
Qilla menepati janjinya, ia dan Pengacara Darel resmi menjadi pacaran. Dan mereka akan segera menikah.
Saat ini Sonya dan Qilla berangkat bersama ke perusahaan, Qilla mengantar Sonya ke perusahaan milik Alm. Daddynya. Ia sudah menemukan pamannya berkat pengacara Darel, tapi perusahaan Alm. Daddynya masih di pegang oleh Pamannya. Lagi-lagi pengacara Darel dan Qilla membantu Sonya, ia bisa merebut kembali perusahaan. Jika Sonya bisa mengusai perusahaan, Sonya berhasil mendapatkan perusahaan Alm. Daddynya dari pamannya dan Sonya mengganti nama perusahaan Daddynya menjadi namanya So group, awalnya Sonya sangat kesusahan mengurus perusahaan. Karena bukan bidangnya, tapi ia tidak mau menyerah. Dari pada perusahaan jatuh ketangan Pamannya lagi, ia tetap berusaha. Untungnya sekretaris sekaligus orang kepercayaan Alm. Daddynya, Pengacara dan Qilla membantu dirinya untuk mengurus perusahaan.
Pada akhirnya Sonya berhasil mengusai perusahaan dan perusahaannya sudah lebih berkembang di bandingkan waktu di pegang pamannya, tapi karena dia terlalu ekstra ingin segera menguasai tentang perusahaan menjadi kesehatannya terganggu. Terpaksa janin harus segera di lahirkan, usia kandungan Sonya baru memasuki 6 bulan.
Saat ini Sonya berada di rumah sakit.
"Hiks... Hiks... Hiks... Tolong selamatkan anak ku." Sonya merasakan sakit di perutnya, ia tidak mau bayinya kenapa-napa.
"Kami akan berusaha semampu kami, nyonya. Yang terpenting nyonya berdoa kepada Allah, agar bayi nyonya tidak apa-apa." Kata Salah satu dokter.
"Saya mohon, dok." Lirih Sonya.
"Insya Allah."
Sonya tidak sadarkan diri akibat dari bius, dokter sengaja menyuntik bius ke Sonya. Agar ia bisa segera di tangani.
Beberapa dokter dan Suster sedang menjalani operasi cesar di perut Sonya, mereka berusaha semampunya untuk mengeluarkan sang bayi.
Qilla dan Pengacara Darel menunggu di luar, mereka sangat cemas. Apalagi sih Qilla, ia begitu khawatir keadaan Sonya dan bayinya. Mereka terus berdoa.
Tak lama kemudian, suster membawa bayi sangat mungil. Di dalam ranjang seperti kapsul, bayi itu akan di pindahkan ke ruangan intensif atau NICU. Karena itu bayi lahir prematur.
"Sus, maaf bagaimana keadaan sahabat saya dan bayinya." Qilla menghentikan Suster.
"Alhamdulillah, bayi lahir dengan selamat. Dia perempuan sangat cantik, karena ini bayi lahir prematur. Maka akan di bawa ke ruang ICU, agar lebih intensif." Kata Suster yang membawa bayi.
Qilla melihat bayi perempuan, yang tubuhnya seperti botol air mineral. Bayi itu sangat kecil.
__ADS_1
"Subhanallah, cantik sekali." Qilla meneteskan air mata.
"Maaf saya akan segera membawa bayi ini keruangan NICU."
"Ah! Iya Sus, maaf ya." Qilla dan Pengacara Darel memberi jalan suster.
"Alhamdulillah bayi Sonya selamat, bagaimana dengan keadaan Sonya ya?." Pengacara Darel mengelus pundak Qilla.
"Ya Allah, tolong selamatkan Sonya." Qilla mengadahkan tangannya ke atas, ia berdoa kepada sang Pencipta.
Suster keluar dari ruangan.
"Keluarga Nyonya Sonya." Panggil Suster.
"Iya, kami. Sus, ada apa?Apakah Sonya baik-baik saja?." Qilla merasa was-was.
Qilla menoleh Pengacara Darel, seakan minta persetujuan. Pengacara Darel pun hanya menganggukkan kepala dan tersenyum.
"Baik, sus." Kata Qilla, di dalam hatinya penuh kecemasan. Ia takut Sonya kenapa-napa.
Qilla mengikuti Suster menuju Sonya yang masih di ruang operasi, Qilla melihat Sonya berbaring lemas. Matanya Sonya terlihat sayu, Sonya tersenyum melihat kedatangan Qilla.
"Qil..." Suara lemas Sonya.
"Ada apa, Son?." Qilla mendekati Sonya, lalu mengelus tangannya Sonya.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kira-kira apa yang terjadi dengan Sonya ya?
Penasaran??????
Tunggu kisah selanjutnya...
Jangan lupa like, vote dan Komentar ya...
See you... 😘😘😘😘🤗🤗🤗🤗
__ADS_1