Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#48


__ADS_3

Pagi harinya di Indonesia, Saka berusaha mendekati Alex. Tapi Sih Alex menghindar, ia merasa ketakutan.


"Nak, ini Daddy. Sayang." Saka ingin memeluk Alex, tapi tangan Saka di pukul oleh Papi Revan.


"Kamu ini ya, anaknya sudah ketakutan seperti ini. Masih aja mengejarnya." Papi Revan melototi Saka.


"Hiks... Hiks... Hiks... Oma, Opa. Aku takut, aku ingin Papa Azzam dan Mama Azzura." Alex menangis di dalam pelukan Mami Sella.


"Iya, sayang. Nanti kalau mereka sudah pulang ya." Mami Sella mengelus rambut Alex.


"Azzura?Kamu kenal sama Azzura, sayang." Saka hendak memegang bahu Alex, tangan Saka sudah di pukul kembali oleh Papi Revan.


"Azzura dan Azzam sudah menikah, mereka sudah menjadi orangtua angkat Alex." Kata Papi Revan ketus.


"Apa!!! Menikah!!! Pi, Mi. Aku dan Azzura kan belum bercerai, bagaimana Azzura bisa menikah?." Saka terkejut mendengar kenyataan.


"Ck, kamu itu sudah bercerai dari Azzura."


"Lah! Aku aja ngga pernah menandatangani surat cerai yang Azzura kirimkan kepada ku, pasti akal-akalan dia aja. Biar bisa selingkuh dari ku, dasar wanita murahan. Sok suci, ternyata kedoknya seperti iblis betina." Saka menghina Azzura.


"Mi, tolong bawa Alex ke atas sekalian bawa kemari berkas bukti kalau mereka sudah bercerai." Papi Revan menyuruh Mami Sella.

__ADS_1


"Iya, Pi." Mami Sella membawa Alex ke kamar dan ia memberikan berkas bukti perceraian Saka dan Azzura kepada baby sister.


"Ini tuan, berkasnya." Baby Sister menyerahkan berkas, lalu pergi kembali ke kamar.


"Nih, lihatlah. Ini tandatangan kamu bukan, hm." Papi Revan memperlihatkan semua bukti perceraian Saka dan Azzura.


"Iya, ini tandatangan aku. Tapi ngga merasa menandatangani berkas ini, Pi." Saka tidak merasa menandatangani berkas.


"Ck, kalau bukan kamu yang tandatangan siapa. Setan gitu." Papi Revan kesal, Saka terus menyangkal.


"Aku berani sumpah, Pi. Aku ngga pernah menandatangani ini, perceraian aku dan Azzura ngga sah. Karena aku ngga mengetahui, Azzura itu masih istri ku." Kekeh Saka.


Papi Revan mengetok kepala Saka dengan kertas yang di gulung.


"Kamu ini mau jadi masalah, ini bukti sudah kuat. Kamu dan Azzura sudah resmi bercerai, kalian tidak akan pernah bersama. Awas kalau kamu mengganggu kehidupan Azzura lagi, Papi tidak akan diam. Kamu akan menjadi lawan Papi." Ucapan dan tatapan Papi Revan sangat menakutkan, baru kali ini Saka melihat Papinya seperti itu.


"Aarrgghhh... Ini kenapa bisa terjadi?Aku dan Azzura sudah bercerai, aku ngga mau seperti ini. Pasti mereka menipu ku, agar aku ngga lagi mengganggu Azzura." Saka menarik rambutnya.


"Ini anak emang sontoloyo, tidak tau di untung. Malah menghina orangtuanya sendiri menipu, buat apa Papi dan Mami menipu kamu. Ini semua murni, kamu sudah menandatangani dan kamu malah berlibur bersama istri mu itu. Bukannya datang ke pengadilan, malah bersenang-senang, jangan salahkan kami. Itu akibat ulah kamu dan istri mu itu, lebih baik kamu pergi dari sini. Papi sudah sangat kesal dengan sifat kamu."


"Pi, ngga seperti itu dong."

__ADS_1


"Kamu kalau mau tau kenapa ada tandatangan mu di berkas itu, kamu tanyakan saja sama istri mu yang licik itu. Dia lah yang sebenarnya iblis betina, dia yang wanita murahan. Karena dia melakukan dengan cara yang licik dan murahan, pergi kamu dari sini." Teriak Papi Revan, ia nampak kesal dengan sikap Saka.


.


.


.


.


.


.


Apakah Saka akan memarahi Sonya?atau Sonya yang akan menceraikan Saka?."


Penasaran tunggu kelanjutannya...


Jangan lupa like, vote dan Komentarnya ya...


See you... 😘😘😘😘🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2