Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#41


__ADS_3

"Alhamdulillah, kalau begitu. Aku lega mendengarnya, aku jadi semakin yakin. Kalau aku mencintaimu."


"Aku lebih dulu mencintaimu, sayang. Dari pertama kali kita bertemu, jantung ku berdebar-debar seperti biasanya. Walau wajahmu pucat dan kamu berbaring lemah, tapi tidak mengurangi kecantikan mu. Kau itu bagaikan bidadari yang turun dari Khayangan, makanya aku selalu memberikan perhatian. Tapi kamu tidak menyadari perhatian ku ini wujud aku mencintaimu, sayang."


"Maafkan aku, mas. Aku tidak menyadarinya."


"Tidak masalah yang terpenting adalah saat ini kamu sudah menjadi istri ku dan ibu dari anak-anak ku."


"Tapi kalau aku lama mengandung atau aku susah mempunyai anak bagaimana?apakah kamu akan seperti Mas Saka yang akan membuang ku seperti sampah." Azzura menunduk, ia takut kalau Azzam seperti Saka.


"Tidak akan, sayang. Malah orang seperti Saka itu bodoh membuang berlian demi batu kerikil." Azzam menyakinkan Azzura, kalau dirinya tidak seperti Saka.


"Apa benar, Mas?Aku takut kalau masalah ini akan terjadi lagi."


"Tidak akan, sayang. Coba kamu rasakan... Jantung ini berdebar-debarkan? Jadi aku tidak akan pernah menghianati mu, justru aku takut kehilangan mu. Sayang." Azzam meletakkan tangan Azzura di dada Azzam.


"I-iya, Mas. Terasa sekali detak jantung mu, mas. Apakah ini tidak sakit?."


"Tidak, sayang. Justru sakit bila melihat kamu sakit dan kamu tidak percaya kepada ku."


"Maafkan aku mas, bukannya aku tidak percaya sama kamu. Aku trauma dengan itu."


"Iya, sayang. Aku tau, tapi kamu harus percaya mas, karena mas tidak akan pernah menghianati kamu. asal kamu tau mas tidak pernah dekat sama wanita, kecuali bersama Umi dan Umma alias nenek. Mereka adalah wanita yang sangat berharga, mereka wanita yang pernah dekat dengan ku. Cuma kamu wanita satu-satunya yang ada di hidup ku, yang membuat jantung ini selalu berdebar-debar kencang. Membuat aku tidak bisa tidur, karena bayangan mu selalu menari-nari di pikiran ku. Aku sangat mencintai mu, Azzura." Azzam memegang tangan Azzura.


Azzura menatap Azzam untuk mencari kebohongan, tapi ia tidak menemukan kebohongan di mata Azzam.


"Insya Allah, Mas. Aku akan percaya sama kamu, maaf mungkin agak lama melupakan trauma ini. Karena itu sangat menyakitkan buat ku, aku menikah dengan mas Saka itu terbilang lama dan aku terkejut sifat dia bersama Mami sangatlah berubah. Membuat anak yang ku kandung meninggal, hati ini masih terasa sakit Mas." Azzura memeluk Azzam, ia menangis di dalam pelukan Azzam.

__ADS_1


"Jangan di paksa kalau kamu belum bisa, Mas akan menunggu kamu dan membantu mu. Agar melupakan trauma mu, mas akan menyembuhkan trauma mu dan tidak akan membiarkan kamu menetes airmata kesedihan, yang ada nanti mas akan memberikan tangisan kebahagiaan." Azzam mengelus punggung Azzura yang gemetaran, Azzam menjadi sangat membenci Saka dan Maminya yang membuat Azzura begitu memberikan banyak luka. Sehingga membuat Azzura trauma terhadap pernikahan, walau Azzura menerima Azzam sebagai suaminya. Tapi hatinya masih sangat takut tentang pernikahan, ia menerima menikah dengan Azzam. Karena begitu banyak dukungan dan menyakinkan dirinya, tidak semua laki-laki dan keluarganya seperti Saka dan keluarganya.


Azzura tertidur, karena perjalanan sangat panjang.


Di Sisi Lain


Saka mengajak Sonya berbicara empat mata, karena ia takut kebohongannya terbongkar. Lebih baik ia mengarah cerita tentang keburukan Qilla.


