
"Tunggu!!!." Teriak pria kecil. Semua orang menoleh ke pria kecil.😀😀😀😀😀
"Ish! Kalian kenapa meninggalkan Alex, tadi kan Alex sudah bilang. Kalau papa mau menikahi Mama tunggu Alex, Alex kan tadi kebelet buang air." Kata Alex, ia memanyunkan bibirnya.
"Hahahaha... Dasar bocil, emang kamu itu orang penting. Sehingga kita harus menunggu kamu, hm." Ledek Ibrahim, ia sering kali menjahili Alex. Baginya Alex itu sangat menggemaskan.
"Ih! Om Baim, reseh. Aku kan anak mereka, jelaskan penting." Alex menatap tajam Ibrahim.
"Sudah-sudah, sini cucu Umma." Umi Aisyah menengah.
Acara ijab qobul di lanjutkan kembali.
"Bismillahirohmanirohim, Saya nikahkan ananda Azzam Mahendra Bin Ismail Mahendra dengan Putri Saya Azzura Bareeka Binti Adam Malik, dengan mas kawin seperangkat alat Sholat, emas logam murni sejumlah 50 gram dan uang tunai sebesar 1 Milyar di bayar tunai." Abi Adam mengayunkan tangan Azzam, agar ia membaca qobulnya.
"Saya terima nikahnya Azzura Bareeka dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Ucap Azzam dengan lantang.
"Sah?." Tanya Pak Penghulu, menoleh ke para saksi.
"Sah!!!."
"Sah!!!."
" Sah!!!."
Teriak para tamu dan saksi.
"Alhamdulillah..." Pak Penghulu membacakan doa.
Azzura dan Umi Siti sangat senang, acara ijab Qobulnya lancar. Mereka berpelukan.
"Selamat, Nak. Kamu sudah menjadi istri dari Nak Azzam, semoga di pernikahan kamu kali ini kamu dan Azzam di limpahkan kebahagiaan. Hingga maut memisahkan." Umi Siti mencium kening Azzura.
"Amiin Ya Robbal'alamin, terimakasih Umi." Azzura memejamkan matanya, ia sangat terharu. Pernikahan kali ini begitu hikmah, tidak seperti dulu dengan Saka. Karena ia tidak menemukan kedua orangtua kandungnya, Azzura ingin kedua orangtua kandungnya menyaksikan pernikahan dirinya.
"Masya Allah, sungguh pernikahan kali ini penuh hikmah. Ada kedua orangtua kandung ku, yang menyaksikan pernikahan ku. Aku bersyukur kepada Mu Ya Allah, begitu banyak nikmat yang Kau berikan kepada Hamba." Kata Azzura dalam hati.
Azzura dan Umi Siti keluar dari tempat persembunyian 😀😀😀😀.
__ADS_1
Azzam melihat sang istri yang baru beberapa menit yang lalu ia nikahi keluar dari ruangan, sang istri berjalan dengan anggun bersama Umi Siti di sampingnya. Azzura terlihat cantik, seperti bidadari yang turun dari khayangan. Azzam tidak berkedip, matanya terus menatap sang istri.
"Ya Allah, Mama Azzura cantik sekali." Alex menghampiri Azzura, kemudian menggandeng tangan Azzura.
"Terimakasih, sayang." Azzura tersenyum.
Kini Azzura sudah duduk di samping Azzam.
"Assalamualaikum Iman ku." Ucapan salam Azzura sangat merdu.
"Wa-Wa'alaikumsalam." Azzam gugup.
Azzam dan Azzura saling bertukar cincin, lalu Azzura mencium tangan Azzam dengan takzim. Kemudian Azzam mencium kening Azzura.
Acara ijab qobul sudah selesai, di lanjutkan dengan resepsi pernikahan. Acaranya begitu meriah, banyak tamu undangan. Azzura tidak menyangka pernikahannya kali ini lebih mewah.
Tamu terus berdatangan, tamu ke banyakan rekan bisnis Azzam. Walau Azzam tidak begitu banyak teman, tapi dia memiliki begitu banyak rekan bisnis. Saking kebanyakan tamu sampai Alex mengeluh.
"Ini kapan selesainya sih, aku cape. Bentar-bentar salaman, pengen duduk eh! Malah ada tamu." Keluh Alex, membuat Umi Siti gemas. Seharusnya Alex tidak ikut di atas pelaminan, tapi melihat Azzam dan Azzura yang berada di pelaminan. Ia menaiki tangga dan duduk di tengah antara Azzam dan Azzura, awalnya ia sangat senang. Karena seperti ia yang mempunyai acara, tapi lama-lama Alex mulai jenuh dan terus mengeluh. Bukannya ia turun dari pelaminan, malah tidak mau jauh dari Azzam dan Azzura.
