Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
Kembali nya ular berbisa.


__ADS_3

pagi hari nya Aira terbangun pukul 6 pagi dan mulai menyiapkan keperluan untuk suami nya ke kantor.


"Kamu bobo dulu yah sayang sama papa,mama mau nyiapin baju sama sarapan buat papa."gumam Aira lalu mengecup kening putra nya.


dengan sangat hati" Aira melangkah berusaha tidak mengeluarkan suara agar kedua pria kesayangan nya tidak terbangun.


"Huft syukur lah sudah sampai dan sekarang aku harus memasak lalu menyiapkan baju mas Andra." gumam Aira lalu mulai berperang dengan peralatan dapur nya.


"Oek...Oek...Oek..."Deva menangis saat terbangun.


"Sayang Deva nangis mungkin dia lapar."gumam Andra blm membuka mata nya.


"Oek...oek...oek..."Deva menangis semakin keras.


"Sayang?."panggil Andra.


lalu ia membuka mata nya dan mencari keberadaan istri nya.


"Astaga aira kemana pagi" seperti ini?."gumam Andra lalu mengangkat Deva dan berharap ia berhenti menangis.


"Cup...cup...cup...sayang nya papa jangan nangis yaa kan jagoan masa nangis sih?."ucap andra mencoba menenangkan Deva.


"Mama kamu kemana yah? pagi" seperti ini sudah tidak ada di kamar?."tanya Andra kepada Deva namun Deva tidak menjawab nya dan mulai berhenti menangis dengan menatap bingung ke arah ayah nya.


Tap...tap...tap...


ceklek...pintu kamar terbuka.


"Mas? Deva nangis?."tanya Aira panik.


"Iya nih kamu kemana ajh?."tanya Andra.


"aku habis masak mas buat sarapan dan habis ini aku akan menyiapkan baju untuk mu ke kantor."jawab Aira lalu mengambil alih Deva yang sedang di pangku oleh Andra.


"Kamu mandi lah dulu mas."titah Aira.


"Kau sudah mandi?."tanya Andra.


"Lihat lah penampilan ku apakah aku terlihat sudah mandi?."jawab Aira.


Andra melihat Aira dari ujung kaki hingga ujung rambut yang hanya mengenakan daster sederhana dengan rambut yang di ikat cepol ke atas.


"Belum."jawab Andra menggeleng.


"Ya sudah berarti aku belum mandi."kata Aira.


"Tapi masih tetep cantik ko."goda Andra.


"Gombal."jawab Aira.


"Engga ko aku ngga gombal."kata Andra menggeleng polos.


"Kamu emang cantik kan kamu istri aku."Ucap nya lagi lalu mencium pipi Aira gemas lalu beranjak ke kamar mandi untuk bersiap-siap ke kantor.


Aira hanya menggeleng dan tersenyum melihat tingkah lucu suami nya.

__ADS_1


"Dasar ayah nya Deva."gumam Aira.


ia dengan telaten nya menyusui Deva lalu sembari mengeluarkan pakaian suami nya dari lemari.


"Kita siapin baju buat papa ke kantor dulu yah."ucap Aira dengan senyum manis nya.


se akan mengerti apa yang di ucapkan sang mama Deva tersenyum simpul melihat mama nya tersenyum pada nya dan membuat siapa pun menjadi gemas.


"Sayang?."panggil Andra.


"Iya mas?."jawab Aira.


"Sudah siap kan baju ku?."tanya nya lagi.


"Sudah."jawab Aira.


dengan cepat Andra bersiap" Karena ia ada meeting pagi hari ini.


"aku sudah siap sayang sekarang aku akan sarapan."ucap Andra saat sudah selesai dengan setelan jas nya.


"Iya mas mau aku bawakan bekal juga?."tawar Aira.


"Tidak usah sayang."jawab Andra dengan mengelus rambut Aira.


ia segera turun meninggalkan Aira yang masih bersama Deva di kamar nya.


