Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#37


__ADS_3

Saka sampai saat ini belum mengetahui, kalau dirinya dan Azzura sudah bercerai, karena Sonya sengaja membuat Saka sibuk. Tapi Sonya belum mengetahui Azzura akan menikah dengan orang paling kaya sejagat raya.


Azzam dan Ibrahim itu memiliki perusahaan sendiri dan Abi Ismail itu hanya memberikan modal awal untuk membangun perusahaan dan ke dua anak laki-lakinya itu menerimanya dengan senang hati, walau awalnya mereka mendapatkan pasang surut. Alhamdulillah perusahaan melaju pesat, karena didikan Abi Ismail dan dukungan Umi Aisyah. Mereka telah sukses ke macam negara, kehidupan mereka sangat sederhana. Menjadi orang-orang tidak mengetahui Kalau Azzam dan Ibrahim termasuk pengusaha termuda yang terkenal di macam negara.


Seminggu kemudian, pernikahan Azzam dan Azzura di selenggarakan. Pernikahan Azzam dan Azzura berkonsep sederhana, tapi terlihat elegan dan mewah. Itulah ke ingin Azzura yang sederhana, tapi Azzam hanya menambahkan menjadi elegan dan mewah.


Azzura masih harap-harap cemas, karena ia gugup. Apalagi kedua orangtua kandungnya akan mendampingi, Azzam sudah menemukan orangtua Azzura, tapi ia merahasiakan dari Azzura.


Flash Back On


Waktu itu Azzam sedang meeting dengan kedua orangtua kandungnya Azzura, tiba-tiba Azzura datang dan membuat mereka semua terkejut.


"Mas, apa benar ini kedua orangtua kandung ku." Kata Azzura, pipinya sudah di penuhi air mata.


"Iya, sayang. Maaf menyembunyikan ini semua demi kepentingan kamu." Azzam mendekati Azzura dan menghapus air mata Azzura yang di pipi sang calon istrinya.


"Azzura, Nak Ini Bunda." Seorang wanita paruh baya, tapi masih cantik. Beliau menggunakan gamis syar'i, wanita itu tubuhnya gemetaran.


Azzura menoleh ke wanita tersebut, ia pun juga gemetaran.


"Bunda... Hiks... Hiks... Hiks..." Azzura langsung memeluk Wanita paruh baya tersebut.


"Hiks... Hiks... Hiks... Anak ku." Wanita paruh baya itu memeluk erat Azzura. Laki-laki paruh baya hanya mengelus kepala Azzura yang tertutup Hijab.


"Abi... Hiks... Hiks..." Azzura juga memeluk pria paruh baya.


"Kenapa kalian baru menemui aku, hiks... Hiks... Hiks... aku sangat merindukan kalian."


"Maafkan kami, Nak. Bukannya kami tidak mencari kamu, tapi sudah mencari kamu dari awal kamu menghilang sampai saat ini kami masih mencari. Untung ada Nak Azzam dia memberitahu kalau anak yang kami cari ada bersama dirinya dan kami sangat senang mendengarnya."


"Kamu sabar dulu ya, sayang. Nih minum dulu, mungkin kamu syok mendengar ini. Umi Siti Hawa dan Abi Adam Malik ini adalah rekan bisnis Mas, beliau sempet menceritakan tentang anak beliau yang hilang. Dan aku menyewa detektif untuk membantu beliau mencari anaknya yang hilang, beberapa bulan kemudian. Detektif yang aku sewa memberitahu bahwa anak beliau sudah di temukan, selama ini anak itu tinggal di panti Mawar. Dimana tempat kamu tinggal, terus detektif tersebut menceritakan ternyata anak dari Umi Siti dan Abi Adam adalah kamu, sayang. Kamu jangan menyalahkan mereka kasihan, selama ini mereka selalu mencari diri mu. Tapi tidak dapat temukan, karena keadaan keuangan mereka sedang dalam guncangan. Tidak dapat memperluas pencarian." Azzam memberi pengertian Azzura.


"Bagaimana ceritanya aku bisa hilang."


Azzura akhirnya menemukan orangtua kandungnya, kedua orangtua kandung Azzura menceritakan dimana mereka kehilangan Azzura.


