
Azzam dan Azzura sudah sampai di cafe, mereka bertemu dengan pengacara di cafe terkenal di Bandung.
"Ini berkas yang sudah di tangani oleh laki-laki brengsek, kamu harus segera urus. Apapun terjadi Azzura dan laki-laki brengsek itu cepat bercerai." Azzam menyerahkan berkas kepada Pengacara Niko.
"Baik, Tuan. Anda tenang aja dengan kemampuan saya, Tuan. Apa mau proses harta Gono gini juga?." Pengacara Niko mengambil berkas, lalu membacanya.
"Tidak perlu, takut nanti menjadi hambatan perceraian. Kasihan Azzura nanti kelamaan berpisah dengan sama sih brengsek." Kata Azzam.
"Iya, Mas. Saya tidak mau hartanya, yang penting saya cepat bercerai darinya." Azzura sudah memantapkan diri untuk bercerai dari Saka.
"Baiklah, kalau begitu. Saya pamit dulu, karena saya akan langsung mengurusnya." Pamit Pengacara Niko.
"Iya, terimakasih banyak ya mas. Sudah mau bantu saya." Azzura mengantupkan kedua tangannya.
Pengacara Niko pergi, Azzam malah fokus dengan ponselnya. Dia saat ini sedang memantau Saka dari anak buahnya, Azzam mendapat kabar kalau pergi liburan dengan Sonya.
"Baguslah kalau dia pergi, jadi jika dia kembali dari jalan. Dia dan Azzura sudah resmi bercerai. Untung Sonya gampang di ajak kerja sama, dan dia sangat bersemangat. Ingin laki-laki brengsek segera berpisah dengan Azzura, tinggal dua langkah lagi Azzura menjadi milik ku." Kata Azzam dalam hati. Ia sangat senang satu-persatu rencananya telah berhasil.
"Mas Azzam ngga makan, nanti keburu dingin." Kata Azzura.
__ADS_1
"Ah! Iya, sayang. Aku lagi pesan teman sebentar." Ucapan Azzam membuat Azzura membelalakkan matanya.
"Ma-mas, sa-sayang?Maksud Mas Azzam apa?." Azzura gugup.
"Aku ngga ngomong sayang, perasaan kamu aja kali atau kamu mau aku panggil sayang?." Goda Azzam.
"Ah! ngga, mungkin aku salah dengar." Azzura menunduk dan melanjutkan makannya.
"Perasaan tadi mas Azzam ngomong kaya gitu, aduh! Azzura kenapa kamu jadi heboh kaya gini. Kamu jangan cepat terpengaruh dengan namanya laki-laki, awalnya aja manis seperti madu. Tapi kedepannya sepet seperti buah belimbing sayur, aku ngga boleh cepat luluh kepada laki-laki. Aku harus menjadi wanita yang susah di kejar, aku ngga mau ada Saka-Saka yang lain. Sungguh ini membuat aku trauma kepada laki-laki yang akan mendekati ku." Kata Azzura dalam hati.
"Gemas banget, jadi pengen cepat memilikinya. Ya Allah lancarkan segala urusan hamba mendekati hawa seperti dia." Kata Azzam dalam hati, ia terus menatap Azzura.
"Mas, kenapa menatap ku seperti itu?apa ada yang aneh dengan ku?."
Wajah Azzura merona.
Sepasang suami istri sedang berlibur Ke Paris, Sonya sengaja mengajak liburan disana. Karena tempatnya yang romantis dan jarak tempuh sangat jauh, memerlukan waktu beberapa jam baru bisa sampai. Sonya dan Saka berangkat pada pukul 11 malam.
"Sayang, tempatnya indah bukan?." Sonya memeluk Saka dari belakang.
__ADS_1
"Sangat indah banget, sayang. Aku baru pertama kalinya ke sini untuk berlibur, biasanya aku kesini hanya bekerja." Saka membalikkan tubuh Sonya.
"Yah! anggap aja ini honeymoon yang tertunda, ya sayang." Sonya mengalungkan tangan di leher Saka.
"Iya, Sayang." Saka mencium bibir Sonya.
Sonya dengan agresif membuka pakaian Saka, mereka melakukan olahraga ranjang. Mereka melakukan tidak hanya sekali, tapi beberapa ronde. Ya mereka sama gila-gila se*, dulu bersama Azzura begitu. Tapi Azzura selalu menolak tidak bisa bermain lama-lama. Bagaimana tidak mau berlama-lama Saka bermain sangat kasar, Azzura sangat kesakitan. Tapi beda dengan Sonya, ia yang lembut Sonya yang kasar. Itulah membuat Sak menyukai permainan Sonya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
*Maaf baru update, karena asam lambung ku naik.
Aku butuh dukungan kalian untuk semangat ku menulis novel... Jangan lupa selalu like, vote, dan komentarnya ya... see you 😘😘😘😘*