Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#62


__ADS_3

Pak Yono menghubungi Tuan Azzam.


"Saya yang akan menemui mereka, tetap tahan mereka sampai aku kembali." Kata Azzam yang baru saja tiba di kantor, ia merasa terkejut Mami Sella datang bersamia Saka. Ia sebenarnya tak masalah kalau Mami Sella datang, tapi kalau datang bersama Saka. Azzam sangat waspada, karena bisa aja Saka akan membuat Azzura terluka. Azzam langsung pulang setelah mendapat kabar dari Pak Yono.


"Andi, cepat sedikit bawa mobilnya. Aku tidak mau istriku kenapa-napa." Azzam cemas.


"Sabar, bro. Yang terpenting Pak Yono tidak membiarkan masuk kedalam Mansion." Santai Andi.


"Tapi aku sangat khawatir, kan loe tau sendiri istriku sedang hamil anak kami."


"Iya, bro. Bismillahirohmanirohim, semoga Azzura tidak apa-apa."


"Amiin Ya Robbal'alamin, eh! tapi tetap aja menambah kecepatan. Tadi seharusnya kita naik helikopter, biar cepat sampai."


"Ck, kan loe yang minta naik mobil. Gimana sih loe, gara-gara bucin loe jadi pelupa begini."


"Udah loe, jangan banyak omong. Cepat gas."


"Iya-iya, bawel banget bos satu ini."


Andi menambahkan kecepatan mengendarai mobil.


Tak lama kemudian, mereka tiba di pintu gerbang. Lalu Azzam langsung keluar dari mobil, ia tidak memperdulikan Mami Sella dan Saka memanggil namanya.


"Efek dari bucin Bos gue jadi bodoh kaya gitu, emang di kiranya dari gerbang ke Mansion dekat apa." Gumam Andy, ia mengklakson Azzam.


Tin


Tin


Tin


"Apaan sih bersikap amat, gue ini lagi buru-buru." Kesal Azzam, lalu menoleh ke arah Andy yang menongolkan kepalanya ke kaca.


"Bos loe mah terlalu bodoh hari ini, lihat jarak dari sini ke Mansion itu jauh banget." Andy menyadarkan Azzam.


"Masya Allah, kok gue kaya gini sih." Azzam menepuk jidatnya.

__ADS_1


"Hahaha... Mana gue tau, udah loe cepat masuk."


"Ck, dasar bawahan luknat kau." Azzam masuk kedalam, ketika Andy ingin menginjak pedal gas. Pak Yono sudah menghampiri.


"Maaf tuan, bagaimana dengan kedua orang yang ingin ketemu Nyonya." Kata Pak Yono.


"Ck, biarkan. Tidak terlalu penting, saya mau ketemu nyonya dulu. Baru ketemu mereka, kalau mereka memang mau menunggu." Kata Azzam ketus.


"Baik, tuan. Kalau begitu saya kembali ketempat."


"Ya, kembalilah ketempat mu bekerja."


Pak Yono memberi hormat, lalu berlari menuju pos.


"Dong, kamu bilang ke mereka. Tuan Azzam mau ketemu Nyonya Azzura dulu, kalau mereka menunggu silakan. Kalau tidak mereka silakan pergi, saya mau minum dan istirahat dulu." Pak Yono mengatur napas.


"Maka kau itu kurang berolah raga, ya udah aku temu mereka." Pak Midong menghampiri Mami Sella dan Saka di depan pintu gerbang.


"Tuan Azzam mau ketemu Nyonya Azzura dulu, kalau kalian mau menunggu silakan. Tidak mau menunggu tidak masalah, tapi kalau kalian menunggu di sana. Tidak bisa di sini, karena nanti akan menghalangi tamu yang lain datang." Kata Pak Midong.


"Loh! Kenapa kita harus menunggu lagi?mau sampai kapan kita menunggu." Saka Kesal.


"Maaf Pak, kita tidak bisa menunggu terlalu lama. Soalnya anak saya akan ada jadwal kontrol, saya mohon sekali sama bapak ini. Meminta Azzam mengizinkan kami untuk menemui Azzura, kami janji tidak akan lama." Mami Sella memelas.


"Maaf bu, kami tidak bisa karena ini sudah perintah dari Tuan Azzam. Kami tidak bisa ganggu gugat."


"Ck, sombong banget tuh Azzam. Mau ketemu Azzura aja di persulit, emang keterlaluan dia." Kata Saka ia masih kesal, karena rencana ia mau bertemu Azzura gagal.


"Ya udah, maaf kami mengganggu kerja bapak. Yuk, Nak. Kita kembali ke rumah sakit, kita coba lagi besok." Mami Sella merayu Saka agar kembali ke rumah sakit.


"Baiklah." Saka pasrah.


"Pak, ini kartu nama saya. Jika nanti saya di perbolehkan bertemu Azzura, mohon segera hubungi saya ke nomor di situ." Mami Sella menyerahkan kartu nama ke Pak Midong.


"Baik, Bu. Tapi saya tidak janji ya." Kata Pak Midong.


"Baik, Pak. Kalau begitu kami permisi dulu, maaf udah merepotkan kalian." Mami Sella sopan.

__ADS_1


"Iya, bu. Tidak apa-apa."


Mami Sella dan Saka sudah masuk mobil, Saka masih terlihat cemberut. Ia sangat kesal tidak bisa bertemu Azzura.


"Sabar, Nak. Suatu saat nanti kalian akan di pertemukan kembali, yang penting saat ini kamu harus sembuh dulu." Mami Sella memberikan semangat kepada Saka.


"Tapi Mi, nanti aku akan botak. Aku tidak mau ketemu Azzura kalau keadaan ku Botak, mi."


"Ya, kamu nanti bisa tutupi dengan rambut palsu atau topi begitu."


"Apa tidak ketahuan, Mi."


"Tidak, sayang. Udah kamu istirahat dulu, nanti kalau udah sampai rumah sakit. Mami akan bangunkan kamu."


"Iya, Mi."


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Alhamdulillah anak murid ku tidak apa-apa, hanya luka di wajahnya. Besok aku mau menjenguk murid ku, biar jelas melihat keadaannya.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan Komentarnya ya...


See you... 😘😘😘😘🤗🤗🤗🤗


__ADS_2