"Azzura masih bayi telah di culik oleh baby sisternya bernama Minah, Sus Minah dari pertama bekerja sebagai baby sister kami. Dia begitu sangat polos dan baik, sampai-sampai kami percaya sama dia. Tapi aku memergoki dia sedang mencium foto Abi, aku tidak menerima dan aku menegornya. Tapi dia tidak menerimanya, karena dia sudah jatuh cinta kepada Abi. Umi kesel dan memecat dia tanpa pesangon. Bi Minah sudah keluar, tapi Azzura tidak ada. Umi baru sadar kalau tas besar yang ia bawa di dalamnya ada kamu, Nak. Umi sangat terpukul, Umi seperti tidak bernyawa. Coba saja waktu itu Umi ikut membawa kamu, kamu tidak akan di bawa pergi oleh Bi Minah. Hiks... Hiks... Hiks..." Umi Siti Hawa menangis mengingat kejadian dimana dirinya begitu bodoh meninggal Azzura yang masih bayi yang di tinggal di kamar sendirian.


Abi Adam merangkul Umi Siti dan mengelus bahunya.


"Maafkan Azzura Umi, Azzura tidak mengetahuinya." Azzura berlutut, lalu memegang kedua tangan Umi Siti Hawa.

__ADS_1


Umi Siti Hawa menghapus air matanya, lalu memeluk Azzura.


"Sudah, Nak. Kamu tidak bersalah." Umi Siti memeluk Azzura.


Flash Back Off


Azzura sudah di Make up oleh MUA terkenal, Azzura yang di depan cermin itu dirinya.


"Masya Allah, ini benar aku." Azzura memegang pipinya.


"Jelas, dong. Sayang, kamu Putri Umi yang paling cantik." Umi Siti yang baru tiba.


"Umi, Abi." Azzura memeluk bergantian Umi Siti dan Abi Adam.


"Iya, sayang. Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang istri, Abi sebenarnya belum rela kamu menikah cepat. Soalnya kita kan baru ketemu kembali." Kata Abi Adam.


"Ih! Abi, kasihan kan Zura. Tenang, Nak. Walau kita baru bertemu, tapi kami akan selalu mengunjungi rumah kamu dan Azzam." Umi Siti mencubit Abi Adam.


"Maafkan Ucapan Abi tadi ya, Nak."


"Tidak apa-apa, Abi. Malah aku senang, Abi seperti itu karena Abi begitu menyayangi ku."


"Azzam sudah menceritakan tentang kehidupan kamu tanpa kami di sisi mu, maafkan Kami ya, Nak. Kamu begitu menderita dengan pernikahan pertama mu, tapi Alhamdulillah Allah memberikan kelancaran untuk berpisah dengan laki-laki itu."


"Kalau tau begitu, Abi akan membuat dia menyesal telah menyia-nyiakan kamu."


"Itu semua sudah berakhir, Umi, Abi. Biarlah Allah yang balas."


"Bijak sekali anak Umi ini."


"Anak kita berdua, Umi. Kan yang ngadonin kita berdua."


Azzura tersenyum melihat kedua orangtuanya begitu romantis.


"Assalamualaikum, Maaf mengganggu. Besan sudah datang dan penghulu juga sudah datang." Kata tim Wo.


"Baik, Saya akan turun." Kata Abi Adam.


"Bismillahirohmanirohim, Ya Allah. Lancarkan acara anak hamba ini."


Azzam sudah duduk di tempat ijab qobul, ia begitu gugup.

__ADS_1


"Kamu gugup, Nak." Bisik Abi Ismail.


"I-iya, Abi. Tangan ku keringat dingin." Kata Azzam.


"Tarik napas, lalu hembuskan pelan-pelan dari mulut. Kemudian baca Basmalah."


"Hufh, Bismillahirohmanirohim." Azzam mengikuti apa yang di katakan Abi Ismail.


Abi Adam sudah duduk di depan Azzam.


"Nak, Azzam sudah siap?." Tanya Abi Adam.


"Insya Allah, Siap." Jawab Azzam.


"Pak penghulu apakah bisa di mulai, keburu nanti Nak Azzam pingsan." Ledek Abi Adam.


"Hahaha... Bisa aja, Pak Adam ini. Baiklah kita mulai, sebelum saya ingin mencocokkan data diri kedua mempelai." Kata Pak Penghulu.


"Semuanya sudah sesuai kok, Pak. Lebih baik kita segera mulai saja."


Acara ijab qobul segera di mulai, Abi Adam dan Azzam berjabat tangan.


"Tunggu!!!."


.


.


.


.


.


.


Siapakah itu? Penasaran besok lagi Up nya ya...😀😀😀😀


Jangan lupa like, vote dan Komentarnya ya...


See you... 🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2