
Azzam membawa Azzura untuk di periksa, awalnya Azzura menolak. Karena ia sangat malu, daerah intimnya di periksa. Tapi Azzam terus memaksa, akhirnya Azzura mengikuti kemauan Azzam.
Mereka sudah berada di ruang periksa.
"Ini agak robek sedikit, tapi tidak apa-apa." Kata dokter wanita berbicara bahasa inggris.
"Terus apakah istri saya akan di operasi, dok?Kalau di operasi dan robek lagi bagaimana dokter?." Pertanyaan Azzam membuat Azzura merona.
"Tidak usah, tuan. Karena lukanya tidak begitu dalam dan bahaya tidak usah di operasi, saya menyarankan istri anda itu Bersihkan ****** setiap mandi, habis buang air, dan usai berhubungan ****. Bersihkan menggunakan air berkualitas baik, bilas dari arah depan ke belakang, jangan sembarangan menggunakan sabun, pewangi, atau ramuan lain. Usai dibersihkan, keringkan dengan waslap bersih atau tisue ******. Kenakan pakaian dalam yang bahannya lembut dan diganti sering-sering. Hindari penggunaan celana ketat atau berbahan kasar. Batasi dulu hubungan **** yang berlebihan. Hanya berhubungan **** dengan pasangan yang sehat. Minum obat paracetamol jika muncul nyeri mengganggu di sekitar ****** saya akan memberikan resep obatnya dan salep. Perbanyak istirahat ya, ada yang mau di tanyakan lagi?." Penjelasan Dokter wanita, Azzam merekam semua penjelasan Dokter wanita dengan ponselnya. Ia takut lupa.
"Baik, dok. Terimakasih penjelasannya dan saya akan mengikuti saran dokter, saya tidak akan melakukan yang berlebihan waktu main nanti dok."
"Sama-sama, tuan. Ini resepnya, semoga nyonya lekas sembuh dan kalian cepat di beri momongan." Dokter wanita memberikan kertas lembar resep obat.
" Amiin, terimakasih. Dok, kami permisi dulu. Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Azzam mengantri untuk menembus obat, sedangkan Azzura duduk di bangku tunggu.
"Mas Azzam sangat perhatian kepada ku, semoga sifatnya tidak berubah. Seperti mas Saka yang awalnya begitu perhatian, tapi lama-lama dia malah menghianati ku. Ya Allah, aku mohon jangan merubah sifatnya Mas Azzam seperti Mas Saka. Aku tidak mau itu terjadi kembali." Gumam Azzura, ia menatap punggung Azzam.
Di Indonesia
Sonya menghampiri Qilla di rumahnya, walau waktu masih Dini hari ia tidak peduli. Karena ia penasaran apa yang di bicarakan Saka benar atau tidak.
"Kebiasaan banget loe ganggu waktu gue tidur." Keluh Qilla.
__ADS_1
"Sory, gue kesini itu urgent banget dan gue penasaran. Gue harap loe jawab yang jujur sama loe." Sonya duduk di sofa, ia tidak peduli dengan kemarahan Qilla.
"Hufh, apa yang harus loe tanyakan?Gue ngantuk banget."
"Begini tadi Saka bercerita kalau loe itu menggoda dia, apa itu benar?."
"Loe percaya sama apa yang dia bicarakan, hm?."
"Gue sih setengah percaya, loe tau sendiri gue sangat mencintai dia. Gue ngga mau berpisah sama dia."
"Itu sih seterah loe mau percaya sama dia, gue tau loe lebih mencintai dan percaya sama dia. Dari pada gue yang bukan siapa-siapa loe."
"Loe bicara apaan sih!!." Nada Sonya agak tinggi, ia merasa tidak suka apa yang Qilla bicarakan.
"Lah! emang iya, loe itu kebiasaan kalau ada laki-laki yang menurut loe itu baik dan loe merasa nyaman. Loe akan melupakan gue yang sudah seperti saudara."
