Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
Giva


__ADS_3

Dor..dor...dor... suara tembakan terdengar jelas dari gedung tua itu.


"Aku di sini." seseorang muncul dari balik tembok berdebu.


Semua mata tertuju pada nya terutama Andra yang sudah menatap orang itu dengan tatapan benci sengit dan marah.


"Ada apa tuan Andra Sanjaya yang terhormat mencari ku?." kata seseorang tersebut.


"Berani" nya kau mengusik keluarga ku." kata" Andra sudah penuh dengan amarah.


"Kau dulu yang mengusik ketenangan ku dan sekarang saat nya aku balas dendam kepada mu untuk Kaka ku karena kau Kaka ku masuk rumah sakit jiwa dan sekarang dia di penjara." pekik seseorang itu.


"Giva!! Berani nya kauuu." Andra sudah kehilangan kesabaran nya.


Dor... suara tembakan terdengar mengagetkan semua orang di sana.


"Aira bawa Deva keluar cari lah tempat aman." perintah Andra kepada Aira.


"Tapi kamu gimana mas." cemas Aira.


"Jangan hiraukan aku cepat bawa Deva keluar di sini berbahaya." bantah Andra.


"Zee perintahkan beberapa bodyguard untuk menjaga Aira juga Deva dan kau di sini bersama ku." perintah Andra pada Zee.


"Baik tuan." jawab Zee dan segera memberi kode kepada bodyguard nya untuk mengikuti dan menjaga Aira juga Deva.


"Heyyy jangan biar kan mangsa kita kabur! kejar mereka!." pekik giva


beberapa pasukan nya pun menurut dan mengejar Aira dan Deva.


dengan sekuat tenaga Aira berlari dengan menggandeng tangan Deva untuk mencari tempat aman dan bodyguard yang Andra tugas kan sedang sibuk melawan pasukan giva.


"Mama kita mau kemana?." tanya Deva dengan nafas tersengal-sengal karena kelelahan berlari.


"Cari tempat aman nak untuk kita berlindung." jawab Aira.


"Papa gimana ma?." cemas Deva.


"Papa dan sekertaris Zee pasti bisa melawan giva di sana." jawab Aira membuat Deva diam dan paham.


"Nona pergilah ke mobil dan bawa mobil nya pergi." pekik salah satu bodyguard Andra.

__ADS_1


Dengan cepat bodyguard itu melempar kunci mobil nya dan Aira menerima nya dengan sempurna.


Aira buru" menyalakan mesin mobil nya dan tancap gas mencari tempat aman meninggalkan gedung tua itu.


"Mama apa mama yakin papa ngga kenapa napa?." tanya Deva di dalam mobil.


"Mama yakin sayang kalo papa ngga bisa Lawan mereka kenapa papa nyuruh kita pergi? papa nyuruh kita pergi biar kita aman." jawab Aira mengelus kepala Deva.


"Tapi pasukan orang jahat tadi banyak ma apa papa ngga butuh bantuan Deva?."


"Deva masih kecil mama ngga bolehin Deva main senjata tajam kaya gitu lagi pula di sana udah ada sekertaris Zee yang lindungin papa." jelas Aira.


'Ya Allah lindungi lah aku dan suami ku jaga dia jangan sampai dia kenapa napa.' batin Aira. hati nya sedang merasa sangat cemas saat ini dan ia sedang menyetir mobil untuk pertama kalinya karena ia selalu di antar jemput oleh suruhan Andra suami nya.


Di gedung tua


"Kau bilang aku yang mengusik ketenangan mu? dan kau sengaja menculik anak ku untuk memancing ku ke sini? CK ck ck murah sekali cara mu itu." remeh Andra.


"Iya memang murah tapi aku berhasil memancing mu ke sini." jawab seseorang itu yang tak lain adalah giva.


"Kemarin Kaka nya dan sekarang adik nya yang cari gara"." remeh Zee.


"Aku tidak cari gara" tuan Zee aku hanya membalaskan dendam ku untuk kaka ku." seringai giva memainkan pistol nya.


"Baik tuan." jawab Zee.


di waktu seperti Andra dan Zee bisa saja menjadi partner yang profesional dan melupakan kalau mereka adalah atasan dan bawahan.


saat" seperti ini mereka berdua seperti dua orang sahabat karib.


"Dor." giva menembakkan peluru nya dengan sasaran dada andra namun sayang nya Andra menghindar dan meleset begitu saja.


"Ups tidak tepat sasaran yah?." remeh Andra.


"Dor." kali ini sasaran nya Zee.


"Anda meleset nona." kata Zee meremehkan.


"Zee." Andra memberikan kode" kepada Zee dan tentu saja Zee sudah mengerti yang di maksud Andra ia melempar kan pistol andalan Andra kepada nya.


"Dor dor dor." tiga kali Andra menembak kan peluru nya.

__ADS_1


"kau juga meleset tuan Andra." seringai giva.


Andra memang sengaja tidak tepat sasaran saat itu.


"Memang aku sengaja tidak tepat sasaran." senyum devil muncul di wajah tampan Andra.


"Zee maju." Andra memberikan kode kepada Zee dan kedua nya maju bersama.


"Dor." satu peluru tepat mengenai kaki giva.


"Arghhh." pekik giva menahan sakit pada kaki nya.


saat ini Andra dan Zee tidak peduli lawan nya wanita atau pria karena siapa pun yang berani mengusik keluarga kecil Andra sudah pasti akan berurusan dengan mereka.


"Berani nya kauu." sengit giva.


"Dor." giva menembakkan peluru nya lagi namun naas nya peluru tersebut meleset lagi.


"Belajar lah menembak dulu nona supaya tembakan mu tidak meleset." kata Zee.


"Sudah berani bermain" dengan keluarga Sanjaya? terima akibat nya." kata Andra dengan senyum menyeringai nya.


"Sudah berani menculik buah hati ku? menyentuh istri ku? dan melukai ratu ku?." tanya Andra lagi.


"Zee bawa dia dan masukan dia ke dalam ruang bawah tanah kita." perintah Andra kepada Zee.


dengan cepat Zee mengangguk dan mengikat tangan giva lalu membawa nya keluar.


"Kalian urus tempat dan orang" ini." perintah Andra pada bodyguard dan mereka mengangguk paham.


"Tuan Andra." pekik giva saat di ikat tangan nya oleh Zee.


"Dor!!!." giva menembakkan peluru nya lagi dan karena Andra lalai serta Zee yang tidak mengetahui kalau giva masih memegang pistol peluru itu menembus perut Andra.


"Arkhhhh." ringis Andra menahan sakit di perut nya


darah segar mengalir dari pusat luka nya tiba" pandangan nya menjadi pudar dan Andra ambruk di depan pada bodyguard nya.


"Tuan Andra." pekik semua bodyguard nya dan langsung sigap menolong tuan nya.


"Kali ini aku tepat sasaran." giva menyeringai puas.

__ADS_1


Hayyy Readers tersayang yukk like komen and vote karya author lagi biar othor lebih semangat ngetik nya❤️.


__ADS_2