Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#25


__ADS_3

Mami Sella sangat menyesal atas perbuatannya, ia ingin sekali menemui Azzura. Setiap hari ia menangis menyesali perbuatannya.


"Hiks... Hiks... Hiks... Azzura maafkan Mami, Maafkan Mami. Cucu Oma yang belum sempat lahir, Maafkan Oma yang telah membuat mu tiada." Mami Sella mengusap wajahnya.


"Azzura mami ingin bertemu dengan kamu, kamu dimana, Nak."


"Baru sekarang nyonya menyesali perbuatannya terhadap Neng Azzura, tapi aku lihat Aden Saka ngga sama sekali menyesali perbuatannya. Emang itu suami luknat, kalau bukan aku membutuhkan pekerjaan sudah dari dulu aku minggat dari sini. Aku ngga betah tanpa Neng Azzura." Kata Bi Tukiyem dalam hati, ia berdiri di pilar dapur. Menatap Mami Sella sedang menangis di depan foto pernikahan Azzura dan Saka.


"Bi, tolong. Buatkan aku teh hangat dan bawa ke kamar Azzura dan Saka." Mami Sella berjalan gontai menaiki tangga. Tangisnya semakin jadi, karena setiap anak tangga terpajang foto Azzura dan Saka.


Tibalah Mami Sella di kamar Saka dan Azzura, lalu ia masuk dan mencari benda petunjuk Azzura berada. Tapi di cari-cari ia tidak mendapatkan sesuatu, hanya ia menemukan sebuah beberapa foto di laci lemarinya Azzura. Azzura pergi ke Bandung tidak membawa banyak pakaian terlalu banyak.


"Ini apa foto siapa?." Mami Sella mengambil salah satu lembar foto, lalu ia pastikan orang yang di foto.


"Ya Allah itu Siti Hawa dan gelang ini, milik dia. Kok bisa ada sama Azzura, ada hubungan apa Siti Hawa dengan Azzura?Bukannya Azzura itu anak yatim piatu dan ia tinggal di panti asuhan." Mami Sella bingung, banyak pertanyaan di benaknya.

__ADS_1


Siti Hawa adalah sahabat Mami Sella yang hilang waktu Mami Sella mau menikah dengan Papi Revan, di sangka Mami Sella Siti Hawa menghilang karena ia tidak menyukai Mami Sella menikah dengan Papi Revan. Siti Hawa sempat menyukai Papi Revan, tapi Papi Revan lebih memilih Mami Sella.


"Siti.." Mami Sella penasaran, lalu ia mencari jejak Azzura dan Siti Hawa.


Mami Sella menemukan buku, ia yakin itu buku milik Azzura. Lalu ia membaca perlembar buku diary, Mami Sella menangis betapa kejamnya ia kepada Azzura.


^^^ Jakarta, 21 Maret 2021 ^^^


*Mas Saka dan Mami Sella sudah berubah, aku bingung apa salah ku. Setiap hari Mami Sella dan Saka ngga hanya menghina kua, tapi mereka main tangan. Lebih baik aku ke panti saja, aku mau ingin menenangkan hati dan pikiranku.


Bunda Ani mengajak ku kerumah kedua orangtua kandung ku, rumahnya sangat mewah. Rumah ini lebih mewah dari rumah Papi Revan dan Mami Sella, aku dan Bunda Ani masuk kedalam. Tapi sayangnya kedua orangtua kandung ku ngga ada, mereka sedang umroh.


Aku dan Bunda Ani pulang, aku kembali kerumah. Mami Sella marah-marah sama aku, di sangkanya aku melalaikan tugas sebagai istri. Padahal sebelum pergi aku sudah mengerjakan semuanya, ku lihat Mas Saka hanya diam saja. Ia lebih mementingkan Ponselnya dari pada aku yang sedang di marahi Mami, Mas kamu sudah berubah. Aku sangat sedih Mami dan Saka sudah berubah*.


"Ya Allah, Azzura ternyata kamu anak Siti Hawa. Sahabat ku yang hilang, Maafkan aku Azzura." Tangis Mami Sella semakin keras.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2