Kesayangan Tuan Muda Kejam

Kesayangan Tuan Muda Kejam
Perpisahan


__ADS_3

Tok...tok...tok...seseorang mengetuk pintu dari depan.


"Ia sebentar." jawab Aira dari dalam.


Cklakk...pintu terbuka.


"Ma..mas wanita ini siapa?." Aira mendadak menjadi gagap setelah melihat suami nya datang dengan seorang wanita.


Andra menarik pinggang wanita itu dan memeluk nya.


Tes!!! satu tetes cairan bening lolos dari mata lentik nya.


"Dia kekasih baru aku." Andra dengan enteng nya.


"Ayo sayang kita masuk." ia langsung membawa wanita itu masuk ke dalam rumah nya tanpa memedulikan Aira yang sudah menangis.


"Tunggu." ucap Aira.


kedua nya berbalik dan Aira menatap tajam ke arah kedua nya.


"Siapa kamu." ketus Aira pada wanita itu.


"Aku kekasih nya mas Andra." jawab wanita itu.


"Se enak hati kamu panggil suami aku mas!." Aira sudah mulai kehilangan kesadaran.


"Kita juga sudah menikah sirih kemarin dan kita mau honey moon." ucap wanita itu.


Duar!!!!!. Hati Aira hancur ber keping" setelah mendengar itu.


"Apa kamu bilang!." sentak Aira mengangkat tangan nya.


"mas Andra suami sirih ku." jawab wanita itu berlindung kepada Andra.


"Stop!!." sentak Andra.


"Kenapa mas." tanya Aira dengan senyum masam dan air mata yang terus mengalir.


"Jangan tampar anggi!." sentak Andra pada Aira lagi.


"Ohhh jadi nama nya Anggi." Aira mengangguk tersenyum masam dan masih menangis.


"Anggi tidak ada kah laki" lain yang bisa mendampingi mu selain suami ku? jika kau merebut suami ku pasti kau dulu yang menggoda nya dan kau tau wanita penggoda itu kan nama nya pelacur." kata Aira dengan nada meremehkan dan memperjelas di kata Pelacur.


Anggi memelototkan mata nya tak suka.

__ADS_1


"Mass." rengek Anggi memegang tangan Andra.


"Cukup Aira!." sentak Andra pada Aira.


"Dan kamu mas! kamu memang tidak punya hati! tidak ingat kalau sudah punya Deva?!." sentak Aira tak kalah tinggi.


"Ya!!! aku ingat tapi Anggi lebih segala" nya dari kamu dari body,karir,semua nya dan aku yakin pasti dia bisa merawat body nya lebih dari kamu."jawab Andra.


memang benar Anggi lebih montok dari pada Aira body nya seperti gitar spanyol dan Aira melihat body nya sendiri dan sudah mulai tak terawat karena sibuk mengurus Deva apa lagi ia selalu mengenakan daster biasa saat di rumah.


"Mama." panggil Deva dengan langkah kecil nya mendekati Aira.


buru" Aira menghapus air mata nya.


"i iya sayang kenapa?." tanya aira.


"Deva laper." rengek bocah itu kepada ibu nya.


"Minta mba Rani dulu yah sayang." kata Aira berjongkok di depan Deva.


Deva berbalik arah menatap ayah nya.


"Papa Tante itu siapa?." tanya Deva polos menunjuk Anggi.


Deva menatap ibu nya bingung.


"Mama? Deva punya mama lagi maksud nya apa? Deva ngga ngerti." tanya Deva polos kepada ibu nya.


"Deva gausah dengerin papa ya sayang nanti Deva ikut mama yah." jawab Aira dan di angguki Deva.


"Hallo sayang ini Tante Anggi kita main yuk nanti Tante beliin mainan banyak." Anggi mendekati Deva namun apa yang terjadi? Deva justru terlihat takut dan buru" memeluk Aira.


"Deva ke mba Rani dulu yah." titah Aira dan Deva menurut.


"mass kenapa Deva takut sama aku?." rengek manja Anggi kepada Andra.


hati Aira sangat hancur melihat pemandangan di depan nya bagaimana bisa suami nya menikah sirih tanpa sepengetahuan nya?.


"Kamu jahat mas." lirih Aira menangis sesenggukan.


"Kita pisah." ucap Aira menatap kosong Andra.


"Ngga." jawab Andra.


"Kita pisah!." tegas Aira.

__ADS_1


"Ngga! aku ngga mau pisah dari kamu." tegas Andra.


Plak!!!. satu tamparan di berikan oleh Aira untuk Andra.


"Kamu egois mas! sudah menikah lagi tapi tidak mau pisah dengan ku!." bentak Aira.


"Dan kamu!." bentak Aira pada Anggi.


Plak!!!. satu tamparan mendarat mulus di pipi Anggi.


"itu sesuatu yang pantas untuk seorang pelacur kaya kamu!." kata Aira penuh penekanan menunjuk Anggi yang masih memegangi pipi nya yang terasa nyeri.


"Okee kita pisah tapi Deva ikut aku." kata Andra.


"Ck ck ck aku tidak akan membiar kan Deva besar bersama orang yang di takuti nya." jawab Aira menatap sinis ke arah Anggi.


"Ya sudah sana rawat Deva dan aku tidak akan memberikan sepeser uang pun untuk mu." jelas andra.


"Okeee! terima kasih untuk semua nya." kata Aira menatap tak percaya kepada Andra sudah melakukan hal itu.


ia pergi ke atas untuk merapikan barang" nya dan barang" deva lalu ia turun ke bawah lagi.


"Kita mau ke mana ma?." tanya Deva.


"Kita ke rumah kakek aji yah." jawab Aira.


'Pasti gara" Tante itu mama pergi.' batin Deva wajah nya berubah menjadi sangat marah.


"Deva sini nak." Andra melebar kan tangan nya berharap Deva memeluk nya.


"Papa jahat!!." teriak Deva lalu berjalan cepat dengan menggandeng mama nya.


"Ini aku kembalikan." ucap Aira melepaskan cincin kawin nya beserta kalung berlian yang sempat Andra berikan untuk aniversary.


"Ayo Deva kita pergi." Aira dan Deva kemudian pergi meninggalkan rumah mewah itu.


.


.


.


.


Hayyy Readers tersayang ❤️.bolehh donk kasih like buat author sama komen and vote nya jangan lupa yah❤️.

__ADS_1


__ADS_2