Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#51


__ADS_3

Saka membuka matanya pelan-pelan, lalu ia melihat sekeliling.


"Aduh! kepala ku terasa sakit." Rintih Saka.


"Sakit kan?Makanya jadi orang jangan buat masalah." Ketus Papi Revan.


Saka sudah di pindahkan ke kamar rawat inap.


"Papi, anaknya benar-benar sakit malah di galakin. Aku ini bukan orang suka bikin masalah, malah aku ini korban dari masalah." Saka cemberut.


"Udah kamu jangan menyangkal lagi, Sonya sudah mengetahui sifat kamu kan dan dia mengusir kamu kan?Kamu seperti ini akibat dari ulah kamu kan?."


"Ck, kalau sudah tau ngapain pake nanya. Aku juga kecewa dengan wanita brengs*k itu. Aku sangat menyesal dulu, kenapa aku memilih dia dan meninggalkan Azzura." Saka menundukkan kepala.


"Penyesalan itu datangnya belakang, kalau di depan namanya pendaftaran. Dan tidak bisa kita ubah atau kembali, nasi sudah jadi bubur. Kamu terima aja takdir mu itu."


"Pi, maafkan Saka ya. Saka ternyata salah."


"Jujur Papi sangat kecewa dengan mu, apalagi kamu dan Mami telah berbuat jahat kepada Azzura. Tapi namanya manusia tidak luput dari kesalahan Papi mencoba memaafkan kalian, Papi berharap kamu berubah menjadi lebih baik dan lebih dekat kepada Allah. Papi lihat-lihat kamu itu tidak pernah sholat lagi, ketika di pernikahan yang ketiga kamu dan Azzura. Menjadi sifat mu berubah menjadi kejam dan sadis, kamu jangan ganggu lagi kehidupan Azzura. Saat ini dia sudah bahagia dengan Azzam."

__ADS_1


"Iya, Pi. Aku mau menemui Azzura hanya untuk minta maaf, ngga lebih. Aku ini terlalu banyak salah kepada Azzura."


"Kalau kamu serius mau minta maaf dengan Azzura, nanti Papi minta izin kepada Azzam. Kan sekarang dia sudah memiliki suami."


"Iya, Pi. Untuk Alex nanti secara perlahan-lahan aku akan mendekati Alex, aku ngga mau Alex menganggap ku musuh. Pi, aku minta tolong biarkan Alex nanti hak asuhnya ada di tangan aku, agar aku akan memberikan ke Azzura dan Azzam. Mereka lebih baik menjadi orangtua Alex, yang bisa membimbing Alex."


"Itu tenang saja, Azzam sudah membuat rencana. Sebelum ini terjadi Azzam sudah mendapatkan surat adopsi Alex, ya. Kamu tau sendiri kan Azzam itu siapa, tinggal mengjentikan jari semua langsung beres. Tanpa ada ganguan."


"Iya, Pi. Aku hanya takut, jika hak asuh Alex jatuh kepada Sonya. Alex masih trauma, takutnya menjadi mainan Sonya."


"Iya, Papi tau kok. Ya udah kamu istirahat aja, jangan terlalu banyak pikiran. Kamu fokus kepada sakit yang kamu rasakan saat ini."


"Iya, Pi. Tapi Saka lapar, Pi."


"Jangan nanti, Pi. Aku sudah lapar banget, dari pagi aku belum sarapan Pi."


"Iya, bawel."


Papi Revan menghubungi anak buahnya yang berada di sekitar rumah sakit.

__ADS_1


"Sudah, Papi pesankan makanan dan minuman buat kamu."


"Kebiasaan Papi bukan nanya dulu aku mau apa, udah di pesan aja."


"Kamu itu lagi sakit jangan macam-macam dulu makannya, udah yang sakit diam aja nurut apa yang di sehat bicarakan."


"Ck, masih aja ketus. Dasar papi..." Gumam Saka, tapi masih di dengar Papi Revan.


"Mau menghina papi, hm. Kamu akan papi keluarkan kamu dari nama keluarga, agar kamu tidak bisa memiliki warisan yang papi miliki. Biar Alex aja yang akan Papi warisan.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


😭😭😭😭😭 Bab 44 dan 47 masih di review padahal sudah di edit agar tidak ada unsur p*rnonya... Maaf ya jadi acak-acakan 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2