
Hasil Laboratorium milik Saka sudah keluar, Ibrahim langsung mendatangi ke kamar Saka. Saka sudah di pindahkan ke kamar inap, Ibrahim sengaja tidak membuka amplop yang masih bersegel hasil laboratoriumnya.
"Assalamualaikum." Ibrahim memberi salam.
"Wa'alaikumsalam." Serentak.
"Maaf mengganggu waktu kalian, saya ingin memberikan hasil laboratorium milik Saka. Saya sengaja tidak membuka, agar tidak ada salah paham. Silakan kalian yang buka dan nanti saya yang menjelaskan isi dari amplopnya." Kata Ibrahim, ia menyerahkan hasil Laboratoriumnya kepada Papi Revan.
"Terimakasih, tapi anda ada bagusnya dok." Mami Sella sinis.
"Maafkan istri saya dok." Papi Revan meminta maaf.
"Tidak apa-apa, Pak." Ibrahim tersenyum, walau sebenarnya ia sangat jengkel dengan tingkah Mami Sella.
Mami Sella dan Papi Revan membuka amplop, mereka tanpa terkejut. Lalu Papi Revan memberikan selembar kertas ke Ibrahim, agar Ibrahim menjelaskan.
"Hasil dari laboratorium menyatakan Saka positif terkena HIV dan ini tingkat keparahannya penyakit yang di derita Saka." Kata Ibrahim.
"Ngga mungkin Saka bisa memiliki penyakit itu, Saka itu anak baik-baik dan ngga pernah bermain dengan banyak wanita. Pasti ini ada keliruan dari hasil Laboratoriumnya, pasti anda dan dokter-dokter ini bersekongkol agar mendapatkan uang yang banyak dari pasien." Mami Sella mengelak.
"Kalau ibu tidak percaya dengan hasil laboratorium dari rumah sakit, ibu silakan periksa dari rumah sakit lain. Asal ibu tau di rumah sakit kami ini tidak menerima suap atau apapun itu, rumah sakit kami mengutamakan kesembuhan para pasien. Bahkan rumah sakit kami menyediakan pengobatan gratis untuk pasien yang tidak memiliki uang." Ibrahim tampak kesal.
"MAMI, kamu diam aja atau kamu keluar dari kamar ini. Kamu tidak kasihan kepada Saka yang sakit, hm." Bentak Papi Revan.
"Loh! Kok, Mami yang di usir..." Mami Sella tidak terima, ketika ia ingin protes Papi Revan sudah mematikan pembicaraan Mami Sella.
__ADS_1
"Mami, jika kau tidak mau diam. Papi akan Benar-benar mengusir mu." Papi Revan menatap tajam Mami Sella.
"Iya, Pi." Mami Sella menunduk, ia merasa takut jika Papi Revan marah.
"Maafkan perkataan istri saya, dok. Bisa kita lanjutkan." Papi Revan menatap Ibrahim.
"Baik, Pak. Begini, saya minta maaf sekali. Kalau penjelasan saya akan membuat bapak dan ibu terkejut." Ibrahim merasa tidak enak menjelaskan tingkat keparahannya penyakit Saka.
"Saya terima itu apapun yang dokter jelaskan." Papi Revan menepuk bahu Ibrahim dan tersenyum.
"Baik, Penyakit Hiv yang di derita Saka sangatlah parah. Mengakibatkan alat produksinya tidak bisa berfungsi lagi dan penyakit ini tidak dapat di sembuhkan, karena ada penyakit lain yang diderita Saka."
"Ya Allah, hiks... Hiks... Hiks... Ini ngga mungkin, Dok." Mami Sella menangis.
"Penile cancerΒ atau kanker ***** adalah jenis kanker yang terjadi pada organ reproduksi pria, yaitu *****. Kanker ini biasanya mulai muncul pada sel kulit ***** (skuamosa), terutama di sekitar area kulup atau kepala *****. Penyakit ini sangatlah langka, sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain, pengidap juga akan mengeluhkan pembengkakan pada kelenjar getah bening, terutama di area ************."
"Apakah bisa di sembuhkan, dok?."
"Kami belum bisa memastikan, tapi kami akan mencegah agar tidak menyebar keseluruh tubuh dengan Kemoterapi, radioterapi atau dengan operasi. Tapi kami tidak dapat memastikan apakah penyakit ini bisa di sembuhkan atau tidak, hanya kuasa Allah yang bisa membalikkan keadaan."
"Ya Allah, kenapa aku bisa mempunyai penyakit ini?." Saka yang baru saja datang dari toilet, ia sengaja tidak keluar dari toilet. Ia ingin mendengar Ibrahim menjelaskan penyakit yang di deritanya.
"Saka." Mami Sella memeluk Saka.
"Mi, aku ngga mau mati. Aku ingin merawat Alex hingga besar nanti, hiks... Hiks... Hiks..." Saka menangis.
__ADS_1
"Sabar, Nak. Tenang kita akan berobat keluar negeri, Mami yakin kamu sembuh." Mami Sella menenangkan Saka.
"Hiks... Hiks... Hiks... kenapa aku bisa memiliki penyakit ini."
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf kalau ada salah penjelasan penyakit yang di derita Saka...
Jangan lupa like, Vote dan komentarnya ya...
See you...πππππ€π€π€π€
__ADS_1