"Bukan begitu, Qil..."
"Apakah gue salah bicara seperti itu, bukannya gue ngga percaya sama loe. Gue ngga mau kita bertengkar, gue sudah sadar. Karena selama ini loe yang menemani ku, di saat Gue kehilangan Daddy dan Mommy. Loe tetap menemani gue, walau gue udah jahat sama dia. Dia tidak pernah meninggalkan gue, sedangkan laki-laki yang dulu pernah dekat sama gue. Mereka kabur, padahal kekayaan Daddy itu ngga akan pernah bangkrut. Kecuali Qilla mencabut Saham." Kata Sonya, Qilla menemani Sonya. Waktu Sonya tidak mengalami depresi kehilangan kedua orangtuanya secara bersama, perusahaan hampir bangkrut. Tapi Qilla langsung membeli semua saham di perusahaan Daddynya Sonya, karena ia tau berbalas budi. Perusahaan Qilla dulu hampir bangkrut, Daddynya Sonya membantu menanam modal yang banyak. Hingga perusahaan kembali melesat, malah sekarang perusahaan itu sudah sangat maju.
Qilla juga mengurus perusahaan Daddynya Sonya, Saka tidak mengetahui itu. Yang Saka tau perusahaan Daddynya Sonya di pegang oleh Om nya Sonya.
Qilla tidak keluar-keluar kamar, Sonya merasa jenuh dan pergi begitu saja.
Di dalam kamar, Qilla sengaja tidak keluar dari kamar. Ia ingin melihat Sonya bagaimana.
"Loe dari dulu selalu lemah dengan pria, apalagi pria itu hanya mau menguasai harta loe. Gue sudah ngga peduli lagi sama loe, kalau loe lebih percaya sama sih bajingan. Loe benar-benar wanita bodoh, yang mau aja di bohongi pria bajingan itu." Qilla menyenderkan kepalanya di pintu, ia tidak mendengar suara Sonya. Lalu ia membuka pintu kamar dan melihat keliling tidak ada Sonya, kemudian ia kembali masuk ke kamar.
__ADS_1
"Gue tau loe udah pergi, semoga loe tidak akan pernah menyesal. Untuk keputusan yang loe ambil."
Sepanjang jalan Sonya memikirkan perkataan Qilla, kalau dia selama ini terlalu bodoh yang percayai laki-laki di bandingkan dengan Qilla, yang sudah menemani dia dari keterpurukan.
"Maafkan gue, Qil. Gue selama ini terlalu bodoh, apalagi sekarang gue malah tambah bodoh. Karena sudah memberikan saham kepada Saka. Gue harus gimana."
Saka tidak menunggu Sonya pulang, ia malah pergi ke club bersama teman-temannya. Ia juga di temani wanita, tapi Saka begitu jijik melihat para wanita ja**ng yang memperlihatkan seluruh anggota tubuh mereka masing-masing.
Saka tidak menyukai wanita club, ia lebih suka wanita yang polos dan intinya masih perawan. Saka tidak mau bermain dengan wanita ja**ng, karena takut tertular penyakit kelamin. Saka lebih suka dengan perawan, ia bahkan pernah membayar keperawanan gadis dengan jumlah uang yang fanatis.
"Bro, loe yakin ngga mau memilih wanita-wanita seksi ini. Rugi loh kalau ngga memilih mereka, loe bakal menyesal." Kata pria berkemeja coklat.
"Ogah, gue ngga mau nanti kena penyakit. Lebih baik gue bayar mahal untuk mendapatkan keperawanan." Ucap Saka, ia meneguk anggur yang sangat langka.
"Ck, sama aja Pea."
"Beda kali, kalau wanita yang gue pakai itu masih bersih. Belum di jamah oleh laki-laki manapun, mereka itu masih suci."
"Terserah loe aja, gue mau bersenang-senang dulu sama para wanita seksi ini."
.
.
.
.
__ADS_1
.
.