Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#45


__ADS_3

Saka membuka matanya dan ia melihat sekeliling, ia merasa sangat asing dengan kamar. Saka memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Aauuww, sakit sekali kepala gue." Lirih Saka, ia berusaha bangun dari tidurnya. Ia terkejut melihat tubuhnya tidak menggunakan pakaian dan tubuhnya juga di penuhi tanda merah keunguan.


"Aarrgghhh... Apa yang terjadi?Kenapa gue ngga menggunakan pakaian dan ini tubuh gue penuh cupangan." Saka teriak melihat tubuhnya penuh tanda merah keunguan.


"Sial, ini pasti ulah Sean dengan para ja**ngnya, gue ngga terima di giniin. Brengsek kau Sean, lihat aja pembalasan gue." Saka turun dari ranjang, lalu ia menuju kamar mandi.


"Aaaarrrggghhh... Gila, banyak banget ini cupangannya. Gue ngga mungkin bisa pulang kalau begini, Sonya akan mengusir gue. Sean loe teman bajingan." Saka sangat marah dengan Sean, seperti Saka kehilangan keperawanannya. Padahal ia juga menikmati, walau keadaan pingsan.


"Gue harus menemui Sean, gue buat perhitungan dia. Dengan seenaknya dia mengizinkan para ja**ng menikmati tubuh gue." Saka buru-buru membersihkan tubuhnya.


Ponsel Saka berdering terus, Saka tidak mau mengangkatnya. Karena ia tidak mau Sonya tau.


"Kemana lagi ini Saka, awas aja kalau dia macam-macam dibelakang gue." Ancam Sonya, ia terus menghubungi Saka.


Lama-lama Saka kesal, karena Sonya terus menghubungi Saka. Akhirnya ia mengangkat telepon dari Sonya.


"Hallo, Sayang. Kamu dimana?Tumben jam segini kamu belum pulang, tadi juga aku ke kantor kamu ngga ada. Kamu itu kemana Sayang, kamu ngga ngapa-ngapainkan diluar sana. Awas aja kamu kalau berani macam-macam sama aku." Sonya agak marah.


"Maaf, sayang. Aku lupa mengabari kamu, kalau aku dan Sean sedang melakukan perjalanan bisnis. Aku dan Sean sedang ada kerja sama membangun perusahaan baru." Saka terpaksa bohong.


"Bisnis apaan?Setau aku Sean itu hanya memiliki club malam dan penyewaan wanita murahan." Sonya tidak begitu percaya dengan omongan Saka.

__ADS_1


"Bukan Sayang, ini sangat halal dan malah membuat kita mendapat pahala."


"Halal dan mendapatkan pahala bagaimana, sayang?."


"Perusahaan kami ini mengenai sosial seperti kita membangun sekolah atau pun rumah sakit untuk para warga yang ngga mampu."


"Tumben kamu seperti itu, ada angin apa?."


"Ya Allah, sayang. kalau Orang ingin berbuat baik, bukannya tumben atau ada angin apa. Tapi tulus berdasarkan hati kita, lagi pula selama ini kan kita itu terlalu banyak berfoya-foya dengan harta yang kita miliki. Tapi kita ngga menyadarinya kalau di luar sana masih banyak membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan."


"Semoga aja apa yang kamu bicarakan itu benar, sayang."


"Benar, sayang. Percayalah sama aku."


"Iya, sayang. Ya udah aku lagi di jalan, nanti kita bicarakan lagi."


"Baiklah, sayang. Hati-hati di jalan ya, I love you."


"Iya, sayang. I love you too, Mmuuaacchh..."


Sambungan telepon terputus.


"Tapi kenapa aku merasa Saka telah berbohong, lebih baik aku selidiki dia." Sonya merasa Saka telah berbohong, lalu ia menghubungi anak buahnya untuk mengikuti Saka.

__ADS_1


"Roger, kamu ikut suami ku kemana pun ia pergi ikuti saja. Jangan sampai dia tau kalau aku menyuruh kamu dan anak buah mu mengikuti dia, saya akan mentransfer uang. Ingat jangan sampai ketahuan." Sonya memberikan Roger untuk mengikuti Saka.


Sonya merasa yakin, kalau Saka itu sedang bermain dengan beberapa wanita. Baru kali ini Sonya merasakan seperti ini, waktu sebelum menikah dengan Saka. Sonya tidak pernah merasa gelisah dalam suatu hubungan, tapi kali ini Sonya merasakan. Kalau Saka sedang berkhianat.


"Awas kamu Saka, kalau kamu mengkhianati ku. Aku buat kamu ngga sengsara dan miskin kembali, aku akan membuang kamu. Aku ngga peduli kalau aku masih cinta kamu." Sonya menaiki tangga, ia merasa bad mood hari ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, vote dan Komentarnya ya...

__ADS_1


See you... 😘😘😘😘🤗🤗🤗🤗


__ADS_2