"Ish! Papa, rambutku jadi rusak. Aku tidak mau papa dan mama kecapekan sendiri, aku ingin menemani kalian." Alex cemberut.
"Iya, tapi sayang. Kamu mama dengar dari tadi terus mengeluh, kamu tidak mau menikmati makanan. Ada es krim kesukaan kamu loh di sana. Mama yakin kamu pasti suka." Azzura membuat Alex mengerti.
"Yang Benar, Mah. Kalau begitu aku kesana." Alex menjadi semangat.
"Iya, tapi jangan terlalu banyak. Nanti sakit perut." Azzura mengacak-acak rambut Alex.
"Baik, Mah."
Alex pergi menghampiri stand es krim dengan penuh semangat 45, Azzura dan Azzam melihat tingkah anak angkat mereka begitu menggemaskan.
Di sisi lain
Saka yang sibuk dengan beberapa dokumen, sedangkan Sonya tidak mau pusing berurusan dengan dokumen. Ia pergi ke salon untuk perawatan.
"****!!! Kenapa begitu banyak dokumen yang harus di periksa dan di tandatangani, kepala gue rasanya mau pecah. Sonya malah enak ke salon, lah ini aku ngurusin yang beginian. Perusahaan Sonya itu beda sekali dengan yang Papi miliki, nah ini tentang fashion. Ini apa lagi jumlah benang, jarum, pola dan banyak lagi yang ngga aku miliki. Oh my God..." Gerutu Saka, ia mengacak-acak rambutnya. Lalu ia melepas dasi, seakan dasi itu menyekek lehernya.
__ADS_1
"Aku kira menjadi Ceo di perusahaan Sonya sangat menyenangkan, lah ini boro-boro menyenangkan. Malah bikin pusing, apalagi Azzura belum ketemu. Hidup ku kenapa kaya gini sih."
Sekretarisnya Sonya hanya diam saja mendengar ocehan tidak jelas dari Saka.
"Mau hidup enak ya kerja, jangan seenaknya aja numpang hidup. Kok jadi laki malah seperti benalu, kalau dia jadi laki gue. Udah gue tendang itu, udah selingkuh dan numpang hidup. Kok mau ya, nyonya Sonya menerima laki itu untuk menjadi suaminya. Dan mereka juga orangtua gila, anaknya menghilang tidak di cari. Udah hampir setengah tahun tuan muda kecil menghilang, tidak di cari mereka memang pasangan aneh dan gila. Yang pernah ku lihat." Kata Sekretarisnya Sonya yang bernama Qilla, ia tidak suka dengan Saka.
"Qilla!!!." Teriak Saka dari dalam. Qilla masuk ke dalam ruangan Saka, sebenarnya Qilla merasa enggan masuk ke ruangan Ceo. Kalau tidak ada Sonya, kadang Saka suka menggodanya. Tapi Qilla tidak pernah tergoda, kalau bukan amanah dari Alm. orangtua Sonya yang menitipkan Sonya kepada dirinya, ia sudah keluar dari perusahaan. Qilla sudah seperti saudara sendiri bagi Sonya, tapi kedatangan Saka di dalam kehidupan Sonya. Berubah dratis sikap Sonya begitu angkuh dan semena-mena terhadap dirinya.
"Iya tuan ada apa?." Kata Qilla, ia menjaga jarak dari Saka.
"Kenapa berjauhan, hm?. Apa aku begitu menakutkan buat mu, hm.?" Saka menghampiri Qilla, lalu mencolek dagu Qilla.
"Maaf tuan, anda jangan seperti ini." Qilla memegang tangan Saka dan menatap tajam Saka.
"Saya suka dengan wanita pemberani seperti kamu." Saka mencium tangan Qilla. Buru-buru Qilla melepaskan tangannya dari genggaman Saka.
"Maaf tuan, anda seharusnya menjaga batasan. Kalau bukan karena nyonya Sonya, tuan tidak ada apa-apanya, kenapa ingin pecat saya. Dengan senang hati saya menerimanya, ingat tuan saya juga memiliki saham di perusahaan ini. Malah saham saya lebih tinggi di banding punya tuan sendiri, saya bisa aja memanggil dewan direksi untuk mengusir anda. Karena anda sudah melecehkan saya dan beberapa Art di Mansion, bahkan ada art yang anda gauli hingga hamil. Saya berbicara seperti ini karena saya memiliki bukti." Perkataan Qilla membuat Saka tidak berkutik, lalu Qilla pergi dari ruangan.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, vote dan Komentarnya ya....
See you... 🤗🤗🤗🤗😘😘😘😘
__ADS_1