"Kita turun yah sayang yah kita susul papa dan temani papa di bawah sana."ujar Aira lalu menyusul suami nya yang tengah menuruni tangga.


"Kamu knpa turun?."tanya Andra.


"Ya ayo."ajak Andra lalu merangkul pinggang Aira dan menuruni tangga.


"Kamu sarapan dulu mas."titah Aira.


"Kamu mau?."tanya Andra dan Aira menggeleng.


Andra makan dengan khidmat dan di temani anak dan istri nya yang berada di depan nya.


"Sudah sayang."ucap nya saat sudah menyelesaikan makan nya.


"Ya sudah mas berangkat lah takut kesiangan."ujar Aira.


"Iya Zee juga sudah menunggu ku di depan."jawab Andra.


ia menyodorkan tangan nya dan Aira menerima lalu mengecup punggung tangan nya.


"Deva jangan nakal yah."ucap Andra lalu mengecup kening Deva dan beralih ke kening Aira.


"Hati" mas."ucap Aira dengan melambaikan tangan.


"Iya sayang."jawab Andra lalu masuk ke mobil dan tersenyum.


"Mari nona."sapa Zee dan di balas senyum oleh Aira.


"Kita ke kamar yah sayang yah."ajak Aira lalu menutup pintu dan masuk ke kamar nya lagi.

__ADS_1


Di mobil...


"Sekarang anda sudah menjadi seorang ayah tuan."ucap Zee.


"Ahh iya Zee aku juga tidak menyangka nya tapi sungguh menjadi ayah merupakan pengalaman berharga bagi ku."jawab Andra.


"Dan kau tau Zee? sejak Deva lahir aku semakin mencintai Aira dan aku selalu ingin melihat wajah mungil anak ku."lanjut nya lgi.


"Saya senang kalau anda senang tuan."jawab Zee.


"Ahh iya nanti kita meeting dengan perusahaan mana?."tanya Andra.


"Dengan perusahan pimpinan pak Roy tuan."jawab Zee.


"Pak Roy?."tanya Andra.


"Iya tuan muda."jawab Zee.


'Ada pak Roy berarti ada giska? astaga kenapa harus bersama dia?.'gumam Andra dalam hati.


"Sudah kau siap kan semua nya?."tanya Andra memastikan.


"Sudah tuan."jawab Zee.


setelah beberapa menit kemudian mereka sampai di depan gedung Sanjaya Group yang besar nya tyada Tara.


"Mari tuan pak Roy sudah menunggu."ajak zee.


lalu dengan langkah tegak nya Andra masuk ke kantor dan semua karyawan tunduk hormat pada nya.


"Di mana Zee?."tanya Andra.


"di ruang meeting tuan." jawab Zee.


mereka berdua berjalan ke ruang meeting dan benar saja sudah ada klien mereka yaitu pak Roy pimpinan perusahaan dari Singapura dan Sekertaris nya Giska.


'Ahh Andra akhir nya kita bertemu lagi.'ucap Giska dalam hati dengan senyum menyeringai.


"Selamat pagi pak Roy."sapa Andra.


"Selamat pagi tuan Andra."jawab pak Roy.


"Meeting kali ini kita membahas tentang pembangunan gedung yang akan di laksanakan di kota XX tuan."kata pak Roy.


"Ahh baik lah kemari kan proposal nya."titah Andra.


dengan sigap Giska selaku Sekertaris pak Roy mengeluarkan proposal nya dan memberikan nya kepada Andra.


"Silahkan di cek tuan."ucap Giska.


Andra tidak menanggapi nya dan langsung menerima proposal tersebut lalu membaca nya.


***Maafin kalo novel nya ngga sesuai sama ekspektasi kalian ya temen"🙂.Othor udah berusaha sebaik mungkin ko❤️.


Jangan lupa vote nya🌹***.

__ADS_1


__ADS_2