Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#44


__ADS_3

Saka terus meminum bir, hingga ia tidak sadarkan diri di sofa.


"Ck, nyusahin aja. Guys, kebetulan dia itu pingsan. Silakan kalian bermain-main dengannya." Pria berkemeja coklat yang bernama Sean, ia baru saja menyelesaikan 1 ronde bersama 2 wanitanya. Ia melihat Saka yang sudah tepar, lalu ia memanfaatkan Saka yang sedang pingsan.


Para wanita ***** dan cantik akibat dempulan make up, tapi itu tidak masalah buat Sean. Yang terpenting baginya, h*sr*tnya terpenuhi.


Sean memang lebih suka dengan para wanita club malam yang di make up tebal, dari pada ia merusak anak gadis orang. Makanya ia agak kesal dengan sifat anehnya Saka yang lebih suka bermain dengan anak gadis orang.


Ke empat wanita itu bermain dengan Saka yang sedang keadaan pingsan, tapi Saka tidak merasakan apa-apa. Mereka seperti kucing melahap ikan, mereka kaya kelaparan. 🤣🤣🤣🤣🤣. Entah mereka sudah beberapa kali melakukan, setelah mereka puas. Mereka meninggalkan Saka dalam keadaan tanpa sehelai benang dan masih dalam keadaan pingsan, mereka tergila-gila dengan Saka. Pada akhirnya mereka bisa bermain dengan Saka yang begitu sombong dan sok suci.


Sepanjang perjalanan di koridor hotel, mereka menceritakan kenikmatan yang luar biasa. Mereka terlihat senang, mereka masa bodo kalau Saka bangun dan akan memarahi mereka.


"Ternyata t*b*h Saka sangat enak, beda dengan yang lain." Kata wanita satu.


"Iya, apalagi sih *n*cond*nya yang b*rur*t dan p*rk*sa. Jadi pengen lagi, Hahahaha." Kata wanita kedua.


"Iya, sayangnya kita ngga akan bisa mencoba lagi. Kalau bukan keadaan mabuk seperti itu." Kata wanita ketiga.


"Iya, benar. Sayang sekali, apalagi dia itu sombong dan belagu. Sok suci, tapi sih *n*cond* bisa berdiri t*g*k kita mainkan. Hahahaha..." Kata wanita keempat.

__ADS_1


keempat wanita itu yang menikmati t*b*h Saka, mereka begitu senang. Karena mereka telah berhasil menikmati t*b*h Saka. Sepanjang perjalanan mereka terus membicarakan permainan t*b*h Saka. Mereka tidak peduli Saka yang akan marah bila nanti dia bangun dari pingsannya, apalagi t*b*hnya penuh tanda mer*h. Seperti macan tutul, Saka akan murka. Dari leher hingga kakinya penuh tanda mer*h, bahkan bo**ngnya juga ada tanda mer*h. Mereka sangat sadis dalam memainkan tu**h Saka, bagi mereka yang penting mereka telah berhasil mendapatkan tu**h Saka.


Azzam dan Azzura sudah tiba di kamar hotel, Azzam menghangatkan makanan.


"Sayang, aku tadi memasak makanan kesukaan mu. Kamu tunggu di sini, aku mau menghangatkan makanan." Azzam menarik kursi, mereka sudah di meja makan.


"Terimakasih, sayang." Azzura merasa tersanjung dengan sifat Azzam yang begitu perhatian.


"Iya, sayang."


Azzam membawa piring yang berisi makanan, lalu ia masukkan ke dalam microwave.


"Wah! kayanya enak nih." Azzura melihat semua makanan sudah di tatap rapi di atas meja.


"Pasti dong, karena ini di buat dengan cinta." Azzam mengedipkan mata.


"Iya, itu mah sudah pasti dong."


"Ya udah, yuk. Kita makan."

__ADS_1


Mereka menikmati makanan yang seharusnya untuk sarapan, kerena ada Azzura sakit menjadi makan siang.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, vote dan Komentarnya ya...

__ADS_1


See you... 😘😘😘🤗🤗🤗


__ADS_2