
Azzura dan Azzam ke ruang dimana anaknya Sonya di rawat insentif. Azzura dan Azzam memandangi bayi Sonya di kaca, mereka hanya bisa melihat di jendela kaca.
"Apa kamu sudah puas membalas mereka?." Kata Azzam, ia menatap Azzura.
"Sebenarnya rasa sakit ku tidak sebanding apa yang mereka rasakan, tapi melihat bayi yang tidak berdosa. Aku merasa bersalah telah membuat ibunya tiada." Azzura menunduk sedih.
"Kamu jangan merasa bersalah, itu salah orangtuanya sendiri kenapa begitu ego. Kamu tau sendiri kan Sonya begitu ambisius agar perusahaannya menjadi miliknya, sehingga dia lupa kalau dirinya sedang mengandung." Azzam mengelus kepala Azzura.
"Tapi..."
"Sudah kamu jangan merasa bersalah, Allah juga ikut menghukum mereka."
Azzura memeluk Azzam.
"Terimakasih mas, telah berada di sisi ku. Entah
Azzam membantu Azzura untuk memberi Sonya dan Saka pelajaran.
Saka di buat kecanduan terhadap wanita, Azzam malah membuat Saka mendapatkan penyakit kelamin. Sedang Sonya di buat perusahaannya bangkrut dan hamil di dengan orang lain, yang hanya menyukai hartanya saja. Setelah mendapatkan uang dari Sonya laki-laki itu pergi melarikan diri dan membawa mobil mewah milik Sonya.
Azzura masih sangat baik hati, ia tidak tega dengan apa yang ia lakukan sehingga membuat Sonya pergi untuk selama-lamanya. Untung Qilla tidak mengetahui apa yang telah Azzura dan Azzam lakukan.
Wanita yang lembut dan terkenal kalem, akan berubah ketika dirinya tersakiti. Wanita itu akan berubah menjadi iblis yang sangat menakutkan, tapi tergantung dari wanita itu sendiri. Ada yang menerima dirinya di sakiti dan ada yang tidak terima dirinya tersakiti.
__ADS_1
Azzura sangat begitu tersakiti, mertua dan suaminya yang menyiksa batin dan raganya. Saka dan Mami Sella telah membuat Azzura seperti iblis.
"Ngapain aku harus bersedih, sedangkan mereka tidak pernah bersedih mikirin aku. Bahkan mereka begitu kejam kepada ku, itulah hukuman mereka telah membangun sifat iblis ku. Aku tidak akan pernah melupakan apa yang sudah mereka lakukan kepada ku, mereka tidak pernah menyesal dan meminta maaf kepada ku dengan tulus. Apalagi Saka, dia bahkan mau aku dan Azzam berpisah. Jangan bermimpi, Azzam adalah suami terbaik. Tidak akan pernah aku meninggalkannya. Sedangkan Mami Sella membuat aku terpisah dari kedua orangtua kandung ku, sehingga aku di panti asuhan dan hidup dalam kesusahan. Mereka sangat kejam kepada ku, selama ini aku diam saja. Karena aku tidak berani bertindak. Tapi berkat Azzam Aku menjadi berani. Ya Allah aku tau apa yang kulakukan ini sangat salah, tapi mereka telah lebih dulu menyakiti aku. Ya Allah, maaf kan hamba mu ini yang telah membuat mereka sakit dan meninggal. Maafkan Aku ya Allah." Kata Azzura dalam hati.
Azzura dan Azzam terpaksa menjaga anaknya Sonya, karena Pengacara Darel dan Qilla sibuk memakamkan Sonya dan mengadakan pengajian nanti malam.
Qilla tidak berhenti menangis dan pingsan, ia sangat terpukul atas kepergian saudara angkatnya. Walau Sonya pernah menjahati dirinya, tapi ia bisa menerimanya. Karena berkat bantuan dari Almarhum kedua orangtua Sonya, Qilla melupakan rasa sakit hatinya.
Pengacara Darel tidak pernah meninggalkan Qilla, ia selalu mendampingi Qilla. Ia takut Qilla berbuat yang akan menyakiti dirinya.
Acara pemakaman Sonya telah usai, tapi Qilla tidak mau beranjak dari makam Sonya. Ia menatap makam Sonya dengan tatapan kosong.
"Son, gue janji akan membesarkan anak loe. Gue dan Darel akan menjadi orangtua yang baik buat anak loe, loe pergi dengan tenang ya. Maafkan gue tidak bisa menyelamatkan loe, ini semua sudah kehendak Allah. Dari dulu gue ingin mengatakan sama loe, kalau gue sayang sama loe. Loe udah gue anggap sebagai adik gue. you are always in my heart, you are my best sister. Farewell my dear sister. Love you." Kata Qilla dalam hati, ia mengelus papan nama Sonya.
"Son, Gue dan Qilla janji akan menjadi orangtua yang baik buat anak loe. Pergilah dengan tenang, doakan kami dan anak mu yang terbaik disana ya." Kata Pengacara Darel.
"Bukan begitu, sayang. Sonya kan sekarang sudah dekat dengan Allah, jadi dia gampang minta sesuatu langsung kepada Allah." Ucap Pengacara Darel dengan santai.
"Ck, tidak masuk logika. Kamu malah bikin tambah pusing Sonya tau, udah ah! aku mau menyiapkan pengajian nanti malam." Qilla berdiri dari jongkoknya.
"Ya udah, yuk sekalian. Kita beli keperluan baby, jika dia sudah sehat dan sudah di bolehkan pulang. Baby bisa langsung kerumah pengantin kita, sayang." Pengacara Darel mengikuti Qilla.
"Terserah kamu saja."
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
Maaf baru update karena masih sibuk mengurus paud ya 🙏🙏🙏🙏🙏...
Jangan lupa like, vote dan Komentarnya ya...
See you... 😘😘😘😘🤗🤗🤗🤗
.
.
__ADS_1
.
.