
Azzam takut menyentuh Azzura, karena dia Azzura harus mengalami ke robekan sedikit di int*mnya. Walau itu tidak berbahaya, tapi Azzam menjadi sangat takut untuk menyentuh Azzura.
"Kuatkan iman Hamba Ya Allah, Hamba tidak mau menyakiti istri Hamba." Kata Azzam dalam hati, Azzura melepaskan hijabnya dan membiarkan rambut hitam agak bergelombang terurai. Bagi Azzam, Azzura sangat candunya. Azzam berusaha menenangkan diri, agar tidak melakukan pada Azzura.
"Mas, kamu kenapa? keringat dingin seperti itu." Azzura memegang kening Azzam.
"Tapi kamu tidak panas, Mas. Kamu sakit?." Tanya Azzura sekali lagi.
"Ah!! itu mas tidak sakit, tapi sih @nacond@ yang sudah berdiri teg@k ingin masuk ke goa. Ini terasa panas dan sakit, sayang." Lirih Azzam, ia memegangi @naconda@nya.
"Ya Allah, mas. Mesum." Azzura menutup wajahnya, ia sangat malu.
"Tolong, sayang. Kamu jangan melepas Hijab di depan ku, karena kamu begitu menggoda. Kamu sudah membuat candu." Suara Azzam seperti menahan @nacond@nya.
"Gimana caranya?kan aku baru saja di obati, nanti ya sayang."
"Begini sayang, kamu hanya menggerakkan tangannya seperti ini." Azzam mempraktekkan Azzura.
"Ya Allah, Mas. Kamu ini ternyata mesum ya." Azzura menarik tangannya.
"Sayang, aku mohon. Aku sangat tersiksa ini, aku tidak mau menyakiti kamu. Please, bantu aku." Azzam sudah sangat menderita. Azzura menatap Azzam yang sangat menderita.
"Baiklah, tapi aku tidak tau bagaimana caranya."
__ADS_1
"Kamu pegang, lalu n@ik turunkan. Seperti ini, paham kan?."
"I-iya, mas."
Azzam melepas piyama atas Azzura, lalu ia memainkan tempat favoritnya.
Azzura terus memainkan @nacond@ Azzam, begitu juga Azzam ia bermain dengan bend@ keny@l. Azzam seperti bayi kehausan, Azzura merasakan sensasi berbeda.
Tak lama kemudian, sih @nacond@ mengeluarkan bisanya di tangan Azzura. Azzam mengambil tisue dan mengelap tangan Azzura dan @nacond@nya.
"Terimakasih, sayang." Azzam mengecup b*b*r Azzura.
"Iya, mas."
"Terimakasih sudah mau menjadi istri ku, Insya Allah dengan atas izin Allah. Aku akan membahagiakan kamu, tidak ada airmata yang keluar dari sudut kedua mata mu. Tidak akan penderita yang kamu alami, yang ada tawa bahagia. Aku tidak peduli bila nanti kita belum memiliki anak, kita akan adopsi anak. Apalagi sudah ada Alex yang seperti anak kandung. Jadi kangen sama bocah itu, nanti malam kita telepon bocah itu." Azzam melihat Azzura sudah tertidur, ia pun ikut tertidur.
Hari sudah sore, Azzam dan Azzura sudah bangun dan mereka membersihkan badan. Lalu mereka melaksanakan Sholat Azhar berjama'ah.
Setelah Sholat Azhar, Azzam mengajak Azzura jalan-jalan sore di sekitar hotel. Mereka menikmati suasana sore.
"Mas, besok kita sudah mulai mengikuti tata cara Umrah dari bimbingan travel?."
"Iya, sayang. Tadinya sekarang, karena tadi kamu sakit. Jadi di tunda."
__ADS_1
"Iya, tidak apa-apa. Sayang."
"Nanti kita akan berziarah ke makam para nabi, ya. Aku sudah lama ingin berziarah ke makam para nabi"
"Kalau sempat, ya sayang. Jadwal kita penuh, tapi kalau kamu ingin sih. Itu tidak akan bermasalah. Mas akan bilang kepada travel, kalau kita akan berziarah ke makam nabi."
"Iya, sayang."
Mereka sengaja menggunakan travel untuk umrah, agar mereka membaur dengan yang lain. Itu juga atas permintaan Azzura, Azzam tidak mempermasalahkan itu. Yang penting ia bisa melihat Azzura bahagia.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa, like, vote dan Komentarnya ya...
__ADS_1
See you... 😘😘😘🤗🤗🤗