Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#42


__ADS_3

Azzam dan Azzura sudah sampai di hotel tujuannya, mereka sudah sampai di mekkah. Mereka bulan madu sekaligus umrah, mereka sudah mandi dan sholat.


Azzam memeluk Azzura dari belakang.


"Sayang, aku sangat mencintai mu." Azzam membalik tubuh Azzura, lalu membuka Hijab Azzura.


"Iya, aku juga mencintai mu." Azzura malu-malu.


"Bolehkah, Mas meminta hak mas hari ini sayang?."


Azzura hanya menganggukkan kepala sebagai penganti jawaban "iya", karena ia sangat malu.


Tanpa ada aba-aba Azzam mencium bibir Azzura.


" Katanya tidak pernah bermain atau berpacaran dengan wanita, ini kenapa ciuman Mas Azzam sangat lihai." Kata Azzura dalam hati.


Azzam terus mencium Azzura sambil melepaskan pakaian dirinya dan Azzura, mereka sudah sama-sama polos.


Ciuman panas Azzam membuat Azzura terbuai, Azzam sangat menguasai tubuh Azzura. Semua tubuh Azzura ia sentuh, karena selama ini Azzam sangat penasaran dengan tubuh Azzura.


"Ahh." Desah Azzura, Azzam mengisap kuat seperti bayi kehausan di gunung kembar Azzura miliki.


Ketika Azzam ingin memasukkan anaconda ke dalam goa, Azzura sangat terkejut. Karena milik Azzam sangatlah besar, tidak seperti punya Saka.


"Masya Allah, besar sekali apa itu akan muat di punya ku." Batin Azzura, ia keringat dingin.


"Kamu sudah siap, sayang." Tanya Azzam.


"I-iya, mas. Tapi pelan-pelan, ya. Takut tidak muat." Jawaban Azzura membuat Azzam tertawa.


"Hahaha... Iya, sayang. Nanti kamu akan merasakan kenikmatan yang luar biasa, yang selama ini belum kamu rasakan."


Pipi Azzura menjadi merah merona.


Azzam pelan-pelan memasukkan anacondanya ke dalam goa, Azzura merasa perih seperti ia merasakan waktu pertama kali bersama Saka.


"Ya Allah, kenapa ini sakit sekali seperti pertama saja? Padahal aku sudah sering melakukan dulu sama mas Saka, apa mungkin milik Mas Azzam begitu besar dan berurat." Kata Azzura dalam hati, ia mencakar tubuh Azzam.


"Ahh." Desah Azzura semakin kencang. Karena akhirnya Anaconda sudah masuk sepenuhnya di goa milik Azzura, Azzam berhenti sejenak agar Azzura rileks. Ia tau Azzura merasa kesakitan, setelah Azzura sudah agak tenang. Ia menggoyang pinggulnya secara pelan-pelan.


"Ahh." kamar di penuhi suara *******. Berbagai gaya mereka lakukan, Azzam sangat mengusai tubuh Azzura. Azzam seperti itu karena sebelumnya ia menonton di dulu, agar Azzura tidak kecewa pada dirinya yang awam.


"Ma-mas A-azzam, Ahh."


"Iya, terus sebut nama ku sayang."

__ADS_1


"Mas, a-aku mau ke-keluar."


"Sama-sama, sayang."


"Ahhhhh...." ******* bersama yang panjang, mereka sama-sama pelepasan.


"Aku sangat mencintai mu Azzura, ternyata seenak begini, kalau sudah menikah. Kenapa tidak dari dulu saja aku menikah?Dan mengenal kamu lebih dulu. Terimakasih, sayang." Azzam mencium kening Azzura, lalu ambruk di sebelah Azzura.


"Aku juga mencintaimu mas... Jodoh sudah di atur oleh Allah mas, kita sebagai manusia hanya bisa menerimanya dengan ikhlas mas." Azzura mengatur napas, karena baru kali ini ia merasakan kenikmatan yang luar biasa. Azzam memeluk Azzura dari belakang sambil memainkan dua gundukan.


"Aku mau main lagi." Azzam sudah ada di atas Azzura dan benar saja, milik Azzam sudah berdiri tegak kembali.


Mereka melakukan tidak hanya sekali tapi beberapa kali, membuat Azzura tidak berdaya. Azzam melakukan pelan-pelan, tapi pasti. Sehingga membuat Azzura menggila atas perbuatan Azzam, kenikmatan Azzam yang begitu luar biasa.


