
Andra dan Aira pun pergi mencari makanan yang di mau Aira...Andra sangat antusias mengikuti nya karena ini ngidam pertama nya.
"Mass ayo cepetan bawa mobil nya aku udah ngga sabar."pinta Aira karena Andra sangat pelan mengendarai mobil nya.
"Sabar sayang nanti kalo ada polisi tidur gimana kan kamu lagi hamil kasian donk anak kita."jawab Andra.
"Udah deh terserah kamu mas."Balas Aira.
cukup sulit mencari makanan yang di mau Aira karena hari sudah cukup siang tapi Andra tidak menyerah hingga Ia menemukan kafe kecil di sebrang jalan yang menyediakan makanan itu.
.
.
.
Andra pun membeli beberapa untuk Aira ada berbagai macam warna dan rasa untuk nya.aira sangat senang menerima makanan dari suami nya.
"Aaa makasih sayang."senang Aira.
"Sama"."jawab Andra lalu mengelus perut rata Aira.
"Sayang papa kamu baik banget dehh udah beliin ini buat kita berdua."kata Aira lalu mengelus perut rata nya.
Andra hanya geleng" dan tersenyum melihat tingkah istri nya yang menurut nya lucu.
usia kandungan Aira baru dua Minggu jadi wajar saja kalau perut nya belum terlalu besar.
"Mas udah nih sisa nya buat kamu."kata Aira lalu menyerahkan kresek pada Andra.
"Sayang ini banyak banget lohh kata nya kamu pengin ko malah buat aku sih."kata Andra.
"Ihh mas aku udah ngga pengin lagi."Jawab Aira
Benar saja para suami jika istri nya hamil pasti mereka gendut karena ini yahh mereka memakan sisa makanan istri nya.batin Andra yang mau tak mau harus menerima makanan sisa dari Aira.Dann Aira entah dari mana ia mendapat kan keberanian untuk menyerahkan makanan sisa nya pada pak suami.
"Ayoo mas kita pulang."Rengek Aira.
"Iya" ayo."jawab Andra
Andra pun tancap gas menuju rumah nya lagi.
di mobil Aira hanya berbicara dengan mengelus perut nya entah apa yang di bicarakan antara calon ibu dan calon anak itu Andra tidak mengerti karena Aira hanya bergumam lirih lalu tersenyum dan cekikikan.
"Hihi enak ya nak ngerjain papa."gumam Aira masih senyam senyum sendiri.
"Besok kita kerjain papa lagi yahh kamu besok mau apa lagi nak?."gumam nya lagi sekarang Aira malah nampak cekikikan di mobil membuat Andra geleng" melihat tingkah aneh istri nya.
beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah Andra.
__ADS_1
"Oh iya sayang kamu sudah mengabari momy papi?."tanya Aira pada Andra.
"Oh iya lupa sayang saking seneng nya jadi lupa ngabarin mereka."jawab Andra nyengir.
"Yaudah sekarang kabarin ajh."kata Aira.
Andra mengambil ponsel di saku nya lalu melalukan Vidio call bersama orang tua nya.
"Momy."panggil Andra.
"Iya sayang tumben nelfon ada apa?."jawab momy Anita di sebrang sana.
"Mom Aira hamil."kata Andra membuat momy Anita melotot dan senyum mengembang di bibirnya.
"Benar kah!!!."tanya mom Anita tidak percaya.
"Iya mom masa aku boong tadi ajh Aira minta bakpao isi ayam pake ngrengek lagi minta nya."kata Andra yang membuat Aira mendelik tidak suka.
"Syukur lah sayang momy,papi Lena sama leni mau ke situ yah nak."kata mom Anita.
"Oke mom."jawab Andra.
"Ya sudah coba tanyakan istri mu ia menginginkan apa?."tanya mom Anita.
"Sayang kamu pengin apa?."tanya Andra pada Aira.
