Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
Pendapat


__ADS_3

Assalamualaikum para readers,


Apa kabar semuanya? semoga selalu di beri kesehatan oleh Allah SWT, Oia aku ingin pendapat atau saran kalian.


Keponakan ku laki-laki ia memiliki pacar, dia baru jadian di bulan November. Di saat di bulan Januari sih cewek perutnya terlihat buncit. Keponakan ku nanya itu perut kenapa buncit, nah saking keponakan ku itu polos dia percaya aja apa yang di katakan sih ceweknya. Yang katanya sih cewek itu lagi kekenyangan perutnya begah, sih cewek juga pulang pergi di anter jemput yang mengaku sebagai Oom nya.


Waktu itu sedang ada acara, mereka menginap tapi tidur beramai-ramai di rumah temannya hanya sepetak atau sekamar. Paginya, sih cewek di suruh pulang sama keponakan ku ngga mau. Katanya menunggu jemputan, sampai jam 9 malam akhirnya cowo yang mengaku Oom nya itu datang menjemput.


Tepat jam 10 malam orang tua sih cewek menghubungi keponakan ku untuk menanyakan keberadaan sih cewek, keponakan ku itu jawab yang jujur udah pulang dari jam 9 malam dan udah di jemput sama Oomnya.


Saking cintanya keponakan ku sama sih ceweknya, ia pun menghubungi pacarnya. Tapi ngga di bales ataupun di angkat tlpnya. Jam 1 dia baru balas katanya baru pulang, di tanya dari mana ngga di jawab.


Skip


Di puasa 5 hari mau lebaran sih cewek bilang lagi hamil, keponakan ku langsung syok. Perasaan dia ngga pernah melakukan, malah menjaganya. Sih cewek bilang sama keluarganya kalau dia hamil sama keponakan ku.


Keponakan ku itu kaget, lalu ia mengajak suami ku, mamanya dan abangnya kerumah sih cewek. Untungnya aku ngga ikut, karena keluarga sih cewek kekeh kalau anak di kandung sih cewek anaknya keponakan ku. Padahal pas di tanya sama suami ku itu cewek terbelit-belit. Dan pihak Sih cewek akan tes DNA, di ladeni sama suami ku. Karena suami merasa curiga dengan sih cewek dan pihak keluarganya, sih cewek hamil udah 7 bulan. Mereka pacaran bulan November dan keponakan ku merasa ngga pernah melakukan.


Aku kira masalahnya udah clear, karena menunggu tes DNA. Tapi hari minggu kakak, tante dan Abang sih cewek datang kerumah, mereka bukan datang kerumah abang aku tapi di tempat pak RT. Terpaksa aku nemui itu keluarga sih cewek, sungguh aku kesal dengan sih tantenya.

__ADS_1


"Kami ini keluarga polisi dan kami akan proses ini sama kepolisian." Kata tantenya.


"Saya juga keluarga polisi, bahkan saudara ada yang jendral." Kata ku, mereka sempat diam.


"Saya tidak masalah kalau ini sampai di pengadilan atau apapun itu." Tambah ku.


"Tapi Sih bocah sudah mengakui, kemarin dia datang kerumah kami." Kata sih abang.


"Bego, banget." Kata ku dalam hati.


Aku langsung tanya dong sama keponakan ku, tapi dia jawab dengan ragu dan agak takut.


"Wah! kayanya ngga benar nih." Kata ku dalam hati. Aku ingin rasanya protes, tapi ini di rumah Pak RT dan mereka sungguh cerdik. Rumah Pak RT tepat di pinggir jalan, aku melihat satu persatu keluarga sih cewek ngga ada yang benar. Aku mempunyai kelebihan bisa membaca pikiran oranglain, mereka ingin keponakan ku menjadi ayah sih bayi. Abis itu Keponakan ku bebas.


Aku menghubungi suami untuk pulang dan kami sidang sekeluarga, sebelum suami ku datang. Aku bicara berdua dengan keponakan ku, dia tidak berani menatap ku.


"Apa benar kamu mengakui itu anak kamu?."


"I-iya, tan."

__ADS_1


"Jawab yang jujur dan tatap mata tante, anggap aja tante ini teman kamu."


Keponakan ku menunduk aja, ngga bicara apa-apa. Aku merasakan di dalam diri Keponakan ku ini ngga benar, ternyata dugaan ku benar. Keponakan ku seperti di guna-guna, agar dia bucin banget dan nurut sama sih cewek.


Suami ku dan kedua orangtua dari keponakan ku datang mereka marah banget, kenapa dia kesana. Jawabannya cuma ngga tau. Aku langsung panggil orang yang bisa mengobati keponakan ku.


Keponakan ku bilang sih cewek ngga mau makan dan badannya kurus, dan sih cewek juga wa keponakan ku begitu. Kami melihat isi chatnya, sih bapak keponakan ku membalas.


"Kamu jangan mengkambinghitamkan anak saya ya."


Eh! malahan pesan sebelumnya di hapus sama sih cewek.


Menurut kalian bagaimana menghadapi sih cewek dan keluarganya? soalnya sih cewek keluarganya kekeh kalau anak yang di kandungan sih cewek itu anak keponakan ku.


Pake menekan keponakan ku untuk mengakui, secara wa dan langsung.


Kalau keluarga kami di hari jum'at tidak memberikan keputusan mereka akan bertindak ke polisi, aku tidak masalah. Karena aku sangat yakin keponakan ku ngga salah, anak yang di kandungan sih cewek itu benih yang mengaku oomnya. Masalahnya pas aku selidiki ternyata itu bukan oomnya, tapi tetangganya.


Perjanjian awalkan tes DNA dulu baru bertanggung jawab begitu kata sih orangtua cewek, tapi kakak, tante, dan abangnya bertindak seenaknya. Pake mau mempermalukan keponakan ku di sekolah atau mau di dor sama Kakak sepupunya sih cewek. Mereka kan orang terpandang di daerahnya, jadi mereka tidak mau sih cewek di hina. Mereka hanya butuh status buat anak di kandung sih cewek dan agar tidak di usir dari daerahnya.

__ADS_1


Menurut kalian aku dan keluarga harus bagaimana nih untuk menghadapi keluarga sih cewek?.


Ku tunggu pendapat dan saran kalian ya...


__ADS_2