Keesokan pagi hari, Azzam bangun lebih dahulu. Azzura nampak kelelahan, karena habis sholat Subuh Azzam melakukannya lagi hingga beberapa ronde dan Azzura tepar.


"Terimakasih, sayang. Ini sangat luar biasa." Azzam mengecup kening Azzura.


Azzam bergegas ke kamar mandi, lalu bersihkan badan yang begitu lengket. Akibat pertempuran yang mengeluarkan banyak keringat.


Setelah ia sudah mandi dan berpakaian, ia berjalan menuju dapur. Ia akan membuat sarapan untuk dirinya dan sang istri tercinta.


Azzura merasakan di samping tidak ada Azzam, ia pun terbangun. Ketika ia ingin turun dari ranjang, daerah intimnya terasa sangat perih.


Azzura sudah di dalam kamar mandi, ia melihat miliknya agak lecet. Seperti waktu pertama perawan di rebut Saka 😀😀😀😀


"Pantas sakit, ini sampai lecet gini. Lebih baik aku berendam dengan air hangat, biar lebih enak." Azzura menyediakan air hangat, lalu ia berendam. Azzura sangat menikmati rendam di air hangat, intimnya tidak begitu sakit.


Tak lama kemudian, Azzam sudah selesai memasak. Ketika ia hendak membangunkan Azzura, tapi Azzam tidak melihat Azzura di tempat tidur.


"Mungkin dia sedang mandi." Pikirnya, lalu Azzam membersihkan tempat tidur. Ia melihat ada tetesan darah.


"Loh! Kok ada tetesan darah, padahal ini bukan untuk pertama kalinya buat Azzura." Azzam merasa heran, lalu menghubungi Andy untuk menanyakan.


"Assalamualaikum, dy." Sapa Azzam.


"Wa'alaikumsalam, kau itu sedang bulan madu. Bukannya bersenang-senang malah menghubungi ku, emang ada apa sih?." Sewot Andy, karena waktu istirahat Andy terganggu.


"Ck, kau malah masih molor. Udah pagi, tuh di luar matahari sudah muncul."


"Muncul gimana ini masih gelap di sini."


Azzam melihat jam yang tangannya yang belum di ganti waktu di Mekkah, ia terkejut.


"Ups, Sory. Di sana pasti masih gelap, hehe disini udah terang." Azzam cengengesan.

__ADS_1


"Gue pites loe lama-lama, cepat ada apa. Gue mau lanjut tidur lagi."


"Iya-iya, begini brother. Kamu tau sendiri kan kalau Azzura itu aku nikahi seorang janda."


"Iya, terus masalahnya apa bagi gue,hm?."


"Emang kagak penting sih buat kamu, tapi ini penting bagi aku. Karena aku itu sudah melakukan bersama Azzura, tapi aku lihat di sprei ada tetesan darah. Aku bingung itu darah apa? sedangkan ini bukan pertama kalinya buat Azzura."


"Ck, ngapain kalau soal begituan nanya sama gue. Harusnya loe itu nanya sama dokter, gue aja belum pernah merasakan juga. Jadi mana tau soal begituan."


"Aku tidak percaya, kalau kamu belum pernah melakukan."


"Ck, iya gue belum pernah melakukan sama perawan. Puas loe."


"Hahahaha.... Begitu saja sewot, kamu lagi haid ya."


"Apaan sih loe, gue mau lanjut tidur lagi. Lebih baik loe tanya sama dokter."


Andy mematikan sambungan telepon.


"Ck, malah di matikan. Aku harus nanya sama siapa ya, Oia aku kan punya telepon Bram. Dia kan dokter." Azzam mencari nomor ponsel Bram.


Bram adalah salah satu rekan bisnisnya yang bekerja di rumah sakit, dia adalah pemilik rumah sakit. Azzam ingin membangun rumah sakit untuk orang-orang tidak mampu, Azzam menemui Bram selaku kepala rumah sakit. Azzam ingin mengajak kerja sama dengan Bram.


Bram sudah menjelaskan semuanya tentang Azzam, penjelasan Bram membuat Azzam tersipu malu. Karena jawabannya milik Azzam sangatlah besar, menjadi bibir intimnya Azzura agak robek. Bram menyarankan Azzam membawa Azzura ke rumah sakit untuk di periksa.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, Vote dan komentarnya ya...


See you... 😘😘😘😘🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2