
Sonya menghampiri Saka di kamar.
"Sayang, aku kan memberikan kamu saham 5 % di perusahaan ku. Kamu harus tandatangan dulu ini berkasnya." Sonya menyodorkan berkas.
"Kamu serius memberikan aku saham kamu, walau cuma 5 %?." Saka ragu, Sonya memberikan Saka saham dengan percuma.
"Iya, sayang. Tapi kamu harus setia sama aku dan cuma aku satu-satunya istri mu, apa kamu bisa?."
"Bolehkah aku berpikir, sayang."
"Ngga bisa harus putuskan hari ini, karena besok aku langsung mengurus semua."
"Bagaimana ini? Aku ngga mungkin menceraikan Azzura, karena aku sangat mencintai Azzura." Kata Saka dalam hati, ia merasa bimbang.
"Sayang, kalau aku janji untuk setia dan ngga akan menghianati kamu. Tapi kalau untuk menceraikan Azzura, aku harus bicara sama Azzura ada sesuatu hal yang ingin ku bicarakan dengan Azzura."
"Baiklah, itu mah gampang. Yang penting kamu tandatangin aja dulu berkas ini."
"Baiklah." Tanpa rasa curiga Saka langsung menandatangi berkas.
__ADS_1
"Syukurlah, Saka ngga memeriksa lagi. Aku akan langsung mengirimkan berkas dari pengadilan ini ke Azzura. Hahaha... Akhirnya aku menjadi satu-satunya istri Saka, aku ngga akan biarkan Saka bertemu dengan Azzura. Habis ini aku akan membuatnya sibuk dan proses perceraian dengan Azzura akan cepat ketuk palu." Kata Sonya dalam hati, ia sangat senang rencananya berhasil.
"Oke, sayang. Semua sudah beres dan untuk merayakan bagaimana kalau kita pergi liburan kebetulan kita ngga pernah berlibur semenjak ada Alex." Sonya sengaja melupakan Alex, ia harus membuat Saka melupakan Azzura.
"Tapi sayang, masa kamu tega. Kita aja belum menemukan Alex masa kita jalan-jalan tanpa dia."
"Kan sudah ada anak buah yang menangani, kita perlu liburan. Agar ngga terlalu penat menjalani hidup, sayang."
"Huh, terserah kamu aja. Sayang." Saka sudah tidak mau berbicara panjang, karena Sonya akan banyak alasan.
"Tapi sebelum kita jalan-jalan ke luar negeri, kita happy-happy dulu di ranjang." Sonya meletakkan berkas di meja, lalu duduk di atas pangkuan Saka. Kemudian mencium bibir Saka dengan rakus.
Merasa lelah Saka tepar, Sonya masih semangat. Ya Sonya masih berada di atas Saka.
"Sayang, aku sudah lelah. Silakan kamu bermain dia atas ku... aahh." Kata Saka sudah tidak kuat, karena sudah 3 ronde mereka lakukan. Ini semburan lahar terakhir, Saka langsung tertidur.
"Untung hari ini dia ngga minum ramuan yang aku bikin, kalau ngga yang ada aku yang tepar. Kamu tidur saja ya, sayang. Aku harus mengerjakan tugas ku." Sonya turun dari tubuh Saka, lalu bergegas ke kamar mandi.
Setelah mandi, ia mengambil berkas perceraian. Lalu ia berikan kepada sekretarisnya.
__ADS_1
"Kamu cepat kirim ke alamat ini, jangan sampai orang lain tau. Termasuk Saka, pastikan berkas ini di terima dengan orang yang bersangkutan. Kalau berhasil kamu akan saya kasih bonus." Perintah Sonya kepada Sekretarisnya.
"Baik, Madam. Saya akan segera mengirimkan berkas ini, kalau begitu saya pamit dulu." Kata sang Sekretaris.
Hati Sonya merasa senang sekali hari ini, karena rencana telah berhasil.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.