Ketika Di Sakiti

Ketika Di Sakiti
#61


__ADS_3

"Assalamualaikum, pak apa benar ini rumahnya Azzura?." Mami Sella sopan.


"Benar, anda siapa?ada kepentingan apa dengan nyonya kami?Dan apa anda sudah buat janji dengan beliau?." Pak Yono selaku satpam, ia melihat Mami Sella dan Saka dari atas sampai bawah. Ia mencurigai Saka, sebagai orang jahat. Karena Pak Yono seperti menangkap sinyal jahat di wajah Saka. (🤣🤣🤣🤣 ).


"Kami adalah keluarga jauhnya, sudah lama sekali kami tidak bertemu. Soalnya kami baru sempat berkunjung kesini." Kata Mami Sella.


"Tapi biasanya nyonya kalau mau ada keluarganya datang, beliau akan memberitahukan kepada kami." Pak Yono tidak mudah percaya.


"Ish! kau ini hanya satpam jangan sok, kami ini benar-benar keluarganya. Apalagi saya ini sedang sakit, apa kau ngga lihat wajah saya pucat. Di tambah terlalu lama disini, kepala saya tambah sakit. Cepat kau bukakan pintu gerbang, biarkan kami masuk." Ucap Saka kesal, ia pun berusaha merobos masuk. Tetapi Pak Yono dan Pak Midong menarik tangan Saka.


"Anda jangan sembarangan masuk, sebelum mendapatkan izin. Kami tidak mau mendapatkan kesalahan." Kata Pak Midong.


"Lepaskan tangan kalian, saya ini bukan orang jahat." Saka berontak.


"Aduh! Pak tolong lepaskan anak saya, dia sedang sakit. Saya mohon." Mami Sella memelas.


"Baik saya akan melepaskan anak ibu, tapi asalkan anak ibu jangan serobot main masuk aja." Kata Pak Yono, ia dan Pak Midong melepaskan tangan Saka.


"Saya akan menghubungi Tuan Azzam dulu, silakan anda duduk di sana. Nanti kami akan memanggil kalian." Kata Pak Midong tegas.

__ADS_1


"Iya, Pak. Terimakasih." Mami Sella menunduk, lalu membawa Saka duduk di taman depan.


"Ish! Mami ngapain pake hormat sama mereka... mereka itu hanya kacung, Mi." Saka emosi.


"Nak, kamu jangan seperti itu. Memang itu tugas mereka, Nak. Itu sudah prosedurnya kalau ingin masuk kedalam Mansion. Azzam memperketat penjagaan, itulah sebagai tanda Azzam begitu menyayangi Azzura. Ia tidak mau Azzura celaka." Mami Sella menenangkan Saka.


"Ck, itu bukan bukti Azzam menyayangi Azzura. Tapi penekanan itu namanya, kasihan sekali Azzura ngga bebas. Dia udah seperti burung di sangkar emas." Saka masih emosi. Ia sangat tidak terima di perlakukan yang tidak-tidak dengan kedua satpam. Mami Sella menghela napas, ia sungguh bingung harus bujuk Saka bagaimana lagi.


"Sudahlah, Nak. Kita ikuti aja peraturannya. Nanti kamu juga akan bertemu Azzura."


"Ck, aku ini kesal dan ngga terima Azzura di kurung seperti ini. Waktu dia menjadi istri ku, aku ngga pernah melarang Azzura. Malah membebaskan Azzura mau kemana, ngga seperti Azzam terlalu menekan Azzura. Lebih baik Azzura bersama aku, daripada dengan Azzam yang menekan."


"Ish! Mami, bukannya mendukung aku malah membahas masa lalu. Aku itu sudah sangat menyesal berselingkuh dan aku lebih memilih Sonya dari pada Azzura."


"Penyesalan itu datangnya belakangan, kalau di depan namanya pendaftaran."


"Ish! Mami..."


"APaa!!!!." Mami Sella menatap tajam Saka.

__ADS_1


Saka langsung menghentikan pembicaraan, lebih baik ia diam. Ia tidak mau nanti Mami Sella memukulnya, ia akan malu nanti. Harga diri laki-laki terinjak-injak dengan perempuan, walaupun itu Maminya. Saka memang menjunjung tinggi harga dirinya.


.


.


.


.


.


.


.


Assalamualaikum semuanya... Mohon doanya anak paud aku tadi siang mengalami kecelakaan bersama mama dan abangnya, yang parah sih anak paud aku dia terpental jauh. Aku belum mendapatkan info lagi dengan keadaan mereka, karena aku juga sedang sakit BAB. Mau jenguk ngga bisa, kerena badan masih lemas. Ya Allah Semoga dia, mama dan abangnya tidak apa-apa. Mohon doanya ya teman-teman.


__ADS_1


Yang tanda panah, Namanya Almira anaknya cantik, pintar dan mandiri. Mohon doanya ya kawan-kawan...


__ADS_2