Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#52


__ADS_3

Qilla masih menemani Sonya yang masih terlihat syok, pria yang selama ini ia cintai dan sayangi ternyata seorang penghianat. Bahkan dia sudah terlalu percaya dengan Saka.


"Son, ini loe minum dulu tehnya. Biar loe enak kan." Qilla memberikan secangkir teh hangat.


Sonya mengambil tanpa di bicara sama sekali, lalu meminum teh hangat pemberian Qilla.


"Sory gue baru ngasih tau loe, karena gue belum memiliki bukti dan loe juga akan percaya sama pria itu. Pria itu sudah lama melakukan terhadap semua gadis di Mansion ini, dia ngga peduli mau Art, tukang sapu atau orang gila sekalipun. Yang penting ia mendapatkan seorang perawan, dia itu pria gila yang pernah gue kenal... Hufh, Sonya please bicara dong. Jangan loe seperti patung kaya gini." Qilla menghela napas, lalu memegang bahu Sonya.


"Hiks... Hiks... Hiks... gue wanita bodoh, gue terlalu bodoh." Sonya meneteskan air mata.


"Iya, loe memang bodoh. Apalagi loe sampai merebut dia dari istrinya, tapi ini sudah menjadi suratan takdir. Loe ngga bisa kembali lagi, sekarang loe itu merubah diri lebih baik yang ngga akan terlalu percaya dengan laki-laki brengsek seperti dia. Loe harus semangat demi anak loe ini, gue tau anak ini bukanlah anak Saka. Sebelum Loe pergi ke Paris, loe bermain dulu sama Dion. Ya kan?."


"Loh! loe bagaimana tau?." Sonya terkejut, rahasia Sonya.

__ADS_1


"Hm, Loe memang ngga mengetahui gue."


"Sory, ia gue melakukan bersama Dion. Mantan yang dulu Daddy hina, karena miskin padahal gue cinta banget sama dia. Gue ketemu dia waktu sedang meeting bersama, ternyata dia itu salah satu klien kita. Gue rayu dia, bahkan gue menjebaknya. Gue ingin merasakan t*b*hnya yang sangat mengiurkan, bagi gue yang penting sudah merasakan t*b*h Dion dan gue ngga penasaran lagi. Gue lupa ngga pakai pengaman, tapi sama Saka juga ngga pakai pengaman. Jadi belum tentu anak ini anaknya Dion." Sonya yang tadi terlihat semangat menceritakan Dion, tiba-tiba terlihat bingung anak yang di kandungannya itu anak siapa.


"Aduh, Sonya. Loe lihat dong di hasil USG itu ada usia janin loe." Qilla menepuk jidatnya.


"Oia, gue lupa sebentar gue punya. Itu pertama kali gue USG, sekarang gue belum USG lagi." Sonya mengambil tasnya dan mengeluarkan buku pink dan foto.


"Disini usianya 13 minggu, ini pas waktu gue bermain dengan Dion. Kalau ini anak Saka seharusnya itu 9 atau 10 minggu, ya. Ini anak Dion, ngga apa-apa malah gue bersyukur jadi ngga bisa menjadi penghambat perceraian gue sama Saka."


"Gue ngga peduli, Qil. Yang penting ini anak Dion dan gue."


"Terserah kau saja, Son. Gue mau ngurus perceraian loe, biar cepat clear dan pria itu bisa merasakan kesengsaraan."

__ADS_1


"Iya, gue serahkan sama loe Qil. Loe itu sangat di andalakan, gue percaya sama loe Qil."


"Loe itu banyak hutang budi sama gue hari ini."


"Iya, nanti gue serahkan semuanya yang dulu punya loe. Yang gue ambil, gue kembalikan. Ternyata mengambil bukan hak kita itu sungguh ngga enak dan sangat merugikan kita sendiri, gue baru sadari itu."


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2