap Zee.
"Mas Andra tidak akan ke kantor besok."ucap Aira tiba".
"baik nona saya permisi."kata Zee lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Terima kasih sudah memaafkan ku."ucap Andra mengecup punggung tangan Aira.
"Kita tidak jadi pisah bukan berarti aku memaafkan mu mas."jawab Aira datar.
"Lalu aku harus bagaimana supaya kau memaafkan ku?."tanya Andra.
"Aku ingin kamu membuktikan cinta mu."jawab aira.
"Tentu saja lalu dengan cara apa?."tanya Andra.
"Kamu harus memutuskan hubungan mu dengan Giska."jawab Aira datar.
"Sayang sudah ku bilang aku tidak ada hubungan apa" dengan nya."ucap Andra mencoba memberikan penjelasan kepada Aira.
"Aku tidak percaya."kata Aira.
"Baik lah kalau begitu kau bisa melihat rekaman cctv di kantor ku."kata Andra.
"Hmm baik lah."kata Aira.
"Sudah sini tidur."pinta Andra dengan melentangkan tangan nya supaya Aira tertidur di lengan nya.
tapi Aira malah menggeser tubuh Andra dan memberi penengah berupa bantal guling di antara mereka.
"Sayang ku mohon jangan ngambek terus aku ngga bisa tidur kalo ngga meluk kamu."rengek Andra.
"Sudah tidur lah."titah Aira singkat.
Andra mencoba memejamkan mata nya ber bolak balik ke sana ke mari mencari posisi yang nyaman tapi dia tidak menemukan nya.ia pun memeluk Aira dari belakang saat Aira sudah tertidur pulas.
"Tidur lah sayang dan maaf kan aku atas semua nya."gumam Andra lalu terlelap tidur dengan memeluk Aira dari belakang.sebenar nya Aira belum benar" tertidur ia hanya pura" tidur untuk mengetahui apa kah suami nya benar" tidak bisa tidur jika tidak memeluk nya dan ternyata benar suami nya bergeser geser ke sana ke mari sedari tadi.
__ADS_1
Aira juga sangat rindu di perlakukan hangat seperti ini oleh suami nya saat suami nya memeluk nya dari belakang ia menyunggingkan senyum manis nya lalu tertidur pulas dengan posisi saling berpelukan.