"Sayang, lebih baik kamu memecat Qilla. Karena dia sudah menggoda ku, kan kamu tau sendiri kalau cinta ku hanya untuk mu seorang. Dari pada dia sangat melonjak, makanya cepat pecat dia. Aku tidak suka padanya." Saka berusaha menyakinkan Sonya.


"Apa aku salah dengar, Mas?Dia menggoda mu, itu tidak mungkin. Mas." Sonya menatap Saka tidak percaya, karena ia tau sifatnya Saka yang licik dan banyak aja alasannya.


"Benaran, sayang. Aku berani sumpah, kemarin waktu kamu sedang ke salon. Dia menggoda ku, untung aku ngga tergoda. Karena Joni ku hanya bisa berdiri sama kamu."


"Ish! bikin malu saja, Sayang. Tapi aku ngga bisa memecat Qilla begitu saja, karena dia memiliki saham tertinggi di perusahaan kita. Dulu ini perusahaan dia yang aku ambil, aku sangat menyukai perusahaan ini. Makanya aku merengek kepada Daddy agar Qilla memberikan perusahaan ini kepada ku, akhirnya Qilla menerimanya dan ia menjadi sekretaris sekaligus asisten ku. Kerena cuma dia yang tau seluk beluk perusahaan, jujur aku sangat pusing mengurus perusahaan Qilla yang ku kira itu gampang. Tapi sangat sulit, maka aku menyerahkan semuanya kepada Qilla dan kamu. Aku ingin bersantai sambil menikmati kehamilan ku yang kedua."


"Si@l, bagaimana gue harus memecat Qilla Kalau begini. Ternyata dia mempunyai peran penting di perusahaan ini, kalau begini lama-lama perbuatan gue akan ketahuan dan Sonya akan membuangku. Gue harus buat rencana dengan mantang, agar Sonya ngga terpengaruh oleh omongan Qilla. Gue harus buat Sonya lebih percaya sama gue, ya gue akan buat Sonya lebih percaya sama gue." Kata Saka dalam hati.


"Hm, oke. Tapi itu ngga akan mungkin, sayang. Kalau dia seperti itu terus, lebih baik pindahkan dia ke cabang lain."


"Kalau di pindahkan itu sama aja, Qilla dan Sonya akan bersama. Gue jadi bingung sendiri." Kata Saka dalam hati.


"Ya sudah, Sayang. Aku menurut sama kamu, karena disini kan aku hanya menumpang. Aku bisa apa, aku hanya suami yang menumpang hidup dengan istrinya yang kaya raya. Semua keputusan ada di tangan mu." Saka pura-pura berwajah sedih.


"Kamu bicara apa sih, sayang. Uang ku juga uang kamu, sayang. Aku ngga perhitungan sama kamu, kamu lah pengganti Daddy ku. Karena bersama mu aku merasa sangat nyaman." Sonya memeluk Saka.


"Tapi, Sayang. Banyak orang yang bilang aku seperti itu, aku hanya benalu di kehidupan istri."

__ADS_1


"Ish! ngapain harus dengerin omongan orang, emang mereka yang kasih kamu makan?apa mereka memberi mu uang, Hm?."


"Iya, juga sih. Terimakasih ya, sayang kamu sudah mau menerima aku yang miskin ini sebagai suami mu."


"Ih! Kamu jangan bicara seperti itu, kamu itu suami terbaik bagi ku. Kamu jangan merendahkan seperti itu, siapa sih yang bicara seperti itu?. Hingga membuat mu galau seperti ini."


"Mungkin kamu ngga akan percaya, kalau tau orang yang bicara seperti itu."


"Emang siapa, yang?."


"Dia itu Qilla, dia bilang aku pria miskin dan numpang hidup kepada istri yang kaya raya. Aku ini benalu di kehidupan kamu, sayang." Saka mengarang cerita agar Sonya marah kepada Qilla.


"Masa sih, Sayang. Qilla bicara seperti itu?." Sonya setengah percaya dan tidak.


"Iya, sayang."


"Baiklah, nanti aku akan menegurnya. Kalau itu benar aku akan menghukum dia."


"Iya, sayang hukum dia."


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2