"Aku pengin puding coklat buatan momy mas."jawab Aira.
"Tentu sayang momy buatkan yah."jawab momy langsung tersenyum sumringah mendengar menantu nya menginginkan makanan buatan nya.
"Ya sudah dulu yah sayang."kata momy Anita lalu di angguki oleh Andra.
Tut...Tut...Tut...panggilan berakhir.
"Kamu ini ngidam nya aneh" yah sayang."kata Andra mengacak acak rambut Aira.
"Ya gapapa yang penting keturutan dari pada engga kamu mau besok anak kamu ileran?."jawab Aira santai.
"Ehh ya jangan gitu donk sayang."kata Andra tak terbayang kalau anak CEO perusahaan terkenal ileran.
"Aku mau ngabarin papa aji sama mama Livia dulu yah mas."kata Aira dan di angguki andra.
panggilan Vidio call di mulai.
"Papa!!!."teriak Aira saat melihat gambar papa aji yang sudah lama ia rindukan begitu pula dengan aji.
"Sayang kamu apa kabar nak?."tanya papa aji.
"Ira baik"ajh lah malah bentar lagi papa bakal punya cucu."balas Aira dengan senyum nya.
__ADS_1
"Apa?! papa bakal punya cucu?!."tanya papa aji senang sekali mendengar itu.
"Iya pa papa bakal jadi kakek."jawab Aira.
tak sengaja Livia dan ana mendengar percakapan ayah dan anak itu.
Cih sombong sekali dia mentang" sudah hamil.batin Livia merasa tidak suka pada kehamilan anak tiri nya.
Cihh seharus nya aku yang ada di sana dan aku yang hamil anak tuan Andra bukan malah kau gadis lusu.*batin ana.
tapi apa boleh buat di depan semua keluarga mereka hanya pura" bahagia menerima kehamilan Aira*.
"Syukur lah nakk papa ikut senang mendengar nya."kata papa aji.
"Iya pa."jawab Aira.
"Kamu jaga baik" yah nak penerus tuan Andra sekarang ada di rahim kamu."kata papa aji lagi.
"Iya pa Ira janji bakal jaga si utun."jawab Aira dengan mengelus perut nya.
"Ya sudah besok papa ke sana ya sayang."kata papa aji dan di angguki oleh Aira.
Tut...Tut...Tut...panggilan berakhir.
"Sudah mas."Kata Aira masih dengan senyum nya.
"Sudah ayo masuk."jawab Andra lalu menggandeng tangan Aira untuk masuk.
"Mas kita panggil janin ini utun yah."kata Aira.
"Kenapa utun?."bingung Andra.
"Ihh mas utun itu lucu lhoo aku suka pokok nya kita panggil dia utun."kata Aira yang sudah tidak mau di bantah.
"Iya" terserah kamu."kata Andra pasrah.
ia tiba" mendekat kan kepala nya ke perut Aira dan mengelus nya.
"Utun yang sehat yah di perut mama jangan bikin Mama kesakitan utun kan sayang sama mama."kata nya masih mengelus perut Aira.
Aira merasa geli karena Andra memasukan tangan nya ke dalam baju kaos yang di kenakan nya.
"Mas ih sudah geli tau ngga."Kata Aira tertawa kecil karena menahan geli.
"Ngga mau kata nya utun kangen papa nya."bantah Andra
"Iya kan utun pengin di Elus" yah sama papa." kata Andra masih mengelus perut Aira.
Aira hanya menerima nya sesekali tersenyum melihat sikap manis suami nya.
__ADS_1
Terima kasih tuhann sudah memberiku suami yang begitu baik aku tidak menyangka pria yang dulu nya menyuruh ku tidur di lantai dan di teras lalu menjambak rambut ku sekarang sudah menjadi panda imut yang manja.batin Aira lalu mengelus rambut Andra lembut.
Jangan lupa tinggalkan jejak ❤️.