
Orang suruhan Saka mendatangi Azzam dan hendak memberikan dokumen yang akan membuat Azzura marah dengan Azzam.
"Ini bos, dokumen yang telah saya dapatkan." Kata Pria kepala botak, ia memberikan amplop isi dokumen.
"Kerja bagus, saya akan memberikan kamu bonus plus liburan sekeluarga. Hari ini tugas mu sudah selesai, bila di perlukan saya akan menghubungi mu." Azzam sangat senang, melihat cara kerja anak buahnya kali ini.
"Terimakasih banyak, bos. Senang sekali bekerja dengan anda bos." Kata Pria Botak senang.
"Saya sudah mentransfer bonus plus uang jajan selama kamu dan keluarga berlibur."
"Masya Allah, Bos. Ini sangat besar sekali."
"Itu pantas dengan kinerja kamu."
"Terimakasih bos." Pria Botak itu mencium tangan Azzam.
"Sudah-sudah, saya bukan orang tua atau tuhan. Jangan berlebihan, saya memberikan bonus karena kinerja kamu bagus."
"Sekali terimakasih bos, kalau begitu saya pamit undur diri." Pria botak memberi hormat kepada Azzam.
"Hmm... Sama-sama, senang-senanglah bersama keluarga kamu."
__ADS_1
Pria botak keluar dari ruangan Azzam.
"Untung, ini belum sampai ke Azzura. Akan bahaya kalau Azzura sampai tau, bakalan perang dunia ketiga nanti." Azzam Menyandarkan kepala di bangku kebesarannya.
Sedangkan Saka menunggu kabar baik dari orang suruhannya.
"Kenapa lama sekali, apa dia tidak bisa masuk kedalam Mansion?Ngga mungkin pasti akan bisa masuk, karena dia sudah aku bayar mahal dan dia juga sudah terkenal kejahatannya." Saka Sedikit agak cemas, takut rencananya gagal.
Saka mondar-mandir, Mami Sella pusing melihatnya.
"Saka, kamu kenapa dari tadi mondar-mandir?Pusing Mami melihatnya." Kesal Mami Sella.
"Entah, Mi. Perasaan aku hari ini sangat gelisah." Kata Saka.
"Tidak tau, Mi."
"Lebih baik kamu duduk dan ucapkan Astaghfirullah."
"Astaghfirullah."
"Nah! Gimana udah tidak merasa Gelisah lagi?."
__ADS_1
"Iya, Mi. Mendingan, tidak seperti tadi."
"Sih Botak, kemana sih kagak ada kabar sama sekali. Mau menghubungi, tapi Mami ada disini dan Mami udah mulai curiga sama aku. Kalau dia gagal, aku tidak akan bisa tinggal diam. Aku tidak mau Azzura sama orang penjahat seperti Azzam, kelihatan alim tapi dia melebihi iblis." Kata Saka dalam hati.
"Aku merasa curiga Saka melakukan kejahatan, apa yang dia lakukan lagi?Kasihan Azzura sudah sering di sakiti sama bocah satu ini. Walau dia anak kandungku, tapi aku tidak akan membiarkan dia melakukan kejahatan, yang akan merugikan dirinya sendiri. Pusing rasanya menghadapi ini anak yang tidak berubah-ubah, aku harus melakukan apa biar dia tidak seperti itu terus." Kata Mami Sella dalam hati, ia merasa Saka menyembunyikan sesuatu yang akan merugikan dirinya nanti.
"Mami, hari ini akan menginap disini."
"Iya, Mi." Saka lemas.
"Mi, tolong belikan aku makanan apa gitu. Aku lapar nih."
"Saka, Kamu itu belum boleh makanan yang aneh-aneh dulu. Besok lusa kamu di kemoterapi, demi kesehatan kamu nak."
"Mau sampai kapan Saka harus begini, Mi. Nih lihat rambut aku mulai rontok." Saka sangat marah dengan keadaan dirinya yang penyakitan.
"Kamu yang sabar, sayang. Makanya lebih baik Sholat dan berdoa kepada Allah, minta pengampunan atas dosa-dosa selama ini dan meminta kesembuhannya juga. Allah tidak akan tega kepada HambaNya yang memberikan cobaan." Mami Sella mengelus rambut Saka, ia juga merasa sedih melihat Saka seperti itu.
Maaf ya teman-teman aku terlalu lama updatenya, karena aku sangat sibuk selama hampir 3 bulan. Aku lagi mengikuti pelatihan untuk guru. 🙏🙏🙏🙏
Apa kalian masih penasaran kisah Azzam dan Azzura???
__ADS_1
Tetap dukung ya untuk Novel ini